Mensugesti

Sugesti. We’re living in that. Sugesti yang telah larut dalam kehidupan sejak lama, menjadi satu kepercayaan yang diyakini diwariskan turun temurun. Siapa bilang kita butuh kopi saat akan memulai kegiatan dipagi hari? betul mengandung zat yang bisa membuat kita “bangun” saat efek tidur masih terasa. Tapi bukan pula suatu kewajiban kita harus meminum kopi karena kopi tak punya zat “semangat”, sambil saya seruput dulu kopi yang tinggal setengah cangkir.

Sesekali saya tengok handphone yang kini diujung kiri atas tercantum logo Blackberry. Yups, saya install BBM di android sejak dirilis kembali. Rilis ulang setelah Blackberry merasa siap menampung antuasiasme user Android dan Iphone menggunakan messenger andalan Blackberry. Bahkan satu – satunya andalan Blackberry dari pertama mereka menciptakan budaya eksklusif dengan brand Blackberry.

Eksklusifitas itu mereka dobrak sendiri agar bertahan hidup. Ditengah gencarnya aplikasi chatting lintas platform seperti whatsapp, line, wechat, yang juga menawarkan stabilnya koneksi tanpa server error, BBM harus membuka diri setidaknya untuk membuat orang tetap mengingat mereka, tetap mengetahui pernah ada sesuatu yang mewah dalam genggaman banyak orang.

Eksklusif adalah sesuatu yang menjadikan mereka tertinggal jauh dari para pesaing mereka. Android yang menawarkan kebebasan berhasil meraih “cinta” para penikmat gadget dan sejengkal demi sejengkal menawarkan sebuah kebudayaan baru yang seakan tanpa batas. Tanpa batasan (kebebasan) itulah yang mungkin dan sangat mungkin senjata ampuh mengalahkan BB.

Menarik mengamati akulturasi BBM ke android dan Iphone. Kebanyakan para pengguna android dan Iphone mungkin pernah memakai handset BB dan mungkin tidak. Bahkan kedua budaya ini yang kini mengusung budaya kebebasan ini menimbulkan sekelumit “perang” antara pengguna BB vs Android dan Iphone meskipun tidak runcing. Ada yang menertawakan para pengguna Android dan Iphone karena begitu antusias menambah aplikasi chatting mereka.

Inilah rasanya yang dituju oleh Blackberry. Brand mereka akan semakin luas. BBM telah begitu melekat pada para pengguna handphone BB bahkan ada yang enggan untuk ganti handphone meskipun BB terkenal dengan “jam pasir”. Memang mereka harus mengorbankan sebuah kemewahan dalam keterbatasan tetapi justru dengan membebaskan begini mereka bisa meraih lebih banyak pengguna.

Jika mereka bertarung dagang handphone, rasanya mereka tidak akan memenangkan pertarungan. Karena mereka sendiri minim inovasi. Karena lawannya sudah bukan samsung, Iphone tetapi banyak perusahaan yang kini mengeluarkan handphone berbasis android. Bahkan handphone berbasis windows mobile kini juga menjadi petarung baru.

Makanya mau tidak mau,agar nama mereka terus tertancap dibenak semua orang, senjata andalan satu – satunya akhirnya mereka izinkan untuk digunakan berbagai user. Jika nama sudah melekat,brand sudah mengikat, maka bisa jadi yang tadinya langkah untuk bertahan hidup malah jadi sebuah kuda – kuda untuk kembali bertarung.

Kopi saya pun sudah habis.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s