Capruk

Nge-blank tapi ga nge-hang. Itu yang sedang dirasakan. Sulit sekali mencari sebuah hal yang menarik untuk ditulis, sulit dalam artian menumpahkan dalam kata-kata meskipun ide – ide mengambang lepas dipikiran.Tapi keinginan untuk menulis selalu menggebu – gebu. Tadi pagi saja sudah dapat lima paragraf terpaksa dihapus lagi karena menuju paragraf ke – 6 tiba – tiba ide itu lepas entah kemana tidak lagi dalam satu ikatan tema yang dituju.

Bercerita tentang misteri jujur sedang tidak terlalu menggentayangi pikiran saya saat ini. Meskipun ketika siaran kemarin sekira pukul 22.00 WIB and alone at the studio, roda – roda kursi yang sedang diduduki tetiba bergerak – gerak dan menimbulkan suara yang cukup menarik perhatian. Pada akhirnya saya mundurkan kursi ke belakang dan hilanglah suara itu. Ya kombinasi antara kesendirian dan suasana malam memang sering menyajikan sesuatu yang membuat kita bertanya – tanya meskipun kadang itu karena ulah kita sendiri (parno ).

Kombinasi yang sempurna itu kadang memang membuat jantung berdegup kencang. Bayangan – bayangan kursi, meja, bahkan diri kita sendiri ataupun yang memantul dikaca seringkali lewat pandangan ujung mata kita menjadi sesuatu yang lain dan aneh. Padahal ketika kita sudah memalingkan wajah dan memberikan tatapan penuh kepada objek bayangan itu, kita pun akan tahu tak ada apa – apa disana.

Berbicara tentang sepakbola, rasanya sudah terlalu penuh disini. Merupakan hal yang paling sering saya tulis dan tak pernah merasa bosan dengannya. Sepakbola selalu menyajikan ruang – ruang yang belum pernah diketahui sebelumnya.

Satu hal yang saya sadari selama ini ketika semakin saya menyenangi sepakbola ternyata disatu sisi secara tidak langsung sedikit memperhatikan tentang sejarah. Bukan hanya sejarah sepakbola itu sendiri tapi juga sejarah manusia secara umum.

Bagaimana sepakbola selalu mempunyai kaitan erat dengan politik telah terjadi sejak lama. Ketika bangsa kita masih dalam penjajahan dan klub – klub bermunculan bermaterikan pemain – pemain Indonesia, klub – klub kepunyaan orang – orang Belanda pun ketar – ketir dibuatnya. Karena klub – klub Indonesia mempunyai kualitas bagus bahkan seringkali menang dalam pertandingan klub belanda vs klub Indonesia. Ini juga yang dikabarkan menjadi sebuah alasan tindakan pengkhianatan NIVU ke Piala Dunia 1938 dengan membawa nama Hindia Belanda. Padahal menurut perjanjian pemenang pertandingan antara PSSI vs NIVU yang akan diberangkatkan ke Piala Dunia 1938.

Sepakbola ketika itu dijadikan sebagai sebuah alat penggugah nasionalisme melawan penjajahan asing. Hari ini timnas selalu menghitung – hitung penampilan fisik lawan sebagai satu hal yang sangat diperhatikan sehingga ketika bermain pun timnas akan selalu menerapkan permainan bertahan. Tapi dimasa lalu ucapan “lawan punya langkah lebih panjang, dan badan lebih jangkung” tidaklah menjadi masalah bagi pemain – pemain Indonesia. NIVU sendiri ketakutan dengan PSSI saat itu karena tahu bagaimana hebatnya permainan orang – orang lokal.

Semakin kesini sepakbola juga tak lepas dari politik. Jaman pilkada banyak sekali calon – calon penguasa yang memanfaatkan sepakbola sebagai alat meraih suara dan menaikkan simpati. Bahkan dikabarkan, ngambeknya Diego Maradona di Indonesia dikabarkan karena Maradona tidak suka dengan alasan politik yang menunggangi kedatangannya ke Indonesia. Katanya orang yang mengundang pencetak gol “Tangan Tuhan” tersebut memang berharap kedatangan legenda Argentina ini bisa membuat simpati masyarakat bertambah kepadanya. Plus memang Maradona adalah orang yang gampang sekali berubah mood. Tapi itu baru katanya. Dibilang katanya saja karena yang lebih diangkat adalah Maradona ambekan.

Ngacapruk. Itulah siang ini. Ngacapruk (bahasa sunda )berarti celotehan – celotehan atau obrolan yang tak tentu arah, tanpa satu tema yang pasti atau bila disematkan kepada seseorang maka orang tersebut adalah orang yang Geje ( Ga jelas ). Tapi disatu sisi ngacapruk ini bisa kembali menyegarkan pikiran – pikiran, ketika obrolan dibiarkan liar kemanapun mengarah, seringkali banyolan – banyolan akan muncul. Tawa pun akan membahana, dan ketika tertawa hormon – hormon dalam tubuh kita akan melepaskan zat yang membantu jaringan – jaringan dalam badan berelaksasi dan hatipun akan ikut senang. Budayakanlah ngacapruk pada diri anda dan pergaulan anda. Jangan serius mulu !!

Teu Puguh !!!!!

T

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s