Fight For Asia 2013 : Finansial Kunci Sukses

Laju Semen Padang dalam lanjutan penyisihan AFC Cup grup D masih tak terbendung. Sementara wakil Indonesia lainnya di Grup F, Persibo masih terseok – seok.

Persibo yang sebelumnya dikabarkan akan mengundurkan diri dari ajang AFC Cup karena masalah dana, meski akhirnya dibantu oleh PT.Liga Indonesia dan PSSI demi tidak berkurangnya jatah klub Indonesia untuk berlaga di AFC Cup, mesti puas dengan hasil imbang 3 – 3 melawan Sunray Cave JC Sun Hei ( Hongkong ).

Pada pertandingan yang dilangsungkan kemarin ( 3/4 ) di Stadion Manahan Solo, Persibo sebenarnya bisa unggul terlebih dahulu lewat gol bunuh diri James Ha pada menit 11 dan Julio Cesar Alcorse menit 33. Sunray bisa memperkecil selisih skor pada menit 58 lewat Leung Tsz Chun.

Juara Piala Indonesia IPL tahun lalu ini kembali bisa menambah jarak kemenangan lewat gol kedua Julio Cesar Alcorse menit 68. Sunray Cave yang sama – sama belum mendapatkan poin, kembali memperkecil ketertinggalan lewat gol Choi Kwok Wai pada menit 70. Akhirnya harapan Persibo untuk mendulang tiga poin pertama harus sirna saat pemain Sunray Cave asal Brazil, Roberto Junior, berhasil mencetak gol pada meni 90+4, dan memaksa pertandingan berakhir imbang 3 – 3.

Walaupun hanya hasil imbang, tetapi bagi laskar Angling Darmo, sebutan Persibo, merupakan hasil yang positif mengingat sebelumnya mereka dibantai wakil Maladewa, New Radiant. Selain itu pula, mengingat pemain minim pengalaman dan eksodusnya para pemain andalan musim lalu.

Satu hal yang bisa mendongkrak penampilan Persibo adalah kondusifnya masalah internal klub. Persibo tengah krisis keuangan. Pemain belum ada yang diikat kontrak, juga manajemen harus memutar otak untuk menutupi kebutuhan sehari – hari klub. Memang ada angin segar ketika Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah membentuk konsorsium bersama pengusaha lokal untuk mendanai Persibo. Hanya saja konsorsium baru akan mengucurkan dana jika Persibo lolos ke liga unifikasi tahun depan, yakni liga baru gabungan LSI dan LPI.

Kondisi pas – pasan ini berbanding terbalik dengan kemapanan Semen Padang. Bisa dibilang di IPL, Semen Padang adalah klub yang memadai dari segala sisi baik finansial maupun materi pemain. Maka tak heran jika, dengan semua kemapanan ini mereka bisa mengalahkan Kitchee SC di Stadion Mong Kok Hongkong, Selasa 2 April lalu.

Berstatus tim tamu, Semen Padang justru memimpin terlebih dahulu lewat tembakan melengkung dari ujung kotak penalti, Nur Iskandar yang merupakan pemain andalan Persibo musim lalu pada menit 4.

Usaha Kitchee SC untuk mengejar ketertinggalan, hampir selalu bisa digagalkan kiper Semen Padang, Jandia Eka Putra, yang tampil baik pada pertandingan ini.

Semen Padang justru menambah keunggulan lewat sontekan kaki kiri striker timnas Liberia Edward Junior Wilson menit 77. Kitchee SC hanya bisa memperkecil kedudukan lewat sundulan Jordi Tarres menit 83 setelah menerima umpan kompatriotnya Pablo Counago. Pertandingan berakhir 1 – 2 untuk Semen Padang. Sementara Semen Padang masih jadi pemuncak grup D dengan raihan 7 poin hasil 2 kemenangan dan 1 imbang.

Satu hal yang bisa diambil sebagai kesimpulan adalah bagaimana sebuah kenyamanan internal klub bisa menentukan semangat juang, performa dan kinerja para pemain dilapangan. Semangat mengharumkan nama bangsa sering terhadang lesunya mental karena ketidakpastian yang dialami seperti yang dirasa anak – anak laskar Angling Darmo.

sumber :

http://www.sportsatu.com
www.tempo.co.id
http://www.youtube.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s