Paruh I LSI : Persib

Peringkat 4 klasemen pada setengah putaran Liga Super Indonesia musim 2013 cukup layak bagi Persib. Mengingat sempat terseok – seok diawal musim dan berada dipapan tengah, Persib mampu memangkas jarak poin dengan top flight LSI. Saat ini Persib hanya berbeda 1 poin dengan Arema diposisi 2 dan Sriwijaya posisi 3. Sedangkan dengan Persipura sebagai pimpinan klasemen, Persib terpaut 7 poin.

Persib mengarungi musim ini dengan bekal amunisi pemain yang cukup. Bergabungnya Herman Dzumafo dari Arema yang musim sebelumnya berhasil mencetak 16 gol. Lini depan juga diisi Kenji Adachihara dari Persiba Balikpapan yang juga punya catatan gol bagus dengan torehan 13 gol. Lini tengah Persib dihuni gelandang pekerja keras, Asri Akbar, yang musim sebelumnya di Persiba menunjukkan performa positif.

Tak cukup dengan Asri Akbar, Persib memboyong playmaker Kamerun, Mbida Messi, untuk mengisi pos gelandang kreatif bersama Firman Utina dan M.Ridwan yang pada musim sebelumnya membawa Sriwijaya FC meraih juara LSI 2011/2012.

Pos pertahanan diperkuat beberapa pemain baru seperti Aang Suparman, Supardi dari Sriwijaya FC, Naser Al-Sebai dari Suriah. Sedangkan sektor penjaga gawang, I Made Wirawan dari Persiba dan Shahar Ginanjar, eks Pelita Jaya. Dengan materi yang cukup komplit ini plus datangnya Djajang Nurjaman eks pemain Persib yang lama berkarir sebagai asisten pelatih di Pelita Jaya, harapan akan lebih kuatnya tenaga Persib untuk bersaing menuju gelar juara sangatlah besar.

Bahkan harapan ini semakin memuncak saat Persib berhasil memboyong Piala Celebes Cup pada turnamen pra-musim. Hanya saja ternyata ketika liga dimulai jalan Persib agak sedikit tersendat -sendat.

Persib mengawali musim ini dengan hasil seri dikandang sendiri kala ditahan Persipura. Kemenangan pertama Persib baru datang dipertandingan kedua kala menjamu Persiwa Wamena. Kemudian dua hasil imbang diperoleh dalam tour Papua kala dijamu Persiram Raja Ampat dan Persidafon Dafonsoro. Dua hasil buruk diterima Persib kala kalah oleh Persisam dan Mitra Kukar. Pada tur Kalimantan ini Persib sudah diperkuat striker naturalisasi Sergio Van Dijk.

Selanjutnya Persib berhasil memperbaiki posisi setelah mendulang kemenangan kala menjadi tuan rumah menghadapi PSPS dan Persija. Persib kembali menelan kekalahan pada laga tandang melawan Sriwijaya FC. Satu laga away menghadapi Pelita Bandung Raya bisa dimenangi Persib. Setelah itu 4 kemenangan berturut – turut dikandang atas Gresik United, Arema, Persiba dan Barito Putera kembali mendongkrak posisi Persib diklasemen.

Streak kemenangan berlanjut saat menghantam Persepam Madura di Bangkalan dengan skor 1 – 3. Tetapi pada pertandingan ke -17 yang berarti pertandingan terakhir diparuh pertama musim, Persib harus berbagi angka dengan tuan rumah Persela Lamongan.

Total Persib mengemas 10 kemenangan( 8 pada laga kandang dan 2 pada laga tandang), 4 hasil imbang ( 1 dikandang dan 2 pada laga tandang) dan 3 kekalahan semuanya didapat saat laga tandang. Persib memasukkan 38 gol dan kemasukan 22 gol.

