Gorman Dogfight

Minggu lalu saya memposting artikel tentang pilot Felix Moncla yang mengejar benda terbang tak dikenal lalu kemudian keduanya hilang selamanya, kali ini masih bercerita tentang pengejaran benda terbang tak dikenal ( UFO ), namun si Pilot berhasil kembali lagi dengan selamat. Kejadian ini melibatkan seorang pilot veteran perang dunia II dan anggota Garda Nasional North Dakota, George F Gorman.

f7502825c28f

Kejadian yang nyaris sama dengan The Kinroos Incident namun berbeda awalan, akhiran, juga jalan cerita, karena tak banyak yang diketahui soal bagaimana pengejaran Felix Moncla dan Robert Wilson sebab yang bersangkutan tak pernah mendarat di bumi lagi. George F Gorman, pada tanggal 1 Oktober 1948 menerbangkan pesawat P-51 Mustang dalam sebuah penerbangan cross – country bersama beberapa pilot dari Garda Nasional North Dakota. Ketika jam menunjukkan pukul 20.53, rekan – rekannya memilih untuk mendarat dipangkalan udara Hector Fargo, Gorman memutuskan untuk terus melaju,menikmati terbang dimalam hari.

P-51 Mustang
P-51 Mustang

Pada pukul 21.00 Gorman terbang melintasi sebuah stadion dan melihat pesawat Piper J-3 Cub yang sedang terbang 500 kaki dibawah ketinggiannya. Langit cerah nampak tak ada gangguan apapun. Tetiba disebelah barat langit ia memperhatikan cahaya yang berkedip – kedip. Mencurigai bahwa ini adalah pesawat lainnya, ia mengontak petugas pengawas udara di Pangkalan Udara Hector menanyakan apakah ada pesawat lainnya selain ia dan Piper J-3 Cub.

Jawaban si pengawas udara mengejutkan karena menyatakan tidak ada pesawat lain yang terbang saat itu. Lantas Gorman pun mengontak pilot pesawat Piper J-3 Cub, A.D.Cannon, menanyakan apakah juga ikut melihat cahaya disebelah barat?. Cannon menjawab dengan tegas bahwa “YA” ia pun melihatnya. Khawatir bahwa ini merupakan pesawat yang terbang ilegal, Gorman pun memutuskan untuk mendekati cahaya tersebut dan memacu pesawatnya sampai kecepatan maksimum. Segera ia menyadari bahwa cahaya tersebut terbang terlalu cepat untuk dikejar dan memutuskan untuk menghadang cahaya itu dengan memotong jalur terbang.

Gorman membelokkan pesawatnya ke kanan dan berhasil mendekati cahaya yang terbang diatas pesawatnya dalam jarak 500 – 1000 kaki. Gorman menjelaskan bahwa cahaya ini dengan sebutan “ball of light, diameternya kecil, dan ia akan berhenti berkedap – kedip lalu semakin terang ketika menambah kecepatan.

Cahaya tersebut tiba – tiba berbelok tajam ke arah kiri, Gorman mencoba mengikuti namun kalah dalam kecepatan. Cahaya tersebut kembali terbang naik dan membuat satu belokan tajam ke arah kiri kembali. Gorman yang masih mencoba mengejar mencoba memotong jalur cahaya tersebut pada ketinggian 7000 kaki. Namun hal yang tak diduga terjadi cahaya itu membuat satu belokan tajam kanan dan terbang mengarah ke pesawat Gorman. Saat keduanya akan bertabrakan, Gorman segera melakukan gerakan “dive” menghindari cahaya itu.

Keduanya kemudian berbalik arah. Gorman yang tadi menghindar mengarahkan kembali pesawatnya mengejar cahaya tersebut yang kemudian tidak disangka, cahaya tersebut juga sedang terbang menuju Gorman. Kembali mereka hampir bertabrakan tetapi kali ini, cahaya tersebut segera terbang naik melewati Gorman dan terus mendaki langit. Gorman pantang menyerah, ia naikkan hidung pesawatnya mengejar terus cahaya tersebut yang berjarak 2000 kaki darinya. Hanya saja pada ketinggian 14.000 kaki, mesin P-51 Mustang milik Gorman mengalami stall dan tidak bisa meneruskan pengejaran. Cahaya tersebut hilang.

Rupanya kejar mengejar ini disaksikan oleh petugas pengawas udara, L.D Jensen, melalui teropongnya ia menyaksikan bahwa tidak bisa melihat dan menentukan bentuk, rangka disekeliling cahaya tersebut. A.D.Cannon, pilot J-3 Cub, yang telah mendarat di Hector ikut juga menyaksikan peristiwa ini dari darat.

George F Gorman mengakhiri pengejaran pada pukul 21.27 dan mendarat di pangkalan udara Hector. Hanya saja kejadian yang baru dialaminya begitu membuatnya shock dan menegangkan sehingga sebelum mendarat ia terbang memutari pangkalan udara sebanyak dua kali. Pada 23 Oktober 1948, Gorman memberikan pernyataan resmi kepada para penyelidik udara dan merupakan sworn account ( pernyataan sebenar – benarnya ) :

I am convinced that there was definite thought behind its maneuvers. I am further convinced that the object was governed by the laws of inertia because its acceleration was rapid but not immediate and although it was able to turn fairly tight at considerable speed, it still followed a natural curve. When I attempted to turn with the object I blacked out temporarily due to excessive speed. I am in fairly good physical condition and I do not believe that there are many if any pilots who could withstand the turn and speed effected by the object, and remain conscious. The object was not only able to out turn and out speed my aircraft…but was able to attain a far steeper climb and was able to maintain a constant rate of climb far in excess of my aircraft

Translate ver.bebas :

Saya yakin bahwa manuver – manuvernya ( cahaya ) digerakkan oleh satu pikiran yang pasti. Lebih saya yakin bahwa cahaya/objek itu dipengaruhi aturan inertia karena akselerasinya sangat cepat tetapi tidak tiba – tiba dan walaupun mampu berbelok dengan tajam pada kecepatan tertentu, ia masih dalam lengkungan yang alami. Ketika saya mencoba berputar dengan objek itu saya kehilangan kesadaran sementara karena kecepatan yang terlalu cepat. Saya dalam kondisi fisik yang baik dan saya yakin tidak banyak pilot lain dalam kondisi pengejaran itu bisa tetap tersadar. Objek itu bukan hanya bisa mengalahkan manuver dan kecepatan pesawat saya tetapi juga mampu terbang mendaki dan mampu menjaganya diluar kemampuan yang pesawat saya miliki.

FYI. P-51 Mustang merupakan pesawat tempur jarak jauh

Seperti biasa penyelidik udara dalam kejadian ini memberikan beberapa kemungkinan bahwa itu mungkin saja balon cuaca, Canadian Vampire Jet Fighter, yang semuanya tidak bisa gamblang menjelaskan darimana dan apa cahaya itu sebenarnya. Namun para penyelidik udara menemukan bahwa P-51 Mustang Gorman terpapar radioaktif yang melebihi jumlah pesawat lain yang tidak terbang selama beberapa hari ( karena penyelidikan dimulai beberapa hari setelah kejadian ) yang membawa kesimpulan bahwa pada 1 Oktober 1948 Gorman terbang sangat dekat dengan objek yang menggunakan tenaga atom.

Hingga saat ini kasus ini masih belum bisa terjawab.

sumber :
http://www.wikipedia.org
http://www.ufosabout.com
http://www.abovetopsecret.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s