Bigfoot : Aset Media

Bigfoot adalah satu kata yang populer dikenal banyak orang tak hanya dinegara asalnya tetapi juga dibelahan dunia lainnya. Kera besar yang diidentifikasi berbulu lebat, berjalan dengan dua kaki, tegak, dan misterius ini bukan hanya masih menjadi misteri namun juga bigfoot sudah menjadi satu hal yang mempunyai nilai komersial.

Saking terkenalnya sosok kera misterius ini bahkan kepopularitasannya disandingkan dengan selebritis. Tengoklah beberapa film yang menjadikan bigfoot sebagai pemeran utama.The Abominable Snowman, The Curse of Bigfoot, Night Of The Demon, Harry and The Hendersons, They Call Him Sasquatch, kalau masih ingat film The Mummy : The Tomb of Dragon Emperor juga menampilkan sosok Bigfoot yang di Tibet dipanggil dengan julukan Yeti.

The_Legend_of_Bigfoot_FilmPoster

Bigfoot sudah masuk dalam kebudayaan populer. Begitu melekat dalam kebudayaan meskipun masih berusaha dibuktikan keberadaannya. Beberapa rekaman film membuktikan adanya Bigfoot. Salah satu yang terkenal adalah rekaman Patterson-Grimlin yang merekam penampakan Bigfoot di Bluff Creek California.

Bigfoot yang punya nama lain yaitu Sasquatch meskipun masih berada digaris abu – abu antara ada dan tiada, beberapa peneliti dan pencari bigfoot mempercayai bahwa makhluk ini benar – benar hidup, sementara Pemerintah menyatakan ini tak lebih dari imajinasi, nyatanya “diakui” keberadaannya oleh Pemerintah dengan adanya beberapa peraturan yang dibuat oleh beberapa pemerintahan negara bagian Amerika Serikat.

Texas mengeluarkan peraturan bahwa memburu bigfoot, menembak bigfoot adalah legal karena bigfoot tidak diklasifikasikan sebagai binatang langka dan spesies terancam kepunahan. Sementara di California, peraturan menegaskan bahwa berburu bigfoot adalah ilegal dan oleh karenanya seseorang bisa ditahan jika memburu bigfoot. Department of Fish and Games California menyatakan keberadaan bigfoot dilindungi karena sampai saat ini belum ditemukan satu komunitas bigfoot. Jika berhasil ditemukan sekawanan bigfoot maka bisa saja peraturan dibuat untuk melegalkan musim perburuan bigfoot.

Mungkin saja peraturan – peraturan ini dibuat untuk melindungi orang – orang yang berusaha mencari bukti keberadaan bigfoot sejak manusia belum mengetahui bagaimana sifat karakter bigfoot. Namun disisi lain, ini juga merupakan sebuah pengakuan terhadap keberadaan bigfoot hanya saja sifat pemerintah adalah berusaha menutupi dengan alasan seperti keberadaan UFO, agar tidak memancing kepanikan massal.

Keberadaan bigfoot masih menjadi tandatanya saat ini. Bahkan beberapa peneliti yang mengkhususkan hidupnya untuk memburu makhluk ini belum bisa menemukan. Satu yang paling umum ditemukan oleh para peneliti adalah interaksi dengan suara seperti ketukan – ketukan pada batang pohon. Salah satu metode terbaru pencarian bigfoot adalah melalui pemotretan dari udara yang diberi nama “The Falcon Project”.

Sampai kapan pencarian ini akan berlanjut ya sampai ditemukan bukti shahih keberadaan bigfoot yang kini baru hanya sampai jejak kaki, rekaman film, kesaksian penampakan, dan interaksi suara. Satu yang kurang adalah menangkap bigfoot dalam keadaan hidup.

Pastinya, ia saat ini tengah “menikmati” kesuksesan sebagai sebuah komiditi media dan hiburan,sayangnya tak ada royalti yang bigfoot dapat hehe.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s