Review Persib 2 pertandingan ISL

Dua pertandingan sudah dijalani Persib dalam ISL musim 2013/2014 dengan hasil 6 poin. Dua pertandingan melawan Sriwijaya FC pada 2 Februari 2014 dan Persita Tangerang Rabu kemarin dimenangkan Maung Bandung dengan skor tipis. Memang ini hasil sempurna. Tapi itu dilihat dari hasil akhir pertandingan, jika kita melihat jalannya kedua pertandingan itu, Persib masih jauh dari kata sempurna.

Pertama dari pertahanan. Jajang Nurjaman yang masih memakai pola 4-3-3 mempercayakan posisi dua bek sayap pada pemain yang musim lalu menjadi andalan yaitu Supardi dan Tony Sucipto. Keduanya mengapit dua Center Back ( CB ) anyar Persib musim ini Vladimir Vujovic dan Ahmad Jufriyanto (Jupe ). Supardi dan Tony adalah dua bek sayap yang mempunyai karakter ofensif kerap kali mengawali sebuah serangan dan tak jarang mereka merangsek sampai daerah pertahanan lawan. Rupanya hal ini belum dibarengi dengan skema pertahanan yang kokoh ketika keduanya naik menyerang. Dalam kondisi menyerang pertahanan Persib hanya diisi dua Center Back plus dibantu seorang gelandang bertahan yang biasa dijalankan Hariono atau ketika menghadapi Persita diisi M.Taufiq karena Hariono sejak dua musim lalu mempunyai keberanian untuk ikut membantu serangan dan melepaskan umpan kepada para penyerang.

Saat pertandingan melawan Persita nampak sekali skema serangan balik sangat merepotkan dua CB Persib meski hanya lewat seorang penyerang. Kenji Adachihara, eks Persib musim lalu, mampu memecah pertahanan Persib dengan berlari diantara Vujovic dan Jupe. Belum lagi seringkali Kenji mampu mengelabui Vujovic saat kondisi satu lawan satu. Rapuhnya pertahanan ini juga disebabkan karena kedua bek sayap selalu telat kembali ke posnya setelah ikut naik membantu serangan plus gelandang bertahan yang selalu terpancing bergerak ke sayap. Padahal idealnya posisi gelandang bertahan adalah menutup posisi CB karena CB akan bergerak menghalau bola dari sayap ( jika serangan lawan diawali dari kedua sisi lapangan).

Keroposnya lini pertahanan persib juga bisa dilihat ketika situasi bola mati, tendangan sudut untuk Persib atau tendangan bebas didaerah pertahanan lawan, kedua CB Persib yang memang mempunyai postur tubuh tinggi akan ikut membantu serangan, hanya saja keduanya akan telat kembali ke pos pertahanan. Saat melawan Sriwijaya ini terjadi pada menit -54 pertandingan, ketika situasi tendangan bebas Vujovic dan Jupe ikut naik, ternyata digaris pertahanan hanya meninggalkan Hariono sendiri.

hariono_babk2_persib_a5b1646

Lini tengah yang menjadi jantung permainan memang mampu menghadirkan penguasaan bola yang dominan. Kehadiran Makan Konate, pemain asal Mali, menjadi ruh baru untuk menghidupkan permainan Maung Bandung. Aliran bola menuju penyerang – penyerang sayap Persib lancar dan bisa terus memberikan tekanan konstan dipertahanan lawan. Hanya saja sebagai lini yang menjadi ruh permainan, kreativitas masih terbilang minim. Serangan selalu dibangun lewat sayap.

Jajang Nurjaman masih mempertahankan pola serangan musim lalu yaitu mengalirkan bola ke dua sisi lapangan dan melepaskan umpan ke kotak penalti lawan. Monoton dan mudah ditebak. Tidak ada kreativitas mencoba membuka pertahanan lawan dari tengah lapangan. Selalu mengandalkan sayap. Meskipun saat ini Persib tidak mempunyai target man tetapi Janur terus mempertahankan pola ini. Tampak tidak mempunyai strategi cadangan.

Sedangkan dilini depan, Persib mempunyai pemain – pemain yang cakap memainkan bola dan mampu menahan bola lama dikaki mereka. Tetapi ini belum banyak memberikan suatu perubahan karena pola serangan yang monoton. Satu gol Ferdinan Sinaga menyambut umpan terobosan Firman Utina dari tengah lapangan kala melawan Persita merupakan satu hal yang sangat jarang terjadi. Keuntungan Persib dengan para penyerang yang mempunyai kecepatan sangat tidak dimanfaatkan.

Sedianya Janur harus segera merubah pola ini karena meskipun dominan menguasai bola namun skor 1-0 lawan Sriwijaya dan 2-1 saat menghadapi Persita menandakan bahwa Persib minim kreativitas. Pengalaman musim lalu ketika SVD mulai bisa dimatikan lawan dan Persib cukup kesulitan meraih kemenangan rupanya belum banyak menjadi pelajaran. Hal serupa nampaknya akan segera terjadi karena menurut Tony Sucipto selepas pertandingan hari Rabu kemarin bahwa permainan Persib sudah mulai terbaca lawan. Bukan tidak mungkin jika saja saat melawan Persita hasilnya kalah atau draw rasanya kursi pelatih akan mulai tidak nyaman dihuni Janur.

sumber :
http://www.persib.co.id
http://www.mengbal.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s