Persib Plus Minus II

Peringkat runner up dengan 2 kekalahan 2 hasil imbang serta 6 kemenangan adalah hasil putaran pertama bagi Persib Bandung di Liga Super Indonesia musim 2013/2014. Sayangnya putaran I tidak ditutup dengan kisah kemenangan karena kemarin (8/5) Persib ditahan Persija yang berada satu tingkat dibawah Maung Bandung pada klasemen.

Catatan lain bagi Persib diputaran pertama adalah memasukkan 17 gol dan kemasukan 8 gol. Mencatatkan 3 kemenangan tandang menjadi catatan lainnya. Kemenangan tandang ini merupakan sesuatu yang asing bagi Persib musim lalu. Pun 2 kemenangan tandang diraih dengan skor yang cukup besar. Pertama mengalahkan Persik Kediri dikandangnya dengan skor 3-1 dan membungkam musuh bebuyutan selama 2 musim, Gresik United juga dengan skor 4-1.

Pencetak gol terbanyak sejauh ini adalah Djibril Coulibaly dengan 5 gol, sementara Ferdinan Sinaga dan Makan Konate berada diposisi 2 dengan torehan gol sama, 3 gol. Supardi Nasir, Ahmad Jufriyanto, Makan Konate, Vladimir Vujovic menjadi pemain – pemain yang paling sering turun sebab dalam mereka selalu turun dalam setiap pertandingan Persib diputaran pertama.

Kekuatan Persib musim ini masih sama seperti musim lalu saat Djajang Nurjaman (Djanur) mengambil tampuk kepelatihan. Mengandalkan dua sayap dengan pola 4-3-3. Musim ini Djanur mencoba menambal kelemahan pada sayap kiri dengan mendatangkan Tantan dan Ferdinan Sinaga. Kehadiran Makan Konate memang memperkuat lini tengah Persib yang sudah tidak bisa mengandalkan Firman Utina seorang. Kedatangan Makan Konate juga memperkuat sayap kanan Persib yang ditempati M.Ridwan, karena pergerakan Makan Konate sangat dominan ke sayap kanan.

Sementara dilini pertahanan Kiper muda M.Natshir melengkapi Made Wirawan dan Shahar Ginanjar. Sementara dijajaran bek tiga wajah baru hadir musim. Ahmad Jufriyanto, Vladimir Vujovic serta Abdulrahman. Duet Jufriyanto – Vujovic selalu dipertahankan Djanur dari pertandingan ke pertandingan lainnya. Hal ini mungkin lebih ke peran Jufriyanto sendiri yang juga bisa diandalkan ketika dalam posisi menyerang. Sementara Vujovic sangat mengandalkan postur tubuhnya yang tinggi dalam bertahan walaupun catatan minus sempat terjadi saat melawan Arema. Hal lain yang menjadi minus Persib dilini pertahanan pada putaran pertama adalah penampilan angin – anginan yang ditunjukkan Tony Sucipto sebagai bek kiri. Rasanya kalau tidak mulai mengandalkan Jajang Sukmara, Djanur perlu mengajukan proposal pembelian pemain baru.

Sepertinya tidak akan menjadi masalah namun keberadaan Djibril yang sangat diandalkan bisa menjadi bom waktu bagi Persib. Sebagai satu – satunya striker yang sangat diandalkan dan bertipe sebagai striker murni, Djibril Coulibaly sayangnya mempunyai cedera kambuhan. Memang Rudiyana mulai diturunkan namun sesekali harus dipasang sebagai pemain pertama bukan datang dari bangku cadangan.

Persib selalu bermasalah dengan permainan lawan yang rapat, disiplin dan bertahan. Semen Padang, Pelita Bandung Raya ( PBR )serta Persija membuktikan mereka sulit dijebol oleh kecepatan – kecepatan yang dimiliki pemain sayap Persib. Kala melawan Semen Padang dan PBR, Persib kalah dan keduanya terjadi di Bandung. Walaupun saat melawan PBR tajuknya adalah partai tandang. Saat melawan Sriwijaya FC dan Persita Tangerang pun Persib dibuat kesulitan dengan permainan bertahan walau dua pertandingan ini masih dalam tahap awal musim yang berarti masih membangun kenyamanan bermain antar sesama pemain.

Perlu menjadi perhatian adalah kebuntuan yang sering terjadi ketika Persib harus mencoba membongkar pertahanan yang rapat. Seringkali Djanur terlihat kehabisan akal. Comeback luar biasa saat melawan Arema memang menjadi eksepsi plus mengingat sebelum menghadapi Persib, pertahanan Arema memang bermasalah terutama ketika pertandingan menginjak babak 2. Entah kenapa Djanur selalu terpatok pada sayap dan meskipun sesulit apapun termasuk ketika lawan memenuhi areal kotak penalti mereka menghalau bola umpan kepada Djibril Coulibaly, Djanur akan selalu mempertahankan serangan dari sayap. Ini adalah masalah yang belum terpecahkan sejak musim lalu.

Mungkin menambah tenaga kreatif di lini tengah akan sedikit membantu Persib. M.Taufiq sejauh ini belum terlihat perannya karena selalu diberikan peran untuk lebih bertahan. Atau Djanur bisa mencoba duet pemain muda M.Agung Pribadi dan Sigit Hermawan ketika kebuntuan terjadi. Djanur wajib memperkaya kreatifitas di lini tengah, apalagi saat ini M.Ridwan sedang mengalami cedera.

Putaran 2 akan dimulai 20 Mei 2014 dengan partai pertama melawan PBR di Bandung. Melihat kepada pertemuan pertama rasanya jalan terjal akan ditemui anak – anak asuhan Djanur. Tetapi menjelang putaran 2, rasanya lebih penasaran untuk menunggu apakah ada “anak hilang” yang akan kembali seperti dijanjikan Sang Manajer??.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s