Jumlah kemasukan ini sempat pula menjadi sorotan. Performa kiper I Made Wirawan disorot karena dianggap menurun ( dalam 3 pertandingan pertama gawang Persib sudah bobol 5 kali). Beberapa kali Shahar Ginanjar tampil menjadi kiper utama. Namun masalah kebobolan ini masih menjadi PR bagi barisan pertahanan Persib. Persib hanya mencatat 2 kali cleansheet saat imbang lawan Persidafon dan menang atas Arema.

Catatan lain adalah begitu beratnya beban yang disandang oleh Sergio Van Dijk ( SVD ). Seringkali striker yang telah mencetak 11 gol ini punya 2 peran dalam sebuah pertandingan. SVD selain menjadi goal getter juga menjadi playmaker bagi Persib. Kerap kali SVD menjemput bola ke tengah dan menyusun serangan.

Hal ini juga dikarenakan pemilihan strategi Djajang Nurjaman yang lebih menempatkan, jika menduetkan SVD dengan Herman Dzumafo, Dzumafo didepan dan SVD berada dibelakang striker asal Kamerun tersebut. Bahkan pada pertandingan terakhir Djajang bisa dibilang melakukan sesuatu yang aneh dengan menempatkan Dzumafo disayap kiri dan Firman Utina bersanding dengan SVD.

Peran ganda SVD ini juga disebabkan oleh kurangnya kreatifitas dari gelandang yang diharapkan jadi playmaker atau penyedia assist. Firman Utina sedikit menurun penampilannya musim ini diluar cedera dan sakit yang sempat diderita, Mbida Messi menonjol dalam awal dan akhir putaran pertama, sedangkan Asri Akbar justru lebih akrab sebagai penghangat bangku cadangan.

Gelandang sayap Persib lebih menonjol. M.Ridwan dan Atep bagai 2 kunci yang harus selalu ada dalam setiap permainan. Memang fokus serangan Persib lebih menonjol lewat sayap. Gol demi gol sering tercipta dari tusukan – tusukan lewat sayap.

Penyedia assist sebenarnya ada pada diri Kenji Adachihara, namun sayang Djajang lebih memilih Dzumafo baik dalam formasi 4-4-2 ataupun 4-3-3 padahal striker bertubuh bongsor ini menurun penampilannya. Ia sering dengan mudah kehilangan bola, dan keganasannya dalam membongkar pertahanan lawan ketika membela PSPS dan Arema seakan menguap. Walau mampu mempersembahkan 6 gol bagi Persib namun ia termasuk pemain yang dikabarkan akan dilepas menjelang putaran 2.

Ada sosok lain yang konsisten selain SVD di starting eleven Persib. Hariono kembali mengambil peranan sebagai gelandang bertahan Persib setelah sempat kehilangan posisi diawal musim. Bahkan pada beberapa pertandingan terakhir saat diduetkan dengan Mbida Messi, Hariono seperti menemukan kenyaman dan tidak ragu untuk ikut merangsek ke pertahanan lawan meninggalkan areal tengah pada Mbida Messi.

Catatan terakhir pada performa Persib diparuh musim ini ada pada pelatih Djajang Nurjaman. Djajang seringkali “buntu” dalam memilih strategi permainan apalagi saat tim dalam kondisi tertekan. Dalam pertandingan terakhir putaran I melawan Persela, Persib sering kehilangan bola dan lebih menampilkan umpan – umpan panjang. PR bagi Janur, panggilan Djajang Nurjaman, adalah bagaimana memfokuskan peran SVD lebih kepada seorang striker dan lebih banyak meraih hasil cleansheet.

Jika pada akhir musim 2011/2012 Persib finish dengan 14 kemenangan, 7 imbang dan 13 kekalahan, tentunya dengan modal peringkat 4 klasemen diparuh pertama musim, Pangeran Biru diharapkan akan lebih baik dan mungkin saja menempati puncak klasemen diakhir musim 2012/2013.

sumber :
http://www.ligaindonesia.co.id

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s