“PR” Persib : Away masih far away

Persib Bandung sampai pertandingan ke – 24 Liga Super Indonesia musim 2012/2013 telah kehilangan begitu banyak potensi poin lewat pertandingan tandang. Persib hanya mampu meraup 6 poin tandang dalam 11 pertandingan tandang lewat kemenangan 1-3 atas Persepam Madura dan 1-3 atas Pelita Bandung Raya.

4 pertandingan away menghasilkan 4 poin kala berhasil menahan imbang Persela, Persidafon, Persiram dan Persita. 5 pertandingan away lainnya berujung pada kekalahan ketika menyambangi markas Arema, Gresik United, Mitra Kukar, Persisam Samarinda dan Sriwijaya FC.

Persib masih mempunyai 6 laga kandang melawan Persiwa Wamena, PSPS Pekanbaru, Barito Putera, Persipura, Persiba Balikpapan, dan yang terdekat adalah pada Sabtu nanti tanggal 22 Juni 2013 saat Persib akan dijamu Persija. Jika saja Persib bisa menghindari hasil kalah dalam 6 pertandingan away ini, tentunya akan sangat mendongkrak posisi Persib yang masih bertarung di 4 besar bersama Persipura, Arema dan Sriwijaya.

Jika dilihat dari hasil seri, maka sejauh ini Persib menunjukkan kestabilan. Karena dalam 3 musim terakhir catatan seri Persib pada pertandingan away mentok diantara 4 – 3 kali imbang. Musim 2009/2010 Persib meraih 3 kali hasil imbang, musim 2010/2011 Persib juga meraih hasil yang sama, sementara musim lalu 2011/2012 diakhir kompetisi Persib meraih 4 kali imbang dikandang lawan.

Stabilitas pun ditunjukkan dalam hasil menang ditandang, meskipun bisa dibilang buruk. Dalam rekor 3 musim sebelumnya, Persib stabil dicatatan 2 kali menang dikandang lawan. Musim 2009/2010 Persib mengais 6 poin di Persik dan Bontang, 2010/2011 Persib memperoleh poin penuh di Bontang dan Pelita Karawang, sementara musim kemarin Persib kembali mengalahkan Pelita juga Persiram Raja Ampat.

Tabel Persib Pada Pertandingan Away 3 musim terakhir

chart anyar

Stabil namun buruk. Itulah yang diperoleh Persib selama laga tandang pada 3 musim terakhir. Jumlah kekalahan dalam 2 musim melebihi 10 pertandingan. Musim 2010/2011 menjadi catatan tersendiri karena pada saat itu jumlah peserta berkurang saat Persibo, Persema dan PSM memutuskan untuk pindah ke IPL meski musim tengah berjalan saat itu.

Persib kehilangan taring selama laga away. Musim ini pun demikian. Persib hampir selalu mendapatkan hasil maksimal dilaga kandang. Hanya 1 kali seri tanpa kekalahan selama menjalani musim 2012/2013. Namun semuanya berbalik ketika Persib harus keluar kandang. Maung Bandung seakan tak mampu meneruskan performa apik dikandang. Bahkan tanpa pilih – pilih lawan, klub – klub yang saat ini berada jauh peringkatnya dibawah Persib memiliki kans besar untuk menundukkan Maung Bandung dikandang mereka.

Berkaca pada apa yang terjadi musim ini ketika Persib kehilangan banyak poin ditandang memanglah sebuah pekerjaan rumah yang belum selesai. Trend buruk diluar kandang ini dimulai dari musim 2009/2010. Jika kita melihat pada hasil keseluruhan musim 2008/2009 Persib hanya menderita 8 kekalahan dalam 34 pertandingan. Hasil sering sebanyak 6 kali dan menang 20 kali. Jaya Hartono ketika itu yang menukangi klub kebanggaan bobotoh.

Musim kedua Jaya Hartono tidak berjalan mulus karena ia mundur saat kompetisi berjalan diganti caretaker Robby Darwis. Berturut – turut Jovo Cuckovic, Daniel Roekito dan Drago Mamic ( Daniel Darko mundur sebelum kompetisi mulai ) mengganti dan bahkan kembali Robby Darwis menjadi caretaker musim lalu pasca Drago Mamic mundur, masalah ini belum terpecahkan.

Musim ini Jajang Nurjaman jarang sekali merombak komposisi pemain. Baik dikandang maupun tandang hampir 98 % komposisi pemain selalu sama. Jika tidak karena cedera, akumulasi kartu dan alasan absen lainnya, Jajang bisa memasang 2 starting eleven sama dalam dua pertandingan.

Hanya saja mempertahankan komposisi winning team dikandang tidak berpengaruh positif ketika Persib dijamu klub lain. Persib akan selalu menjadi yang tertekan dan mengalami kebuntuan untuk membuka celah pertahanan lawan. 2 kali tercatat Persib gagal mempertahankan keunggulan pada laga away. Pertama kala dikalahkan Sriwijaya dan kedua saat ditahan Persela. Dalam pengamatan saya, puncak dari jarangnya merotasi ini adalah pada saat dikalahkan Gresik United. Persib nyaris tak bertenaga.

Selain itu, seringkali ketika bertamu, Jajang terlihat buntu dalam formasi dan strategi apalagi saat tertekan lawan. Belum lagi jika ditandang ada kecenderungan Jajang lebih suka bermain bertahan, menunggu lawan, merebut bola dan cepat melakukan counter attack. Strategi yang tidak aneh dalam dunia sepakbola namun sejauh ini belum berhasil.

Musim ini penampilan terbaik dikandang klub lain adalah saat mengalahkan Persepam Madura di Bangkalan meski tertinggal lebih dahulu.

Semua masalah ini dibungkus rapi dalam satu kemasan bernama mental. Mental pemain kurang garang ketika harus bertamu. Serangan demi serangan, peluang demi peluang jarang tercipta, karena biasanya fokus akan lebih kepada pertahanan meninggalkan Serginho Van Dijk sendirian didepan menunggu umpan bola panjang langsung dari pertahanan.

Menghadapi Persija Sabtu depan tentunya jika bermain menunggu akan sangat berbahaya. Persija saat ini sedang dalam penampilan yang menanjak dan ngotot meraih kemenangan. Bagaimana ngototnya tim besutan Benny Dollo ini terlihat saat menahan imbang Persela di Lamongan.

Tentunya akan sangat merugikan jika harus kehilangan banyak poin dikandang lawan apalagi Persib terus naik turun diposisi 3 dan 4 klasemen. Saat ini kebanyakan lawan sudah mengetahui pola permainan Persib. Ada baiknya Janur mulai menyeimbangkan antara distribusi bola disayap kanan dan kiri. Juga bagaimana caranya agar SVD masih bisa mendapatkan celah diantara pemain bertahan.

Kabar baik bagi Persib adalah padunya Hariono dan Asri Akbar. Firman Utina pun dalam kondisi on fire sehabis mengalahkan eks klubnya Sriwijaya FC.

Namun itu semua kembali akan ditentukan oleh kesiapan mental para pemain. Jika semua persiapan sudah 100 % tetapi mental jauh dibawah bisa dipastikan permainan akan kembali dikuasai lawan. Penguasaan bola menjadi satu hal yang langka bagi Persib dikandang lawan. Inilah yang rasanya harus dilebih diperhatikan, karena melalui dominasi penguasaan bola, peluang akan tercipta pastinya tanpa melupakan kedisiplinan bermain.

6 pertandingan tersisa janganlah terbuang percuma

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s