Road to Sea Games : Grup B review

Drawing Sea Games 2013 menempatkan Indonesia di Grup B bersama tuan rumah Sea Games 2013, Myanmar, Thailand, Kamboja dan Timor Leste. Dua pesaing yang patut diwaspadai Indonesia, kalau tidak menempatkan hasil akhir ujicoba versus Timor Leste kemarin, adalah Myanmar dan Thailand. Myanmar U-23 sejauh ini belum menunjukkan perkembangan positif sama halnya seperti Indonesia. Tetapi Thailand U-23 yang ditangani eks striker tajam Thailand, Kiatisuk Senamuang, rupanya cukup menjanjikan.

Dari sejak awal tahun 2013, Kiatisuk Senamuang telah membawa timnas Thailand U-23 berujicoba sebanyak 9 kali. 8 kali berujicoba dengan klub lokal, dan satu kali berujicoba dengan Kepulauan Faroe. Tim ini berhasil menunjukkan performa positif karena mencatatkan 2 kali hasil imbang dan 7 kemenangan termasuk saat mengalahkan Kepulauan Faroe. Masih ada tiga ujicoba yang akan mereka jalani bulan November ini. Melawan dua negara Afrika, Uganda dan Guinea, terakhir mereka akan bertemu dengan Brunei Darussalam sebelum berangkat ke Myanmar.

Sementara Myanmar U-23 dalam Merdeka cup Malaysia, memang bisa mencapai final walau pada akhirnya dikalahkan Malaysia U-23. Catatan selama menjalani fase grup Merdeka Cup, Myanmar menahan imbang Thailand Selection, kemudian kalah oleh Malaysia U-23 dan menang atas Singapura U-23. 1 imbang, 2 kali kalah, dan 1 menang adalah kesimpulan mereka selama menjalani Merdeka Cup.

Indonesia masih berkutat dengan minimnya gol yang berhasil dicetak meskipun penguasaan bola menunjukkan persentase yang bagus. Indonesia U-23 menjalani ujicoba terbanyak dibandingkan Myanmar dan Thailand. Sejak bulan Juni 2013 Indonesia telah menjalani 14 kali ujicoba. 4 kali melawan klub lokal dengan hasil 3 menang dan 1 kalah. Pertandingan lainnya adalah pertandingan melawan Jakarta All-star yang diperkuat Radja Nainggolan, bertemu dengan Chelsea (meskipun timnas u-23 dicampur dengan beberapa pemain senior), 2 kali bertemu Singapura, melawan Brunei dan Timor Leste, kemudian 2 kali bertanding melawan Maroko, Turki dan Palestina dalam Islamic Solidarity Games Palembang.

0000135413

Total Indonesia U-23 membukukan 6 kali hasil menang, 6 kali kalah, dan 2 kali imbang. Indonesia U-23 kemasukan (tanpa memasukkan hasil melawan Chelsea dengan kekalahan 8 gol) 10 gol dan memasukkan 14 gol dengan skor kemenangan terbesar adalah ketika melawan tim Universitas Negeri Yogyakarta dengan skor 5 – 1. Meskipun terlihat banyak, namun rata – rata Indonesia hanya mencetak 1 gol dalam setiap pertandingan. Pertandingan lain dimana timnas U-23 berhasil mencetak lebih dari 1 gol adalah ketika menang atas Lampung Selection 2-1. Bahkan dalam 14 pertandingan gawang Indonesia hanya 3 kali meraih cleansheet yaitu ketika melawan Maroko, Brunei dan Timor Leste. Selebihnya minimal 1 gol selalu bersarang ke gawang Kurnia Meiga.

Pertahanan dan lini depan menjadi masalah yang belum bisa dipecahkan oleh Rahmad Darmawan. Selepas pencoretan Syamsir Alam, Indonesia U-23 berangkat ke Myanmar tanpa menyertakan seorang striker murni. Aldair Makatindu dan Sunarto lebih bertipe forward dibandingkan seorang finisher. Yandi Sofyan belum menunjukkan kualitasnya. Ada beberapa prediksi bahwa Indonesia akan memainkan formasi 4-6-0 dimana tidak akan ada striker yang dipasang tetapi urusan mencetak gol dibebankan kepada gelandang – gelandang Indonesia. Memang Bayu Gatra, Andik Vermansyah ataupun Ferry Pahabol punya ketajaman tetapi sejauh ini mereka baru menunjukkan keterampilan mengajak lari bek lawan, mengecoh mereka tetapi soal mencetak gol masih jauh dari harapan. Mungkin kehadiran Stefano Lilipaly dari Almere City akan sedikit membantu Indonesia untuk masalah mandul didepan gawang lawan.

Sejauh ini, Indonesia U-23 jika melihat dari data diatas menjalani ujicoba dengan lawan yang variatif dibandingkan Thailand dan Myanmar. Klub lokal, timnas junior dan tim gabungan semuanya pernah dijajal Kurnia Meiga dan kawan – kawan. Bandingkan dengan Thailand yang baru menjalani satu kali ujicoba dengan sesama timnas meski 3 pertandingan lain melawan timnas negara lain akan segera dilaksanakan. Indonesia telah bertemu 6 negara yaitu Singapura, Timor Leste, Brunei Darussalam, Maroko, Turki dan Palestina. Ujicoba lain yang menunggu skuad asuhan Rahmad Darmawan adalah melawan 2 klub Hongkong yaitu Sun Pegasus dan Kitchee SC dimana pertandingan akan digelar di Hongkong.

2 negara lainnya Timor Leste dan Kamboja tak bisa dilupakan. Apalagi Kamboja yang telah mempersiapkan tim sejak tahun 2012 ketika turun kualifikasi Piala Asia U-22. Dalam kualifikasi tersebut Kamboja mencatatkan 1 kali kemenangan, 3 kalah dan 1 imbang. Sementara ditahun 2013 Kamboja telah menjalani 8 ujicoba. 4 kali kemenangan, 2 kalah dan 3 kali imbang menjadi catatan Sou Yaty dan kawan – kawan. Masih ada dua pertandingan lain yang menunggu Kamboja yaitu melawan Guam dan Laos. Sedangkan Timor Leste dari dua pertandingan terakhir yang dijalani di Indonesia mencatat 1 kali imbang melawan Indonesia U-23 dan sekali kekalahan melawan PSS Sleman.

5 negara di Grup B Sea Games 2013 menjalani pertandingan dengan komposisi lawan yang identik yaitu klub lokal, negara, dan tim selection dalam persiapan mereka. Indonesia dan Kamboja bisa dibilang selama 2013 menjalani frekuensi pertandingan terbanyak dibandingkan negara lain. Namun apakah Indonesia akan menjalani fase grup yang sukses di bulan Desember nanti? kita berharap tim ini akan ganas pada waktunya.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s