Tentang Alfred Riedl

Masih sama saja. 9 pemain membendung serangan lawan dengan memasang garis pertahanan yang berlapis dan cenderung rendah, sementara satu orang striker digantungkan “bersama” dua orang bek Arab Saudi. Pola serangan masih mengandalkan through pass. Bola akan dikirim sejauh – jauhnya ke depan untuk dikejar striker yang sendirian itu. Efektif? tentu tidak, jika saja kiper Kurnia Meiga sedang out of perform bukan mustahil lebih dari satu gol akan bersarang diakhir pertandingan kualifikasi Piala Asia 2015.

Memang tidak ada target ngotot dalam pertandingan ini setelah hanya sekali hasil imbang melawan Cina memastikan Indonesia didasar klasemen dan gagal lolos untuk kedua kalinya dihitung dari terakhir tampil di Piala Asia 2007. Harapan Indonesia tampil tanpa beban, toh mau kalah atau menang sudah tidak berpengaruh apa – apa, sirna seketika melihat pola permainan Indonesia.

Ini debut kedua Alfred Riedl bersama timnas sepakbola Indonesia setelah sempat dipecat PSSI pada tahun 2011. Juga timnas dalam kondisi transisi pergantian pelatih. Memang janganlah terlalu banyak berharap pada pertandingan dini hari tadi. Semakin tidak punya harapan ketika gol untuk Arab Saudi terjadi menit-86, langsung saya matikan TV lebih baik tidur.

Apa yang bisa diharapkan dari pelatih kebangsaan Austria ini dalam masa kepelatihan periode kedua? Periode pertama pada dari tahun 2010 – 2011, Alfred Riedl dinilai sukses karena bisa mengembalikan semangat masyarakat untuk mendukung timnas sepakbola Indonesia melalui permainan cepat dan atraktif. Ia juga membawa kedisiplinan yang keras untuk para pemain timnas. Ia tidak tergantung pada status kebintangan seorang pemain, Boaz Solossa dicoret sebelum Piala AFF 2010 dikarenakan berkali – kali telat bergabung dengan timnas sepakbola.

Tidak bisa dilepaskan dalam kesuksesan Riedl sehingga ia banyak dirindukan ketika dipecat PSSI tahun 2011 adalah adanya dua wajah “asing” pertama di timnas sepakbola Indonesia. Irfan Bachdim dan Cristian Gonzalez memberikan warna berbeda sehingga ekpos media terhadap timnas sepakbola saat itu sangat besar. Bahkan acara – acara gosip artis pun menayangkan perjalanan timnas di Piala AFF 2010.

Timnas Indonesia menyapu bersih semua laga dari mulai babak grup hingga semifinal Piala AFF 2010. Namun keadaan langsung berbalik ketika Indonesia dikalahkan Malaysia pada final leg pertama Piala AFF 2010. Meski kemudian menang pada leg kedua di Jakarta tetapi tidak cukup untuk membawa Indonesia merengkuh trofi Piala AFF untuk yang pertama kali. Walau cerita manis ini berujung antiklimaks, tidak melunturkan semangat suporter Indonesia dalam mendukung timnas.

Sebenarnya ada kegagalan lain Riedl ketika periode pertamanya bersama timnas Indonesia yaitu kekalahan timnas U-23 pada pra olimpiade 2012 melawan Turkmenistan dalam dua laga sehingga Indonesia gagal lolos. Namun memori “indah” selama Piala AFF 2010 tetap tidak bisa mengenyahkan Riedl begitu saja dari persepakbolaan Indonesia.

Ditambah dengan kisah pemecatan sepihak PSSI ketika dikuasai Djohar Arifin beserta rombongannya plus tuduhan bahwa ia menjalin kontrak kepelatihan tidak dengan organisasi tetapi dengan pribadi Nirwan Bakrie. Tuduhan yang membuat Riedl mengadukan pemecatan ini ke FIFA yang berujung keputusan FIFA kepada PSSI agar memenuhi segala hak Riedl jika terjadi pemutusan kerja sebelum masa kontrak habis.

Lantas kembali ke pertanyaan diatas dengan segala catatan kepelatihan periode pertama, apa yang bisa kita harapkan dari Riedl di periode kedua kepelatihan? PSSI mengontrak Riedl di periode kedua ini selama setahun dengan target juara Piala AFF 2014. Kompetisi ini akan berlangsung pada bulan Oktober 2014 sedangkan pengundian grup dijadwalkan pada bulan Agustus 2014. Alfred Riedl perlu mengkalkulasi ulang bobot kompetisi ini dikarenakan Australia kini menjadi salah satu kontestan kompetisi dua tahunan ini.

Berbicara prestasinya di Piala AFF, Riedl baru membawa Vietnam dan Indonesia menjadi runner up masing – masing pada tahun 1998 dan tahun 2010. Diluar itu Vietnam, yang mirip Indonesia ditanganinya dalam dua periode kepelatihan, ia bawa menjadi runner up Sea Games pada 1999, 2003 dan 2005.

Meski hanya setahun dikontrak, Alfred Riedl ternyata telah jauh menetapkan target untuk timnas Indonesia yaitu lolos ke Piala Asia 2019. Waktu yang panjang dan masih penuh tanda tanya, apakah ia akan tetap di tanah air sampai 2019 atau angkat koper sebelum sampai kesana.

Bagi saya untuk sementara Riedl bisa diharapkan untuk membawa kedisiplinan ke tubuh timnas. Sebelum berangkat ke Arab Saudi dalam masa pelatnas, ia selalu hadir lebih awal dilapangan dan siap sedia memulai sesi latihan, ketika para pemain masih memasang tali sepatu. Ia pun sempat mengkhawatirkan pendukung timnas yang menyaksikan latihan ketika merubung pemain yang sedang ganti baju karena dinilai mengganggu privasi pemain. Pada tahun 2010 ia pun sempat memberlakukan karantina kepada timnas karena khawatir aktivitas media membuat mereka kehilangan fokus.

Kedisiplinan inilah yang bisa diharapkan untuk saat ini. Kedisiplinan ini diperlukan agar para pemain fokus dalam latihan yang berimbas kepada fokus dalam pertandingan sesungguhnya. Mengenai permainan timnas? saya rasa akan terbangun seiring waktu berjalan, apakah menyamai Piala AFF 2010 atau melebihi, waktu yang akan menjawab.

Tetapi juga ini tidak terlepas dari dukungan PSSI sendiri kepada Riedl. Pada tahun 2010 kabar tak sedap muncul mengenai perseteruannya dengan ofisial tim. Pun kalau ingat, kekalahan timnas sepakbola Indonesia lawan Malaysia, kurang lebih diakibatkan PSSI sendiri yang terlalu rewel soal sinar laser dari penonton ke wajah kiper Markus Haris Maulana.

Intinya, sukses atau tidak masa kedua kepelatihan ini adalah melibatkan semua pihak, bukan hanya teknis dilapangan antara pelatih – pemain namun juga organisasi itu sendiri.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s