Beware Parents!!

The amazing world of gumball, adalah kesukaan baru saya. Film kartun yang punya tokoh utama seekor kucing kecil warna biru yang hidup ditengah keluarga yang beda genetik.Ibunya kucing, ayahnya kelinci,adiknya kelinci dan punya saudara angkat seekor ikan mas koki yang kena radiasi sehingga bisa jalan dan bicara.

The_Amazing_World_of_Gumball_-_The_DVD_box_cover

Alur ceritanya ringan, seputar rasa penasaran, kenakalan anak kecil, kehidupan di sekolah dan pergaulan pada umumnya. Memang seperti khasnya film yang dirilis cartoon network,tokoh – tokoh yang ada difilm ini adalah karakter – karakter aneh seperti T-rex, spons, guru seekor monyet, pohon kaktus, yang intinya ini memang sebuah khayalan yang mungkin khas imajinasi anak – anak.

Hanya meskipun ini semuanya karakter anak – anak, tapi sesungguhnya ini lebih untuk anak remaja usia 17 tahun. Secara umum lebih banyak cerita – cerita yang kurang cocok bila ditonton oleh anak – anak SD. Apalagi ada satu episode yang tampaknya memiliki misi tertentu.

Cerita yang sama pernah saya lihat pada Spongebob Squarepants. Itulah kenapa saya bilang ada misi tertentu, dua film berbeda tetapi memiliki satu episode yang sama meskipun dengan ending berbeda. Episode yang dimaksud adalah bagaimana Gumball dan Darwin ( saudara angkatnya ) mengadopsi mutant yang lahir dari segala kotoran yang dikumpulkan dalam toples dan dibakar dalam microwave. Setelah mutant itu hidup, Gumball dan Darwin berbagi peran Ayah dan Ibu ( suami istri) untuk mengurus mutant itu.

Sedangkan pada Spongebob Squarepants, seekor kerang yang ditemukan akhirnya diputuskan oleh Spongebob dan Patrick. Mereka pun berbagi peran suami istri. Anehnya baik Gumball – Darwin, Spongebob – Patrick semua digambarkan sebagai tokoh laki – laki.

Hati – hati. Bagi saya ini secara halus untuk menanamkan kepada anak tentang perkawinan sejenis yang dalam agama manapun terlarang. Jika ini didasarkan pada tingkah laku anak – anak, pertanyaannya anak laki – laki mana yang didunia nyata melakukan permainan bagi peran suami istri dengan teman laki – lakinya. Pada dunia nyata bahkan anak – anak saja sudah tahu bahwa ayah itu laki – laki, ibu itu perempuan. Bahkan raja itu laki – laki, sedangkan ratu itu disematkan pada sosok wanita.

Film bahkan kartun sekalipun memang selalu membawa pesan – pesan yang ingin disampaikan. Seyogyanya satu film yang merupakan media untuk menyampaikan ide, kritik, pelajaran moral dan pemikiran – pemikiran si pembuat film. Film selalu mengandung nilai – nilai tertentu.

So berhati – hatilah terutama bagi anak – anak anda. Jangan hanya karena kartun maka dibiarkan anak – anak menonton. Seringkali kartun ini mengajarkan dunia yang tidak nyata, bagaimana mungkin manusia hidup berdampingan dengan kelinci yang bisa berbicara,berjalan dan bersekolah sementara binatang – binatang lainnya tetap menjalani takdir mereka bahkan menjadi peliharaan si kelinci. So once again, beware.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s