IIC 2014 : Review Persib

Persib tampil bertenaga ketika melakoni partai pertama Inter Island Cup 2014. Sangat bertenaga malahan. Skor akhir 7-1 bagi kemenangan Maung Bandung atas Persita Tangerang meneruskan hasil – hasil kemenangan besar yang dituai Persib kala melawan Benfica, Diklat Persib dan Porda Bandung. Memang dikeluarkannnya satu orang pemain Persita cukup berpengaruh tapi diluar itu semua pergerakan dan kerjasama para pemain Persib sangat cair dan mampu memberikan tekanan konstan ke pertahanan Persita.

Sudah tergambar dengan jelas beberapa pemain yang akan menjadi pemain reguler di Liga Super Indonesia musim depan. Supardi, M.Ridwan, Tony Sucipto, Hariono, I Made Wirawan masih akan menjadi pilihan utama Jajang Nurjaman. Sementara Ahmad Jufriyanto, Konate Makan, Vladimir Vujovic, Ferdinan Sinaga dan Djibril Coulibaly ( jika dalam kondisi fit ) akan menjadi pemain – pemain reguler baru ditubuh Persib. Tantan dan M.Taufiq mesti berjuang keras di Inter Island Cup untuk menjadi pilihan utama.

Taktik yang diusung Janur masih sama seperti musim lalu. Formasi 4 – 3 – 3 yang kadang menjadi 4-2-3-1 selalu dipilih Janur meski kadang terlalu memaksa. Variasi serangan pun tidak berbeda dengan musim lalu. Dipenuhi dengan pemain tengah dan depan yang sanggup menahan bola dan mendobrak pertahanan lawan ternyata belum sepenuhnya dimanfaatkan karena variasi serangan masih mengutamakan kedua sisi sayap.

Dalam dua pertandingan Inter Island Cup Persib menurunkan dua formasi berbeda kala melawan Persita dan Persijap. Perbedaan mencolok adalah pada sektor striker ketika Ferdinan dan Djibril dipasang pada pertandingan melawan Persita, namun melawan Persijap keduanya dibangku cadangkan dan hanya Ferdinan yang akhirnya turun.

Lini tengah Firman Utina dan M.Taufiq bergantian diturunkan. Sedangkan Hariono dan Makan Konate tetap bermain dalam dua pertandingan. Khusus untuk Konate Makan, rasanya pemuda asal Mali ini akan menjadi pilihan utama mungkin selalu. Mobilitas Konate memang dibutuhkan Persib. Ia sanggup menjalankan peran box to box midfielder dan terus mengalirkan bola dengan baik sepanjang pertandingan. Hanya inilah pula yang mungkin akan menjadi titik kelemahan Persib musim depan. Layaknya SVD yang sangat diandalkan namun lama – kelamaan lawan semakin menyadari dan memberlakukan pressing ketat kepada SVD. Belum lagi jika suatu saat Konate cedera atau terkena akumulasi kartu siapa yang sanggup menjalankan fungsinya? Firman Utina tidak seperti dulu, sedangkan M.Taufiq lebih memilih fokus pada areal tengah lapangan dan pertahanan alias pergerakannya terbatas karena memang tipenya seperti itu.

Pada pertandingan kedua melawan Persijap Janur memasang Tantan sebagai targetman diapit M.Ridwan dan Atep. Mungkin Janur hendak menjalankan strategi false nine karena sejatinya Tantan bukanlah target man. Serangan ditumpukan ke sayap. Hanya saja meskipun umpan lambung ke kotak penalti Persijap banyak terjadi, tapi semuanya tidak efektif. Mungkin pada awalnya diharapkan dengan tinggi tubuhnya Konate masuk ke kotak penalti menyambut umpan, tetapi babak pertama berakhir tanpa gol.

Mungkin akan lebih baik jika Janur menambah variasi serangan. Kombinasi passing dan kecepatan yang sanggup dimainkan oleh para pemain seperti Ferdinan, Atep, Tantan, Makan Konate untuk mendobrak lini pertahanan lawan lewat tengah dengan umpan – umpan terobosan akan bisa lebih dijalankan ketimbang hanya melambungkan bola dari kedua sisi sayap. Karena Persib pun hanya punya satu striker murni yaitu Djibril Coulibaly yang sialnya punya catatan cedera kambuhan.

Sementara dipertahanan duet Vladimir Vujovic dan Ahmad Jufriyanto plus Abdulrahman perlu lebih dimatangkan kembali. Karena melawan Benfica karawang dan Porda Bandung, Persib tetap kebobolan meski hanya satu gol masing – masing pertandingan. Duet twin tower pernah dicoba saat Baihakki Khaizan dan Abanda Herman diduetkan dan itu gagal. Saat ini polanya hampir sama, pastinya tidak bisa hanya mengandalkan tinggi badan tetapi juga harus punya kecepatan dalam mengintersep bola.

Selain itu semoga saja diluar itu Janur punya keberanian untuk menurunkan pemain – pemain muda dimusim depan. Jangan biarkan mereka tua dibangku cadangan. Jajang Sukmara adalah bintang muda terakhir yang diorbitkan Persib, itupun dua musim yang lalu. Sekarang Jajang Sukmara tak lebih dari pemanas bangku cadangan. Tragis!!.

Sore nanti Persib akan berhadapan dengan saudara baru Pelita Bandung Raya untuk menentukan lolos atau tidak ke fase 8 besar Inter Island Cup 2014. Hanya satu yang membuat penasaran, bagaimana jika Persib bermain tanpa Konate Makan dan ini sangat layak dicoba karena ini masih bertaraf pemanasan pra musim.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s