Catatan Selasa Pagi

Mengantuk. Itu yang terasa pagi ini setelah tadi malam cuap – cuap sampaijam 12 malam. Malam yang berujung pada dag dig dug jantung soalnya knalpot motor meraung- raung jauh diluar sana bahkan terkadang sangat dekat. Ramai cerita gang motor seringkali teringat ketika knalpot – knalpot itu mengeluarkan suara gas yang diputar kencang. Ah tapi bagaimanapun,alhamdulillah semua aman – aman saja.

Kami punya acara baru sekarang yaitu “MERUMPUT”. Mungkin dari namanya sudah pada tahu ini acara berkaitan dengan sapi…eiitttss…salah besar!!!. Kata merumput disini adalah sesuatu yang berkaitan dengan sepakbola. Sudah menjadi keinginan kami ( iyan dan saya ) untuk membuat acara ini secara kami berdua sama – sama senang sepakbola dan bobotoh.

Format acara ini masih trial and error, umurnya baru 3 episode. Acara yang digeber selama 2 jam dari pukul 19.00 – 21.00 WIB di RSPD 99.9 FM Kota Sukabumi setiap hari Senin, kami bagi kedalam 3 sesi. Sesi pertama adalah fokus utama ( kabar hot didalam dan luar negeri ), lalu kabar dari sepakbola eropa, dan 30 menit terakhir khusus membahas Persib. Meskipun ruh acara ini adalah ngobrolin Persib jadi Persib bisa dibahas sedikit – sedikit di 2 sesi awal. Format ini masih akan berubah sejalan kami masih mencari format yang terbaik. Pengennya sih sepakbola Asia dan Eropa akan kami buat berimbang.

Well semalem sempet kami menyinggung dikit tentang Radamel Falcao. Mungkin semua pihak akan penasaran kenapa striker haus gol yang banyak diincar klub – klub top Eropa malah bergabung dengan AS Monaco. Klub yang pernah besar di Prancis namun belakangan prestasinya surut dan musim depan baru naik lagi ke Ligue 1. Dalam satu acara sepakbola di televisi nasional disebutkan ternyata dibalik transfer ini adalah Doyen Group, perusahaan investasi olahraga yang mempunyai hak 55% atas kepemilikan Radamel Falcao. Sehingga kemanapun Falcao akan bermain sepenuhnya ada ditangan Doyen Group. Diakhir ulasan ditelevisi bahkan Falcao disebut seperti budak.

Sungguh mengerikan dipersepakbolaan Eropa yang selalu dipuja – puji sebagai yang terbaik diatas bumi ternyata praktek seperti ini masih ada. Ini sih sama saja dan tidak berbeda dengan sistem karyawan “leasing”. Anda berpeluh memeras keringat, bekerja keras dan bayaran anda sebagian dimiliki oleh perusahaan yang menempatkan anda diperusahaan lain. Pemilik anda tinggal ongkang – ongkang kaki menunggu setiap anda gajian dan memotong hasil keringat anda.

Kisah ini juga mengingatkan saya kepada Nii Lamptey ( pernah juga saya tulis ), pesepakbola Ghana, yang disebut akan menjadi bintang di Eropa yang nyatanya harus menjadi korban dari keserakahan agennya. Nii dipindahkan kesana – kemari ke klub – klub yang bisa memberikan keuntungan besar bagi sang agen. Karir Nii meredup karena ia merasa tersiksa, bahkan disaat akhir karirnya barulah ia menemukan kebahagiaan bermain sepakbola saat bermain di Liga Cina.

Well, secara sepintas memang proses membeli dan menjual pemain saja terkadang sudah rancu, it’s like human traficking, apalagi ternyata ada pemain – pemain sepakbola yang karirnya hanya dipermainkan agen yang mengurus soal transfer.

Memang tidak semuanya berkilauan di Eropa selalu ada sisi – sisi gelap yang terkadang dilupakan orang. Eropa itu bisa membius meski menyembunyikan banyak fakta – fakta yang terkadang tak akan kita sangka ada juga ternyata dipersepakbolaan yang dianggap paling maju. Bagaimana kasus judi sepakbola secara berjamaah di Seri A membuka mata kita ternyata Eropa tidaklah selalu bagus.

Ketika kita berteriak di Indonesia pemain – pemain muda jarang diberikan kesempatan diklubnya masing – masing, hal demikian juga terjadi di Liga Inggris saat pemain – pemain muda binaan klub menjadi “tamu” dirumahnya masing – masing.

Yah memang disana menawarkan sisi – sisi yang lebih positif dan telah lebih dahulu terbangun. Itulah yang menyilaukan mata. Bagaimana sepakbola dikemas menjadi sebuah tontonan yang menarik juga melenakan kita. Seringkali kita menjelek – jelekkan apa yang ada disini. Suporter ganas lah, padahal juga di Eropa keganasan suporter seringkali terjadi. Bahkan organisasi – organisasi suporter yang mengasosiasikan dirinya sebagai garis keras atau ultras pun terbentuk disana. Ironisnya suporter kita meniru dengan membentuk kelompok ultras.

Ya itulah sekelumit pemikiran saya yang mengawali tulisan pada blog untuk minggu ini. Selain promosi acara baru, ya fakta lain juga tentang sepakbola benua biru.

Oh ya jangan lupa RSPD bisa didengarkan secara streaming lewat http://www.sukabumikota.go.id

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s