Teruskan Perjuangan!!

Hampir semua pemain depan timnas U-23 jago dribling, seharusnya ini merupakan satu keuntungan bagi permainan Indonesia yang kali ini lebih mengedepankan strategi “false nine”. Strategi yang meniadakan fungsi striker murni untuk bisa lebih lama menguasai bola dengan para pemain yang punya naluri menyerang dan handal dalam mengendalikan bola. Sayangnya tanpa komunikasi dan koordinasi baik, keuntungan timnas U-23 pada diri Andik Vermansyah, Ferry Pahabol, Bayu Gatra, Fandi Eko Utomo dan beberapa pemain lainnya menjadi sia – sia.

Sejak pertama kali melihat permainan U-23 melawan Singapura Juni lalu di Solo hingga menjadi juara MNC Cup masalah koordinasi dan komunikasi menjadi penyakit yang tak kunjung bisa disembuhkan oleh Rahmad Darmawan. Peluang sering terbuang sia – sia karena terlalu lama memegang bola. Gaya bermain yang selalu ingin mengalahkan 2 sampai 3 pemain belakang lawan hanya menghasilkan catatan gol yang tidak begitu baik di timnas U-23.

cambodia-vs-indonesia

Sesaat setelah susah payah mengalahkan Kamboja pada partai pertama Sea Games 2013, Rahmad Darmawan mengatakan pemainnya kurang bisa menikmati permainan. Namun dalam partai kedua saat dikandaskan Thailand justru terlalu menikmati setiap gocekan membawa Indonesia pada kekalahan.

Kepercayaan publik kini menurun. Rasanya akan sulit melihat Indonesia mengulang kembali prestasi Sea Games 2011. Padahal perbedaan materi pemain tidak terlalu jomplang. Hanya gaya bermain saja yang berbeda dan sejauh ini belum bisa menghasilkan sesuatu yang bagus, bahkan untuk sekedar melihat permainan yang indah.

Pada era milenium ini, prestasi Indonesia di Sea Games fluktuatif dengan pencapaian terbaik pada Sea Games 2011. Sea Games 2001 Indonesia ditekuk Thailand di semifinal. Sedangkan di perebutan medali perunggu Indonesia harus mengakui keunggulan Myanmar.

Sea Games 2003 Indonesia gagal lolos ke semifinal karena hanya mampu sekali menang atas Laos dipenyisihan grup. Thailand kembali menghadirkan mimpi buruk bagi Indonesia pada partai terakhir grup A saat membobol gawang Merah Putih dengan setengah lusin gol tanpa balas.

Sea Games Filipina tahun 2005 Indonesia mampu lolos ke semifinal tetapi kembali Thailand menggagalkan laju Indonesia. Pada perebutan medali perunggu, skuad Merah Putih harus pulang dengan tangan hampa setelah dikalahkan Malaysia dengan skor 1 – 0 lewat kaki Mohd.Khairul Azmi.

2 tahun kemudian di Brunei, Indonesia yang diperkuat Airlangga Sucipto, Immanuel Wanggai gagal lolos dari fase grup setelah hanya mengoleksi sekali kemenangan atas Kamboja. Dua partai lain melawan Myanmar dan Thailand hanya menghasilkan 1 poin kala menahan imbang Myanmar dan kembali kalah atas Thailand.

Terburuk adalah pada Sea Games Vietnam 2009 karena Indonesia di fase grup hanya bisa menahan imbang Singapura lalu secara mengejutkan dikalahkan Laos. Indonesia semakin terpuruk karena dipartai terakhir penyisihan grup dikalahkan oleh Myanmar.

Sea Games tahun 2011 memang menjadi satu momen kebangkitan bagi Indonesia ditambah euforia yang masih hangat selepas Piala AFF 2010. Gaya permainan yang mengandalkan sayap cepat semacam Ramdani Lestaluhu, Oktavianus Maniani plus goyangan Titus Bonai yang berujung pada sosok Patrich Wanggai membawa Indonesia ke partai final. Namun seperti yang kita semua ketahui, Indonesia harus kalah dalam duel adu penalti.

Kini Indonesia masih berpeluang merengkuh 6 poin lewat laga melawan Timor Leste (14/12) dan tuan rumah Myanmar (16/12). Indonesia mesti segera berbenah dan memperbaiki sistem permainan bukan lagi gocekan tidak jelas tetapi lebih kepada upaya membangun serangan yang baik. Myanmar saat ini berada diposisi runner up dengan koleksi 2 kemenangan.

Posisi yang lebih baik dari Indonesia ini adalah beban tersendiri bagi Indonesia apalagi mengingat Myanmar diajang Sea Games bukanlah lawan yang ramah bagi Indonesia. Lebih sering mereka mengalahkan Indonesia diajang dua tahunan ini. Pun jangan dilupakan semangat tuan rumah yang pasti ingin memberikan yang terbaik dihadapan publiknya sendiri.

Meskipun agak terlambat setidaknya RD perlu menetapkan pemain mana saja yang menjadi starting eleven. Karena saat di Islamic Solidarity Games sampai dengan kemarin melawan Thailand selalu ada perubahan dalam komposisi pemain dan sialnya tidak selalu berbuah manis bagi Indonesia. Apakah RD masih bereksperimen dengan pemain? entahlah yang pasti tetap berjuang Indonesia Muda!!.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s