Menguak Tabir Jempol

1368571083_Facebook_like_thumb

Jempol ke atas. Thumbs Up. Simbol “Like” pada facebook. Gestur ini merupakan sesuatu yang umum digunakan diseluruh dunia dan kebanyakan punya makna sama yaitu sebagai persetujuan atau respon positif terhadap sesuatu.

Tetapi juga jempol ke atas mempunyai makna – makna tertentu dalam berbagai kebudayaan. Beberapa makna jempol ke atas adalah :

1. Sebuah gestur hitchiker untuk meminta tumpangan kendaraan;

2. Iran mengenali jempol ke atas hampir sama dengan “middle finger”( hinaan);

3. Bukan hanya di Iran, tapi dibeberapa negara timur tengah lainnya dan India, juga bisa berarti sebagai satu penghinaan;

Walaupun secara umum, baik di Iran atau negara – negara arab lainnya bisa merupakan salam jari tengah versi jempol tapi disaat yang bersamaan mereka juga mengetahui dan menggunakan jempol dalam artian “hebat” dan “setuju”.

Makna setuju dan hal – hal positif lainnya semakin dipertegas kala Facebook lahir. Jempol yang akan muncul kalau tombol “Like” diklik menjadi salah satu daya tarik Facebook karena situs sosial ini bisa menghadirkan respon singkat tanpa berbasa – basi mengomentari status teman Facebook kita.

Namun seiring kebebasan berstatus dalam facebook dan facebook menjadi tempat curhatan para user, sedikit demi sedikit ada sesuatu yang menarik juga untuk dikomentari. Jempol justru menjadi sesuatu yang absurd. Maknanya kabur, bukan lagi sekedar persetujuan dan pujian, tetapi juga menjadi suatu tanda EKSIS. Satu tanda kehadiran dan satu tanda perhatian kepada seseorang dalam friend’s list kita.

Semakin absurd lagi ketika seseorang menuliskan sebuah status karena tentang satu kejadian yang menyedihkan, musibah, pokoknya hal – hal yang menyakitkan, bikin kesel, bikin bete ternyata si jempol akan selalu hadir. Misal status ” Aduh Mati Lampu…Padahal lagi enak nonton”, ternyata seseorang akan menjempoli anda karena ketidakberuntungan anda gagal menonton.

Atau status “Hape rusak…ga bisa eksis :-(“. Dalam kondisi ini anda akan didera kesedihan, apalagi jika handphone hanya satu – satunya dan belum punya duit untuk beli yang baru. Ternyata seseorang bisa saja menjempoli anda dalam penderitaan anda.

Bahkan status yang menggambarkan kehilangan seseorang semacam “Innalillahi sungguh ga nyangka ..bla…bla..bla “. Jempol ke atas juga sangat mungkin ada pada box comment status ini.

So, jadi apa maksudnya like yang disimbolkan dengan jempol dalam facebook. Karena kalau dalam kondisi nyata,anda merasa sedih handphone satu – satunya rusak terus curhat ke temen, dan temen ngasih jempol…bisa – bisa Pasea ( berantem : sunda ). Karena seakan menghina, jelas – jelas lagi sedih malah dikasih jempol.

Prediksi terakurat dan terheueuh ( Ceuk aing kitu oge ) bahwa munculnya jempol dalam stateus – stateus galau, sedih, musibah, kejadian yang menimbulkan korban perasaan dan korban jiwa, merupakan sebuah tanda Eksisting seseorang. Tanda yeuh Saya ada, saya perhatikan kamu. Tapi tidak diungkapkan dalam kata – kata hanya lewat jempol manis.

Hanya saja yaa kalau stateusnya kesedihan tanpa diakhiri sebuah kalimat ngabubungah maneh ( menyenangkan diri sendiri ) seperti ” semoga dapat gantinya yang lebih baik ” atau ” semoga aku bisa melalui semua ini “, satu jempol bisa cukup mengajak gelut ( berantem ). Tapi yaa itu juga seh kalau ditanggapi serius. Yaa namanya dunia Maya semuanya jadi absurd, kabur, bayang – bayang samar dibatas senja, bahkan seseorang yang menuliskan stateus kesedihan bisa semakin sedih lamun eweuh jempol – jempol acan ( Kalau tidak satupun jempol ).

Ceuk saha??ceuk aing kitu soteh. Ku tak butuh jempol…butuh oge THR ayeunamah

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Menguak Tabir Jempol”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s