Ball and Chain

Vokal Jack White menemani pagi yang masih sejuk. Two Against One, judul lagu yang saya pertama kali dengar dalam filmnya Denzel Washington dan Mark Wahlberg, 2 Guns. Irama lambat, vokal naik turun cenderung ada lengkingan, cocok untuk membangun pagi yang melambat jangan terlalu cepat berlalu.

Kangen siaran, kangen cuap – cuap diradio. 2 minggu sudah masa perbaikan atau mungkin bertambah, entahlah. Pastinya banyak fakta – fakta dilapangan hijau yang terlewatkan begitu saja tanpa kita obrolin secara on air. Nomor – nomor lagu kenangan tak terputarkan, dan kehilangan tempat (sementara) untuk berconversation dalam bahasa Inggris.

Posesif. Kata ini muncul dalam lamunan semalam. Kala imajinasi saya liar membayangkan siaran bertemakan masalah posesif dalam hubungan (gara – gara kangen banget siaran). Posesif singkatnya sifat ingin memiliki, rasa ingin memiliki, dan terlebih lagi rasa ingin menguasai. Yang terakhir itu potensinya dimiliki oleh setiap orang. Hasrat berkuasa atas seseorang dipunyai oleh setiap manusia. Karena berkuasa berarti kepuasan. Kepuasan ketika semua keinginan akan terwujud. Sifat kekuasaan adalah sering ia anti kritik, sehingga ketika orang yang diharapkan tunduk dalam penguasaan melakukan sedikit perlawanan, maka perselisihan yang terjadi.

images

Saat wanita dan pria bertemu kemudian berjanji untuk menjalani sebuah hubungan diatas level pertemanan biasa, posesif akan muncul. Perasaan saling memiliki otomatis tumbuh diantara keduanya. Karena rasa ini maka keduanya akan saling berusaha mempengaruhi, berusaha menjadikan pasangannya sebagai satu kembar identik dari dirinya. Kembar dari hoby, keinginan, selera dan lainnya.

Posesif bukan hanya muncul karena seseorang merasa sangat terkekang dalam hubungan. Tapi dalam kadar rendah, posesif ini akan ada pada setiap orang yang merajut kasih asmara (halah!!!). Sebagai contoh ketika seseorang memutuskan untuk menjalin satu hubungan maka serta merta setengah kebebasan dalam kehidupannya seakan lenyap. Dimulai oleh rasa terikat waktu ketika setiap waktu ia harus mengontak sang kekasih, ketika dikontak biasanya harus cepat – cepat reply message. Ia akan terikat.

Waktu luangnya pun akan tersita. Kebebasan untuk berkumpul dengan komunitas pergaulan akan menjadi lebih sempit dari sebelumnya. Paling ga enak kalo dapet omongan “kamu lebih suka sama temen – temen kamu, dibanding sama aku”. Satu ajakan nongkrong yang menjadi rutinitas bisa menjadi sesuatu yang mahal jika sudah berada dalam satu hubungan. Belum lagi pikiran kamu tersita kaplingnya karena si dia.

Selera musik, nonton film, bahkan baju pun jadi couple. Semuanya wajib sama. Itulah gejala – gejala posesif. Ini normal terjadi pada setiap pasangan, hanya kadarnya ada yang berbeda – beda. Ada yang merasa tak cukup dengan itu semua sampai handphone dibuka – buka, password FB, twitter diobral ( padahal sejatinya password adalah rahasia pribadi ). Tanpa disadari, kita sendiri yang mempersilahkan posesif itu untuk semakin besar dan tumbuh. Indahnya cinta melenakan dan kita sering hanyut tanpa meraih satu pegangan. Saat kita sadar kita akan sudah sulit untuk bergerak dan terkunci rapat tak ada ruang bergerak.

Tak berlebihan jika ada yang mengibaratkan sebuah hubungan itu adalah “ball and chain”. Bola besi yang diikat rantai yang biasa diikatkan pada narapidana dimasa lalu sehingga mereka tak sanggup berlari. That’s the nature of love. Mengikat satu sama lain, membuat satu sama lain beradaptasi dalam kehidupan baru dalam sebuah ikatan. People say it is sacrifice. Tapi selama ini masih hubungan yang belum diresmikan KUA, rasanya satu sama lain masih berhak akan kebebasan, setidaknya menikmati sisa – sisa kebebasan.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

2 thoughts on “Ball and Chain”

  1. Justru kuncinya ada di endingnya, mas Brow. :-D
    Kalau diawali dengan perjanjian resmi KUA, gak bakalan ‘menyiksa dan menyita’ kebebasan. Akan alamiah prosesnya.

    Cheers
    Dyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s