Teuing ah Teu Puguh Judul na Oge

Emmh rasanya ingin berkeluh kesah namun apa daya rumput bergoyang pun tak tahu jawabannya. Kembali mengulang cerita musim lalu dimana suporter menjadi aktor utama dalam sebuah derby sepakbola melebihi drama 90 menit. Suporter kedua kubu masing – masing memberikan andil dalam pengunduran jadwal pertandingan yang disebut media derby d’indonesia. Hancurlah angan – angan weekend menegangkan meski hanya didepan layar kaca. Lantas siapa yang mesti disalahkan? telunjuk kita bisa terarah kemana saja, hanya lebih baik arahkan ke diri sendiri dulu. Ah tapi sudahlah, seorang duta klub tak bisa apa – apa.

Anyway, tak ada guna mendebatkan hal ini berkepanjangan. Pastinya bagi organisasi bobotoh harus lebih matang dalam berstrategi dalam mendukung klub kebanggaannya jangan sampai kalah strategi oleh suporter lain. Karena akhir – akhir ini upaya strategi rival lebih baik dari segi pencitraan, membangun image terlihat bagus. Tapi sudahlah kita tunggu saja keputusan PT.Liga Indonesia tanggal 7 Maret 2014 nanti apakah dijadwal ulang atau masuk ke ranah Komisi Disiplin PSSI. Apapun pastinya bobotoh selalu siap.

Berita terakhir dari kubu Maung Bandung selain kedatangan sponsor baru yang bergerak dibidang forex, OCTAfx, juga ternyata masih pilih memilih striker asing. Setelah kedatangan striker berdarah Thailand – Arab Saudi, Fahad Al-Dossari, serta striker asal Australia, Jacob Colosimo, yang akhirnya dipulangkan karena tidak sesuai kriteria Djadjang Nurjaman ( Djanur ) dikabarkan Persib akan kedatangan lagi dua stiker asal Korea Selatan. Disebutkan pula kedua striker ini pernah menjadi bagian timnas U-23 Korea Selatan.

Batas akhir pendaftaran pemain untuk Liga Super Indonesia pada transfer Window I adalah tanggal 28 Februari 2014. Memang masih ada waktu untuk menilai siapa pendamping Djibril Coulibaly yang menjadi Lone Striker Persib setelah striker – striker muda Maung Bandung masih belum juga dapat kepercayaan penuh dari tim pelatih.

Melihat trend pada awal musim ini bisa dibilang peluang kedua striker dari negeri Gingseng ini terbilang kecil untuk bergabung. Waktu seleksi yang mepet dengan deadline pendaftaran pemain serta kegagalan beberapa striker asing sebelumnya yang ikut seleksi. Bahkan Udo Fortune pun yang mencetak gol ke gawang Mitra Kukar urung dikontrak dan manajemen lebih memilih kembali memanggil Djibril setelah sempat diputus kontrak.

Boleh dibilang visi Djanur dalam perekutran pemain musim ini tidak terlalu jelas. Pasca kepergian SVD ( Sergio Van Dijk ) Persib berusaha mencari seorang striker berkualitas sama namun sejauh ini sosok SVD belum bisa tergantikan sekalipun Djibril cukup subur. Selain itu bagaimana bongkar pasang pemain yang hampir menghilangkan warna permainan Persib musim lalu menjadi bukti lainnya bahwa tidak ada rencana yang cukup matang dalam rekrutmen pemain.

Pemain – pemain muda masih kesulitan mendapatkan kepercayaan pelatih. Sekalipun Persib termasuk tim yang sudah jarang menerbitkan pemain muda berbakat. Jajang Sukmara 2 musim lalu sebelum kedatangan Djanur menjadi pemain muda yang banyak dipuji. Namun hari ini dan musim kemarin ia lebih banyak berlatih daripada bertanding.

Djanur seakan buntu diawal musim ini. Kekalahan atas Semen Padang plus kemenangan – kemenangan yang didapat dengan usaha yang extra keras pada satu sisi membuktikan bahwa skema permainannya sudah sangat mudah dibaca. Hal ini diamini oleh Tony Sucipto selepas pertandingan melawan Persita Tangerang. Formasi 4-3-3 dan 4-2-3-1 Djanur sudah tidak terlalu ampuh sekalipun penguasaan bola dimenangkan Persib. Tapi statistik yang baik belum tentu menghasilkan gol dan kemenangan.

Seandainya dua pemain Korea Selatan itu ditolak pula maka sebaiknya Djanur mulai melakukan penyegaran distarting eleven. Masuknya para pemain muda bisa membuat permainan menjadi fresh kembali kendati ada resiko yang bisa terjadi dilihat dari jam bermain yang minim. Namun pergantian ini diperlukan sejak irama permainan sudah gampang diputus lawan. Djibril pun tak harus jadi striker tunggal karena ada Rudiyana dan Sigit yang pagi ini ( Sabtu 22/2 ) bermain bagus ketika menghadapi IM Rahayu.

Apakah Djanur akan mencoba strategi anyar pada pertandingan sore ini melawan Persija? aeh apan teu jadinya…ah suram!!!

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s