It comes from the heart

Ini masih pagi. Bahkan terlalu pagi. Masih saya terduduk didepan mixer dan komputer selepas membawakan acara mengiringi waktu sahur. Kantuk masih terasa, sangat terasa karena baru 1 jam yang tidak mulus menjalani tidur masih juga dengan alasan yang sama, membawakan acara bahasa Inggris dan acara request lagu – lagu barat lama malam sebelumnya.

Untungnya ini adalah weekend alias libur, soalnya ga kebayang kalau jam 07.30, saya mesti pake seragam dan masuk kerja. Bisa – bisa tidur dikantor, bangun – bangun pas waktu pulang hehe. Pun kalau begitu, saya yakin ga akan dimarahin, karena semuanya tahu saya shift malam meskipun tidak ada kekhususan bagi yang shift malam, pagi harinya bisa libur, tidak sama sekali. Hanya karena ini hari Sabtu saja sehingga saya bisa tidur sepuasnya dirumah.

Sudah tanggal 4 Ramadhan, sekilas saya melihat kalender ketika bulan Juli sudah memasuki tanggal 13, terasa sangat cepat sekali waktu berlalu. Biasanya setelah memasuki tanggal belasan, hari demi hari tak akan terasa sampai akhir bulan. Paling terasa adalah management keuangan yang semakin mengencang membelit pinggang, penyakit bulan tua. Anyway, bagaimanapun kronis penyakit bulan tua, selalu ada secercah harapan asal mau usaha.

Masih terduduk didalam studio menunggu teman penyiar datang menggantikan, saya bolak – balik youtube menonton video reality show yang sedang saya sukai, Dream On The Journey of Wembley FC. Reality show yang menggambarkan bagaimana perjuangan Wembley FC, klub yang tergabung di Combined Counties League. Combined Counties League sendiri ada pada level 9 pada piramida kompetisi Inggris.

Klub ini merupakan klub semi-profesional. Para pemainnya rata – rata mempunyai pekerjaan lain selain bermain sepakbola. Ian Bates merupakan playing-manager pada klub ini. Dalam Reality show ini digambarkan konflik Ian dengan Terry Venables yang dikontrak sebagai konsultan teknik tim. Terry Venables, pelatih top Inggris, sempat kesulitan menerapkan taktik dan strateginya di Wembley FC dikarenakan Ian Bates pada awalnya tidak terlalu menyukai “intervensi” Terry Venables.

Episode demi episode, Wembley fc selain kedatangan Terry Venables, juga mendatangkan Ray Parlour, Brian Mcbride, David Seaman, Martin Keown dan Claudio Caniggia. Ada yang berperan sebagai pelatih, tapi juga ada yang ikut bermain memperkuat tim. Dalam laman wikipedia, dituliskan bahwa eks pemain – pemain top tersebut juga memperkuat Wembley pada FA Cup musim 2012.

Apa yang saya sukai dari acara ini selain sepakbola tentunya, adalah bagaimana hasrat untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan hati walau bagaimana beratnya akan tetap dijalani. Bukanlah hal mudah bagi para pemain ini untuk membagi waktu. Bahkan kiper mereka Lee Pearce yang kelebihan berat badan, mesti menjalani latihan fisik berat untuk mengurangi bobot tubuhnya. Namun latihan – latihan yang membuat menderita tersebut bisa terus dijalani.

It’s all about the heart. Segala sesuatunya datang dari hati. Berjuta – juta motivasi ataupun motivator jempolan pun tetap tidak akan mampu menggerakkan sepenuhnya raga jika hati mengatakan tidak. Sebaliknya seterjal apapun jalan, akan bisa ditempuh jika hati memang senang menjalaninya.

It comes from the heart. Semangat yang bisa mengajak badan ini untuk bergerak, otak berpikir, datang dari hati. Semangat bisa naik dan turun, tetapi selama hati masih menginginkan, apa yang fluktuatif bisa menjadi stabil kembali. Usaha bisa dijalani dengan keras kembali meskipun lelah demikian terasa.

Itulah apa yang saya lihat dalam dream on the journey of wembley fc. Mereka adalah sekumpulan unknown dalam sepakbola. Bermain di liga Premier League tentunya adalah sebuah perjalanan yang sangat panjang. 7 tingkatan mesti mereka lalui dan satu mimpi panjang harus selalu direntangkan. Tapi mereka tetap bermain sepenuh hati dan memiliki mimpi untuk bisa tampil dilevel teratas kompetisi. Because their heart want it.

Terkadang bisa saja akan ada situasi yang menjebak, ketika kita mesti menjalani sesuatu yang tidak terlalu kita inginkan tetapi harus dilakukan. Disini juga hati yang akan berperan. Menyadarkan hati akan esensi suatu tindakan bisa juga membuat apa yang tidak terlalu disukai menjadi sesuatu yang bisa dijalani. Namun proses menyadarkan hati juga bukan sesuatu yang mudah. Tapi jika kita “terjebak”, proses ini mesti kita tempuh.

Semuanya adalah soal hati. Karena inilah inti dari manusia. Inti yang bisa mengendalikan arah gerak dan kehidupan kita. Mimpi pun bisa merentang panjang sekali tiada habisnya selama hati kita masih menginginkan. Jika hati sudah tidak menginginkan, mimpi pun akan musnah sendirinya.

It’s all about the heart and it comes from the heart.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s