Rasanya Baru Sebatas Euforia

ahayyy…menulis lagi setelah liburan.

Ahayy..ahayy..ahayy ( komentator pertandingan Indonesia vs Filipina semalam ).
Hasil 2-0 untuk Indonesia merupakan hasil yang memang sudah bisa diprediksikan atau kemungkinan besar akan terjadi. Bermain dikandang plus calon lawan yang sudah bisa diukur kekuatannya membuat Boaz Solossa dkk mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Meski harus menjadi catatan, bahwa pola permainan timnas masih terburu – buru, lebih mengandalkan kecepatan untuk mendobrak pertahanan lawan.

Stefano Lilipaly akhirnya diberikan kesempatan untuk tampil bersama timnas Indonesia. Setelah beberapa kali pemanggilan yang terbentur masalah administrasi sehingga Fano ( sapaan Lilipaly) gagal menunjukkan kemampuannya, pemain kelahiran Arnhem tahun 1990 ini menunjukkan kapabilitasnya sebagai seorang gelandang yang layak dinaturalisasi.

1 assist, penampilan yang cukup egois, dan beberapa kali melakukan pergerakan tanpa bola yang efisien dinilai cukup oleh Jakcsen F Tiago dalam debut Fano. Keegoisannya dalam beberapa kali mencoba melakukang shooting dari luar kotak penalti rasanya lebih karena euforia Fano dan pastinya membuktikan kalau ia memang layak berada diskuad Garuda.

Layak atau tidak selalu menjadi pertanyaan dibenak para pendukung timnas. Beberapa pemain asing telah dinaturalisasi baik yang mempunyai garis keturunan Indonesia maupun yang tidak.

Secara skill dan kemampuan memang bisa dinilai ada pemain yang kemampuannya melebihi para pemain Indonesia namun tak jarang juga ditemukan para pemain yang kemampuannya setara. Victor Igbonefo dan Cristian Gonzales adalah 2 diantara pemain naturalisasi yang secara signifikan memang memberikan perbedaan ketika bermain.

Sementara Raphael Maitimo, Toni Cussel, Stefano Lilipaly, Ruben Wuarbanaran, Jhonny Van Beukering bahkan Serginho Van Dijk masih harus membuktikan kemampuan mereka menjadi para pemain kunci timnas Indonesia. Raphael Maitimo meski telah dipanggil pada Piala AFF 2012, namun baru sekarang menunjukkan grafik stabil. Sedangkan Toni Cussel, Ruben Wuarbanaran, Jhonny Van Beukering malah seakan menghilang tak terpantau lagi.

Serginho Van Dijk sempat menjadi sasaran kritikan beberapa pendukung timnas karena penampilannya ditimnas tidak “sah” ketika belum mencetak satu gol pun. Hanya saja ketika Serginho Van Dijk tampil, kualitas lawan timnas termasuk dalam kualitas nomor 1. Arab Saudi, Belanda,Arsenal,Liverpool adalah lawan yang selalu bisa menekan habis di Indonesia dilini pertahanan. Serginho Van Dijk butuh sokongan untuk optimal menjalani peran sebagai goal getter. Meskipun Jacksen F Tiago selalu memasangkan dengan Boaz yang bisa menahan bola, tetapi hal ini percuma karena lini tengah timnas mandek tak berkembang. Ukuran lainnya adalah seberapa sering I Made Wirawan terancam gawangnya dalam pertandingan semalam, bandingkan dengan saat Kurnia Meiga harus jatuh bangun saat berusaha menjaga gawang timnas pada 4 pertandingan sebelumnya.

Greg Nwokolo bisa dibilang dari pertandingan lawan Chelsea dan Filipina semalam cukup memuaskan. Mengarsiteki gol bunuh diri kala bersua Chelsea dan menyelesaikan assist Fano ke gawang Filipina.

Sementara keturunan Indonesia – Belanda lainnya, Diego Michiel seakan tenggelam setelah ia berhasil mencuri hati fans Indonesia di Sea Games 2011. Kim Jeffry Kurniawan masih sangat harus berjuang untuk menaikkan performanya.

Jika kita melihat dengan apa yang terjadi pada Singapura dan Filipina, hadirnya para pemain naturalisasi ini memang bisa membuat mereka lebih bertenaga. Bahkan Singapura berhasil meraih gelar dengan adanya pemain naturalisasi.

Rasanya diantara negara ASEAN, tidak akan ada lagi yang memandang sebelah mata The Azkal ( sebutan Filipina ). Piala AFF 2010 menjadi sebuah titik awal bagi mereka untuk menepis anggapan lumbung gol untuk lawan – lawan Filipina. Masuknya beberapa pemain berdarah campuran Filipina dan negara lainnya, memang membuat level permainan mereka menjadi berbeda. Piala AFF 2010 dan 2012 mereka selalu berada disemifinal.

Sedangkan sejauh mana para pemain naturalisasi mendongkrak performa timnas Indonesia? Saya bilang tidak terlalu banyak. Piala AFF 2010 hanya menghadirkan sebuah euforia baru, ketika para pendukung timnas untuk pertama kalinya melihat wajah latin dan eropa diskuad timnas. Tanpa memandang remeh kemampuan Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim, tetapi 3 tahun yang lalu,masyarakat seolah diberikan harapan baru dengan adanya 2 pemain “asing” ini meski akhirnya kandas.

Euforia. Baru itu yang terjadi. Adapun bagusnya permainan Indonesia sebagai tim tak lepas dari tangan Alfred Riedl. Pun masuk ke final Piala AFF bukanlah sebuah hal yang aneh, karena sebelumnya Indonesia pernah mengalami hal itu dengan nasib yang sama sebagai runner up.

Seringkali kita menaruh harap terlalu banyak kepada para pemain naturalisasi dan melupakan bahwa sepakbola dimainkan oleh sebelas orang pemain. Satu atau dua pemain naturalisasi yang dimainkan tidak akan serta merta mengangkat level permainan Indonesia. Bahkan mungkin ada gap antara pemain naturalisasi dan pemain asli Indonesia. Gap yang ada adalah perbedaan gaya permainan antara keumuman di Indonesia dengan mereka yang dididik dalam gaya permainan Eropa. Ini juga bisa menjadi masalah.

Singapura dan Filipina mungkin tidak terlalu bermasalah dengan gap ini, karena para pemain naturalisasi mereka bisa sampai lima pemain bahkan lebih ketika turun bermain. Pada akhirnya kembali soal waktu. Dua gaya bermain ini butuh saling adaptasi. BTN dan PSSI pun perlu mengupgrade kemampuan para pemain dalam liga. Indonesia perlu mengejar level lebih tinggi diluar negara ASEAN melalui program – program nyata bukan hanya sekedar konsep. Jika tidak maka bersabar dan selalu menunggu adalah jawaban bagi masyarakat Indonesia.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Rasanya Baru Sebatas Euforia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s