My Review (Persib Putaran 2 )

Awal putaran I Liga Super Indonesia ( LSI ) musim 2012/2013 Persib tersendat dan pada awal putaran II pun, Persib kembali tersendat kendati sempat membuka awal putaran II dengan kemenangan kandang atas Persela. Namun dalam 2 pertandingan selanjtnya Persib hanya mengemas 1 poin setelah ditahan Persita 2-2 dan kalah 0-1 dari Arema Cronus.

Pada putaran II, Persib kembali CLBK dengan Hilton Moreira yang musim kemarin membawa Sriwijaya FC merengkuh gelar juara LSI. Seakan tak cukup membawa aura juara pada diri Firman Utina, Supardi, dan M.Ridwan yang musim sebelumnya bahu – membahu bersama Hilton di laskar Wong Kito.

Hanya momen reuni ini belum bisa mengangkat Persib dalam perburuan gelar juara LSI. Dalam 4 pertandingan di putaran 2, Persib hanya meraup 4 poin hasil menang atas Persela dan imbang lawan Persita. 2 kekalahan tandang atas Arema dan Gresik United semakin menyudutkan Persib di posisi 4 dengan selisih 7 poin dengan runner up Arema dan 1 poin dengan Sriwijaya FC diperingkat 3 dan 13 poin dengan pimpinan klasemen Persipura.

Kedatangan Hilton Moreira yang diharapkan mampu lebih membuat Sergio Van Dijk ( SVD ) lebih fokus sebagai target man nyatanya belum berjalan mulus dalam permainan. Sejauh ini dari 4 pertandingan koleksi gol SVD baru bertambah 1 ketika Persib dijamu Persita.

Secara keseluruhan selepas kemenangan atas Persela, level performa Persib terus menurun. Pola strategi Persib pasca kembalinya Hilton tidak berbeda jauh atau bisa dikatakan sama saja ketika Herman Dzumafo masih ada. Serangan Persib timpang, serangan lewat sayap kanan lebih mampu menekan lawan sementara disayap kiri masih belum bisa mengimbangi agrefisitas duo M.Ridwan – Supardi.

Memang chemistry kedua pemain sayap kanan sudah terbangun lama sementara disisi kiri antara Atep/Firman Utina/Hilton Moreira belum ada komunikasi selayaknya apa yang ditunjukkan oleh M.Ridwan dan Supardi. Bahkan antara Atep – Tony Sucipto pun belum menemukan kenyamanan padahal keduanya telah lebih dari semusim bersama.

Dalam 2 pertandingan terakhir, terlihat jelas SVD begitu terisolir selain dikarenakan reputasi SVD sebagai striker haus gol sehingga ia dijaga ketat juga karena suplai bola yang mandek. Pola umpan panjang dari garis pertahanan masih sering dilakukan. SVD saat ini menanggung beban berat dalam permainan. Selain sebagai target man, ia juga sering berperan menjadi decoy, pernah pula menjadi pengatur distribusi bola dan pemberi assist.

Peran lini kedua sebagai pendobrak ketika SVD dijaga ketat seharusnya bisa lebih memberikan tekanan ke gawang lawan. Namun sejauh ini baru M.Ridwan yang konsisten mendobrak kotak penalti lawan. Firman Utina bisa dibilang tidak “full” sejauh ini karena beberapa alasan seperti sakit, cedera dan akumulasi kartu plus performanya yang juga sedikit menurun dibanding musim kemarin. Atep, sang kapten, juga semakin akrab dengan bangku cadangan bahkan dalam pertandingan kemarin Atep tidak terlihat sama sekali selain juga karena disibukkan dengan agresifnya duet Sultan Samma dan Diogo Santos.

Hilton sampai 4 pertandingan tampak masih berusaha menemukan kenyamanan dalam permainan ditambah dengan fakta dia bisa dibilang pemain yang sangat diharapkan mampu “melayani” SVD berbanding terbalik dengan fakta ia lebih sering dilayani SVD ( Pertandingan lawan Persita gol Hilton merupakan assist SVD). Sementara Asri Akbar dan Mbida Messi yang punya mental menyerang jarang diberikan tugas untuk penetrasi ke kotak penalti lawan. Hanya dalam pertandingan kemarin Messi terlihat melakukan sprint dan penetrasi ke pertahanan lawan.

foto-persib-bandung-vs-persiwa-kenji-sim_5347

Kenji Adachihara sebenarnya bisa lebih padu dengan SVD. Pemain Jepang yang sudah mencetak 6 gol ini termasuk tipe pemain yang bisa memecah pertahanan lawan, mencari ruang, dan membuat peluang. Hanya saja sejak putaran I, Kenji lebih sering sebagai pemain pengganti ketika serangan Persib sudah buntu.

Masalah lain pada permainan Persib adalah jarangnya rotasi yang dilakukan oleh Jajang Nurjaman. Puncaknya bisa terlihat kemarin saat waktu recovery hanya 2 hari dan mayoritas pemain yang turun saat melawan Arema kembali bermain di Gresik. Memang ada benarnya istilah “don’t change the winning team” tetapi jika selalu menampilkan pemain yang sama akan ada 2 kerugian yaitu kelelahan dan mudah terbacanya permainan. Jajang Sukmara, M.Agung Pribadi dan Sigit bisa diajukan sebagai alternatif sehingga Jajang bisa punya banyak pilihan dan variasi dalam permainan.

2 laga dikandang melawan Pelita Bandung Raya dan Sriwijaya FC telah menanti Persib. Dua pertandingan yang harus dijawab dengan raihan 6 poin jika Persib masih ingin bertarung diposisi 4 besar. Persib saat ini berada diposisi rawan karena Mitra Kukar diposisi 5 hanya berselisih 1 poin.

Bangkit..Sib !!!!

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s