Welcome Papi Negro

PSSI menunjuk pelatih asal Brazil, Jacksen F Tiago, untuk menakhodai timnas senior. Penunjukan ini berlangsung kemarin ( 18/04 ) sehari menjelang ulang tahun PSSI yang ke – 83. Pelatih Persipura ini ditunjuk untuk menangani timnas selama menjalani Pra Piala Asia 2015.

Jacksen Ferreira Tiago eks pemain Persebaya, Petrokimia dan PSM ini memang sudah menjadi satu kesatuan di persepakbolaan dalam negeri. Datang ke Indonesia pada Liga Indonesia edisi perdana musim 1994-1995, Jacksen ikut membawa Petrokimia Putra ke partai puncak. Sayang dalam final tersebut Petrokimia dikalahkan Persib Bandung.

Kesempatannya untuk merengkuh gelar juara liga Indonesia datang pada musim 1996-1997 saat ia bergabung dengan Persebaya Surabaya. Pada partai final 28 Juli 1997, Jacksen ikut menyumbang satu gol kala Persebaya menghempaskan juara musim sebelumnya, Bandung Raya. Musim itu pula ia menjadi top skor Liga Indonesia dengan 26 gol.

www.goal.com
http://www.goal.com

Sempat semusim keluar dari Indonesia pada musim 1998-1999 untuk bermain di Singapura bersama Geylang United, ia akhirnya kembali lagi ke Persebaya Surabaya musim selanjutnya dan pada akhirnya memutuskan untuk menutup karir sebagai pemain kembali di Petrokimia Putra pada tahun 2001.

Jacksen rupanya sudah tak bisa berpisah dengan Indonesia. Pria kelahiran Rio De Janeiro pada 28 Mei 1968 ini, mengawali karir kepelatihannya juga di Indonesia. Beberapa klub sempat ditanganinya seperti Persebaya Surabaya, Persita, Mitra Kukar, Persitara dan akhirnya sampai sekarang ia menangani tim mutiara hitam, Persipura Jayapura.

Beberapa gelar telah ia raih sebagai pelatih. Membawa Persebaya juara divisi utama pada tahun 2003, dan berhasil mengangkat prestasi Persipura Jayapura sebagai tim yang paling diperhitungkan dalam sepakbola Indonesia sampai saat ini. Persipura dibawanya meraih gelar juara Liga Super Indonesia pada musim 2008-2009 dan 2010/2011.

Pola permainan yang dikembangkannya di Persipura juga berhasil mengangkat potensi anak – anak Papua yang dikenal lincah, mempunyai kecepatan berlari dan olah bola baik. Persipura memiliki model permainan yang bisa dibilang bola terus mengalir dari kaki ke kaki, menusuk dengan cepat pertahanan lawan.

Selama membesut Persipura, ia bukanlah pelatih yang gemar bongkar pasang pemain. Materi pemain dari musim ke musim 90 % masih sama, dengan hanya memasukkan sedikit pemain baru. Dengan tradisi ini ia bisa mempertahankan gaya permainan Persipura sehingga kerap kali tim lawan mesti berpikir keras untuk mengatasi permainan Persipura.

Membesut timnas adalah idaman seorang Jacksen F Tiago yang lebih akrab disebut Papi Negro. Kesempatan itu datang pada pertandingan kedua Indonesia di Pra Piala Asia 2015. Ia ditandemkan dengan Rahmad Darmawan untuk menangani timnas. Meski hasilnya belum sesuai harapan namun bisa dibilang tim ini menjanjikan. Kini ia duduk sendiri sebagai pelatih senior karena Rahmad Darmawan ditunjuk untuk menangani timnas U-23 di ajang Sea Games.

So welcome Papi Negro semoga Garuda bisa kau bawa terbang tinggi.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s