My 8 Reviews

Jika dibuat satu daftar tentang hal – hal apa saja yang sulit ditahan selama bulan puasa, saya akan menempatkan NGANTUK diurutan pertama. Mudah sekali kelopak mata menutup apapun posisi dan kondisinya. Mau sambil baca, maen laptop apalagi kalo lagi ngelamun mah.

Pertandingan semalam berlalu tanpa greget. Limabelas menit dibabak pertama kombinasi Greg dan Andik disisi kanan dan kiri sempat melakukan penetrasi dan merepotkan pertahanan Chelsea. Hanya BNI Indonesia All Star kehilangan semangat setelah gol penalti Eden Hazard buah dari kesalahan Hamka Hamzah yang “menengkas (baca mentackle)” John Terry dari belakang.

Diluar dugaan pertahanan timnas yang digalang kuartet Victor Igbonefo, Hamka Hamzah, M.Roby dan Raphael Maitimo hancur seketika. Gol demi gol datang dalam jarak menit. Menjadi pertanyaan kenapa M.Roby yang dalam 2 pertandingan terakhir bersama Indonesia Dream Team dan Indonesia IX selalu berduet dengan Victor Igbonefo harus digeser menjadi bek kanan karena Rahmad Darmawan mempercayakan area tengah pertahanan kepada Hamka dan Igbonefo.

Memang lawan adalah kesebelasan yang kuat apalagi mereka CLBK dengan Jose Mourinho, The Special One, yang menghadirkan kejayaan Chelsea di Era Roman Abramovich. Meskipun begitu tetapi ada satu hal yang menarik bahwa Rahmad Darmawan, diluar hasil 1-8, meladeni Chelsea dengan gaya permainan terbuka.

Dari 3 pertandingan melawan 3 klub Premier League, setidaknya ada beberapa kesimpulan yang bisa diambil.

1. Meskipun Indonesia dengan apapun embel – embel namanya selalu kalah, tetapi kedatangan 3 raksasa Inggris ini mampu memberikan kepuasan maksimal kepada para suporter mereka ditanah air. Bahkan saking puasnya Indonesia pun serasa menjalani pertandingan tandang.

2. Barisan pertahanan Indonesia hancur ketika melawan Arsenal dan Chelsea. Tapi ada satu nama yang menawarkan kenyamanan dipertahanan. Pemain naturalisasi, Victor Igbonefo, rasanya sudah tidak akan tergeser lagi sebagai salah seorang pemain bertahan pada pertandingan melawan China bulan Oktober nanti. Bersama Victor ditimnas senior yang ditangani Jacksen F Tiago ada beberapa nama yang selalu menghuni skuad sejak lawan Arab Saudi sampai dengan pertandingan melawan Liverpool. Boaz Solossa, Immanuel Wanggai,Ian Kabes, dan Serginho Van Dijk selalu tampil.

3. Kurnia Meiga menjadi pemain lainnya yang konsisten tampil terus menjaga gawang Indonesia. Selalu mampu memberikan penampilan yang bagus, namun akan menurun seiring dengan retaknya pertahanan Indonesia. Dari 3 pertandingan melawan Klub – klub Inggris, Kurnia Meiga sudah kebobolan 17 gol. Semoga saja ini bisa menjadi cambuk penyemangat dirinya.

4. Jika ada yang bertanya kenapa paceklik gol terjadi pada Indonesia. Maka bukanlah kesalahan para striker yang bergonta – ganti diujicoba. Tetapi masalah utamanya terletak pada “mesin” permainan timnas yaitu sektor tengah yang tak bisa memberikan suplai maksimal karena harus bertahan hampir 90 menit dalam 3 pertandingan.

5. Baik Jacksen F Tiago maupun Rahmad Darmawan mempunyai filosofi sepakbola menyerang. Memang hasilnya belum bisa diraih dengan baik.

6. Trend yang dimiliki oleh striker – striker Indonesia ditimnas pada saat ini umumnya adalah bertipe winger para pemain bertipe pelari cepat. Mempunyai area favorit yang sama yaitu melakukan penetrasi dari sayap,melakukan pergerakan melebar untuk kemudian mencoba melakukan penetrasi ke kotak penalti.

7. Jika Immanuel Wanggai akan menjadi salah seorang gelandang ditimnas,mungkin Ahmad Bustomi bisa menjadi pendamping. Walau banyak juga yang menilai peran Taufiq saat berduet dengan Ahmad Bustomi kala melawan Liverpool cukup menjanjikan, namun bagi saya Taufiq kurang punya kesabaran, beberapa kali dalam pertandingan melawan The Reds, ia cepat – cepat melepaskan bola meski kawan terdekatnya belum siap menerima umpannya. Rizky Pellu dan Egy Melgiansyah bisa dijadikan alternatif ditimnas senior. Rizky semalam ditempatkan diposisinya ditengah dan terlihat mampu. Ahmad Jupriyanto karena ia seorang gelandang bertahan juga mungkin bisa ditempatkan sebagai salah seorang pengganti. Pemain lain yang bisa diberikan kesempatan adalah Hariono.

8. Apakah pertandingan melawan klub Eropa mampu menaikkan percaya diri ? well, saya rasa tidak terlalu bahkan mungkin tidak sama sekali. Ini hanyalah sebuah hiburan semata. Gregetnya mungkin hanya sebatas mengadu kemampuan melawan pemain – pemain idola. Hiburan dan kalah besar belum tentu menebalkan kepercayaan diri.

Itulah yang terlihat dari 3 ujicoba yang diakhiri semalam kala the Blues membuat Rahmad Darmawan bermimpi buruk. Bagi saya kedepan, lebih baik timnas tetap melawan timnas, sedangkan klub tetap melawan klub. Beda tujuan, beda level, beda gengsi dan beda tensi.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “My 8 Reviews”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s