Semoga Jadi Cambuk

The Blues were not tested in the slightest as they waltzed to victory in Jakarta

Inilah kalimat yang menjadi intisari pemberitaan The Mirror tentang kemenangan Chelsea atas BNI Indonesia All Stars. Bahkan jika dibaca lebih lanjut ulasannya, sungguh kejam. The Mirror menuliskan bahwa selain sambutan fans Indonesia terhadap skuad Jose Mourinho yang meriah dan semarak, kejutan lain pada pertandingan ini adalah butuh 21 menit bagi Chelsea sebelum memporak porandakan gawang BNI Indonesia All Stars.

Ulasan the Mirror menganggap BNI Indonesia All Stars tidak menyajikan sebuah ujian pra musim yang berkualitas bagi Chelsea. Bahkan seperti yang sudah diketahui, diberitakan dibeberapa forum sepakbola dan media nasional, The Mirror menganggap justru nyamuk yang lebih merepotkan Eden Hazard dkk.

Captured from www. mirror.co.uk
Captured from www. mirror.co.uk

Sedangkan media Inggris lainnya Daily Mail menyebutkan BNI Indonesia All Stars tidak memiliki kualitas All Stars merujuk pada 8 gol yang bersarang digawang Kurnia Meiga. Daily Mail juga menyebutkan skor – skor kemenangan Arsenal dan Liverpool sembari menegaskan Chelsea bisa menjebol gawang Indonesia 4 kali tanpa bermain dengan fasih.

Soal kemeriahan suporter juga diulas sedikit oleh Daily Mail yang menuliskan pertandingan diramaikan oleh para pendukung The Blues dengan suara dan semangat yang luar biasa. Ironisnya Daily Mail menuliskan hanya sedikit suara yang menyemangati BNI Indonesia All Stars saat mencoba menekan pertahanan Chelsea.

Captured from www.dailymail.co.uk
Captured from http://www.dailymail.co.uk

Kesimpulannya jika pertandingan ini ataupun dua pertandingan sebelumnya dijadikan PSSI sebagai ajang pembelajaran bagi para pemain timnas maka tidak ada hasil apapun yang didapat. Hinaan dan cacian bukan hanya datang dari dalam negeri bahkan media Inggris pun menertawakan timnas meskipun berganti – ganti nama tetapi para pemain dan pelatihnya berlabel timnas sampai ke ofisial sekalipun.

Semoga saja ini menjadi cambuk penyemangat bagi PSSI dan timnas untuk lebih menata dengan rapih program timnas. Tidak lagi membawa alasan “belajar” “meningkatkan kepercayaan diri” dan kalimat – kalimat standar lainnya karena dibalik semua itu pertandingan melawan klub – klub asing hanyalah sebuah hiburan. Belajar merupakan sebuah proses panjang secara kontinyu. Jika diibaratkan melawan 3 raksasa Inggris ini adalah sebuah Ujian Nasional maka PSSI harus membangun sebuah sekolah yang berkualitas dari segi Sumber Daya Manusia dan infrastruktur.

Itu saja karena ini sudah saya tulis dalam catatan – catatan sebelumnya, apa yang saat ini saya tulis diawali dari sebuah thread yang saya baca disalah satu forum sepakbola dan rasanya perlu dituliskan kembali, dengan harapan pengingat bahwa PSSI harus segera membuat terobosan nyata dalam membangun satu timnas yang berkualitas.

sumber :

www.dailymail.co.uk

www.mirror.co.uk

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s