Immortality

Apa yang anda cari dalam sebuah pertandingan sepakbola? bagi sebagian orang mungkin ingin melihat kerjasama tim yang cantik, bagi sebagian lagi ingin mencocokkan prediksi pribadi bahwa tim yang ia puja memenangkan pertandingan, mungkin sebagian lagi ingin mencari pelipur lara penghapus sepi, mungkin sebagian lagi ( ko banyak sih bagiannya ) memang pemuja permainan sebelas lawan sebelas ini, tapi bagi saya kadang saya mencari sebuah hasil diluar dugaan, ketika peluit panjang mengakhiri pertarungan, saya senang melihat tim yang lebih diunggulkan berjalan tertunduk menuju ruang ganti.

Piala Dunia Brazil 2014 telah menghadirkan itu. Hasil grup B antara Spanyol lawan Belanda, berakhir dengan duka bagi pengusung sepakbola tiki – taka apalagi dengan embel – embel juara bertahan piala dunia 2010. Tak ada yang mengira hasil pertandingan akan setelak itu. Belanda dengan leluasa mengobrak – abrik kotak penalti Spanyol, bahkan penjaga gawang kawakan sekelas Iker Casillas pun sampai membuat blunder. Meski diakhir pertandingan tidak ada trofi yang diserahkan namun Belanda teramat sukses membalaskan dendam 4 tahun silam.

2014-06-13T194932Z_01_TIM218_RTRIDSP_3_SOCCER-WORLD-M03-ESP-NED-13-06-2014-22-06-14-420

Tiki taka semakin dipertanyakan. Barcelona lambat laun kehilangan dominasi di kancah Eropa bahkan musim ini pun mereka kehilangan gelar di Spanyol. Sepakbola Tiki Taka yang dibangun pondasinya oleh Johan Cruyff sebagai manajer dari 1988-1996, diteruskan Louis Van Gaal pada 1997-2000 dan 2002-2003, lantas tetap digunakan pada masa Frank Rijkaard, menyilaukan mata dunia ketika Josep Guardiola menakhodai Lionel Messi dkk pada 2008-2012, semakin mudah dipatahkan pada era Tito Villanova dan Gerardo Martino.

Spanyol dikalahkan oleh sang guru yang mengenalkan mereka Tiki Taka lewat Total Football. Belanda cerdik memanfaatkan kelemahan sisi sayap tiki taka seperti yang pernah dilakukan Jupp Heynckes ketika mengalahkan Barcelona pada semifinal UEFA Champions League 2012-2013. Hal sama juga dilakukan oleh Roberto Di Matteo pada semifinal UEFA Champions League 2011-2012 dengan dominasi pada kedua sisi sayap sehingga Barcelona dipaksa menyerang lewat tengah.

Belanda juga memenangkan pertandingan dengan kecepatan. Materi pemain Spanyol yang nyaris sama seperti pada final Piala Dunia 2010 minus Pedro, Sergio Busquets, David Villa, dan Joan Capdevila kalah bertarung dengan Belanda yang hanya menghadirkan 4 pemain lawas yaitu Robin Van Persie, Arjen Robben, Nigel De Jong dan Wesley Sneijder. Para komentator mengkritik Vicente Del Bosque yang tetap mencoba bermain tiki taka meski skuadnya bertambah 4 tahun lebih tua. Bagi saya selain itu ada juga faktor Diego Costa yang rasanya belum paham betul dan menyatu, kenapa tidak Fernando Torres atau formasi 4-6-0 ketika Spanyol melawan Italia pada laga awal Piala Dunia 2010 kembali dihadirkan.

Kejutan lain hadir ketika peringkat 4 Piala Dunia 2010, Uruguay, mengejutkan publik ketika harus tunduk dari Kosta Rika. Oscar Washington Tabarez gagal kembali menghadirkan magis 4 tahun lalu ketika harus berhadapan dengan Jorge Luis Pinto dengan prestasi juara Piala Amerika Tengah (Copa Centroamericana) tahun 2013.

Meski ada istilah “lupakanlah masa lalu” tetapi tak salah kalau kita tetap berpatokan kepada masa lalu karena baik dari kedua pelatih dan kedua kesebelasan masih dihuni, sebagian besar, oleh wajah – wajah yang 4 tahun lalu memukau publik dunia. Kemudian jika kita bertanya secara sederhana apa yang terjadi dengan Spanyol dan Uruguay, jawabannya tentulah tiada satupun yang abadi didunia ini.

Ketiadaan dalam keabadian jua lah yang rasanya akan menjadi hasil – hasil yang mengejutkan dalam Piala Dunia termahal ini. Pertandingan kedua semua grup akan lebih menarik, karena sangat menentukan faktor kelolosan apalagi bagi negara yang pada pertandingan pertama mengalami kekalahan. Satu poin pun sangat krusial bagi setiap kontestan dalam pertandingan kedua. Tapi tetap berharap kisah david vs goliath kembali hadir dengan david sebagai pemenang. Karena itulah bagi saya sisi menarik dari sepakbola.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s