Peningkatan vs Penurunan(Persib)

Pertandingan ke-32 berakhir dengan skor imbang 1 – 1. Persib mempertahankan rekor tak bisa dikalahkan oleh Persija selama 2 musim. Musim sebelumnya Persib juga meraih head to head identik atas klub asal Ibukota dengan kemenangan dikandang dan menahan imbang ditandang.

persib-tim1

Sisa 2 pertandingan dengan raihan 60 poin dan untuk sementara menduduki posisi runner up. Ini masih sangat rawan bagi Persib karena Arema yang terpaut 1 poin masih memiliki surplus 2 pertandingan akibat penundaan pertandingan karena Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Mitra Kukar diposisi 4 sudah memainkan 32 pertandingan dengan 59 poin sama dengan Arema. Sementara Sriwijaya diposisi 5 memiliki keuntungan 1 pertandingan yang belum dimainkan, sementara mereka meraih 57 poin. Jika berhasil mengatasi Persisam hari ini ( 29/8 ), Sriwijaya bisa mengkudeta Arema diposisi3. Meski sama poin dengan Persib ( jika Laskar Wong Kito menang), tapi selisih gol Persib lebih baik.

Target juara yang kemudian direvisi menjadi runner up karena Persipura melaju tanpa bisa dihambat siapapun, bisa dibilang sebuah kegagalan manajemen klub berjuluk “Pangeran Biru”. Pun PR dari musim ke musim, statistik memprihatinkan selama menjalani pertandingan tandang masih belum bisa dijawab oleh Persib.

Memang ada peningkatan jika melihat pada hasil musim 2011/2012. Persib musim kemarin berada diposisi 8 diakhir kompetisi. Poin 49 dengan 14 kemenangan, 7 imbang dan 13 kali kekalahan menandai periode yang penuh gejolak di kubu Maung Bandung saat itu. Pemecatan pelatih Drago Mamic karena dinilai tak sukses, Persib ditangani caretaker sampai akhir musim, bongkar pasang pemain pada pertengahan musim, pun adanya gesekan antara bobotoh dengan manajemen.

Musim ini perbaikan terlihat pada jumlah kemenangan Persib yang sementara 17 kali menang. Imbang 9 kali dan kalah sebanyak 6 pertandingan. Walaupun dibalik itu Persib belum bisa menorehkan catatan bagus saat berkunjung ke kandang lawan. Jika melihat pada perolehan gol untuk sementara Persib sudah mencetak 69 gol dan kemasukan 40 gol. Bandingkan dengan musim lalu saat Persib mencatat hasil impas pada jumlah memasukkan dan kemasukan pada angka 49.

Perbaikan disisi peringkat,seburuk – buruknya Persib masih akan berada diposisi 5 besar pada akhir kompetisi 2012/2013, ternyata juga ada penurunan pada sisi lain. Musim ini bukanlah masa yang menyenangkan untuk skuad muda Persib. Jajang Sukmara yang musim lalu adalah andalan, musim ini menghabiskan banyak waktu dibangku cadangan tanpa sekalipun jadi starting line up. Sigit Hermawan, M.Agung Pribadi, Rizky Bagja bahkan bernasib lebih suram.

Jajang tak pernah mengusik terlalu jauh starting line up. Perubahan dari match ke match hanya berputar diantara penjaga gawang, gelandang tengah antara Asri Akbar, Firman Utina, dan Mbida Messi. Perubahan hanya akan terjadi jika ada pemain regular yang cedera atau terkena larangan bermain akibat akumulasi kartu.

Hampir selalu sama dalam setiap pertandingan membuat permainan Persib mudah ditebak. Plus walau Hilton Moreira didatangkan ternyata tak bisa mengimbangi kinerja M.Ridwan disisi kanan. Malah kedatangan kembali Hilton menjadi beban tambahan bagi Serginho Van Dijk yang masih berperan sebagai target man dan pemberi assist.

Timpangnya antara sisi kanan dan sisi kiri juga disebabkan karena menurunnya permainan Atep. Satu hal yang diakui oleh pemain kelahiran Cianjur ini. Ketimpangan ini juga bisa disebabkan karena pilihan formasi Jajang yang kerap kali menggunakan 4-3-3. Jajang lebih mengeksplor Supardi disisi kanan bersama M.Ridwan. Sementara serangan dari kiri ditumpukan kepada bek Tony Sucipto dan pergerakan antara Hilton dan SVD yang kerap melebar ke area sayap. Pada saat menyerang Jajang akan menempatkan 2 bek dipertahanan dibantu oleh Hariono dan satu gelandang lainnya berada ditengah antara area pertahanan dan membantu penyerangan. Pola asimetris yang umum digunakan Jajang sampai pertandingan ke-32.

Kerap tidak stabil dalam hal penampilan juga menjadi efek dari jarangnya starting line up berubah. Terkadang pemain terlihat kehabisan energi, kehilangan fokus dalam bermain. Jika Jajang masih menukangi Persib musim depan seharusnya mulai memikirkan opsi untuk melakukan rotasi.

Tentang manajemen, rasanya masih sama saja seperti yang sudah – sudah. Sorotan musim ini dari para bobotoh adalah gagalnya menjadi juara ( lagi ) dan juga manajemen yang memenuhi bangku bench membuat Indra Thohir harus duduk berjauhan dengan tim pelatih dan pemain cadangan. Patut diperhatikan janji manajemen tidak melakukan bongkar pasang pemain menjelang musim depan.

Kesimpulan ( sementara ) Jajang secara umum memiliki nilai “cukup” membesut Persib meski dengan berbagai catatan termasuk kegagalan Jajang untuk menekan jumlah kekalahan pada angka 5 karena sampai saat ini “Pangeran Biru” sudah kalah 6 kali.

Kampanye Persib musim ini? Jika patokannya adalah musim lalu, ini sebuah peningkatan. Jika patokannya juara? MASIH HARUS BERSABAR.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s