Los Ticos

Kosta Rika. Negara dari Amerika Tengah yang lolos ke Piala Dunia Brazil 2014 setelah menjadi runner up kualifikasi babak 4 Piala Dunia zona Concacaf. Costa Rica yang berarti pantai yang kaya, menambah kekayaan mereka dengan menjadi negara keempat yang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia Brazil 2014. Mereka meraih kemenangan atas peringkat 4 Piala Dunia 2010 dan Juara Piala Dunia 2006.

Tak ada yang mengira Kosta Rika justru menjadi wakil grup D sebab disini berkumpul para mantan juara, Inggris, Italia dan Uruguay. Plus nama – nama pemain mereka lebih dikenal dibandingkan Bryan Ruiz. Striker yang menghabiskan banyak musim bermain di Eredivisie bersama Twente, lalu hijrah ke Inggris bersama Fulham dan kembali lagi ke Belanda pada musim ini sebagai pemain pinjaman PSV Eindhoven.

Bahkan menjadi juara adalah sesuatu yang telah lama tidak dirasakan kembali setelah pada tahun 1969 mereka menjadi juara Piala Concacaf. Mereka hanya sukses dilevel regional dalam kompetisi Copa Centroamericana dengan gelar terakhir pada 2013. Belum lagi catatan ujicoba mereka menjelang Piala Dunia Brazil 2014 terbilang buruk. Selama tahun 2014 mereka hanya sekali menang atas Paraguay, imbang dengan Irlandia dan selebihnya kalah. Hasil yang melambungkan harapan jurnalis http://www.mirror.co.uk bahwa Italia akan menghajar Kosta Rika dan Inggris akan membabat negara dengan populasi 4 juta ini.

Sepakbola adalah suatu ketidakpastian. Kembali dini hari tadi, Kosta Rika membuktikan hal ini. Semua petaruh akan memenangkan Italia. Tetapi dilapangan justru Keylor Navas dkk-lah yang pada akhir pertandingan bersorak gembira. Mereka menekan Italia selama pertandingan hingga puncaknya pada menit-44 sundulan Bryan Ruiz merobek gawang Gianluigi Buffon. Tidak butuh goal-line technology untuk mengesahkan gol tersebut meskipun bola memantul kembali keluar gawang.

Italy v Costa Rica: Group D - 2014 FIFA World Cup Brazil

Kosta Rika kembali menghadirkan kisah para underdog yang hanya dianggap pelengkap sebuah grup akan tetapi justru mengangkangi negara – negara yang memandang mereka sebelah mata. Pada piala dunia 1994, Bulgaria lolos ke semifinal setelah berhasil mengatasi Argentina, Jerman, Meksiko walaupun pada akhirnya mereka tumbang ditangan Roberto Baggio dkk dan pulang dengan membawa gelar juara 4 setelah dikalahkan Swedia.

Piala Dunia 1998 menghadirkan Kroasia. Davor Suker, Robert Prosinecki, Zvonimir Boban adalah nama – nama yang menghiasi kancah kompetisi – kompetisi eropa saat itu. Tetapi tetap saja tidak ada yang menyangka mereka lolos ke semifinal sebelum dihentikan tuan rumah Prancis. Walau nasib mereka lebih baik karena pulang dengan gelar juara 3 setelah mengalahkan Belanda.

Salah satu tuan rumah Piala Dunia 2002, Korea Selatan benar – benar memanfaatkan dukungan bermain dirumah sendiri. Portugal, Polandia mereka lewati difase grup. Italia dan Spanyol mereka kalahkan sebelum Jerman memupus niat mereka lolos ke final. Perebutan tempat ke-3 gagal mereka dapatkan setelah dikalahkan wakil Eropa yang juga tidak terlalu diduga dapat melangkah jauh, Turki.

Ukraina dengan bintangnya Andriy Shevchenko berhasil melangkah ke perempatfinal pada Piala Dunia 2006. Italia menghancurkan harapan mereka. Meski begitu tidak ada dugaan yang kuat bahwa mereka mampu lolos sejauh itu.

Piala Dunia 2010, Ghana yang menjadi bintang diantara para underdog. Walau kembali terhenti diperempatfinal oleh Uruguay seperti nasib Ukraina tetapi tidak ada yang meragukan kekuatan mereka. Pertandingan perempatfinal yang ditandai dengan diusirnya Luis Suarez karena menghadang bola dengan tangan tepat digaris gawang. Kejadian yang membuatnya pahlawan sekaligus pesakitan.

Inilah sepakbola yang selalu membalikkan semua pendapat, memutar balik fakta yang tersaji dengan sebuah kesimpulan yang tidak diduga. Sejatinya kisah the underdogs ini haruslah ada sejauh mana mereka melangkah kadang tidak jadi permasalahan tetapi para underdogs ini membawa pesan penting bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup selama kita mau berusaha dan bermimpi. Bravo Los Ticos.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s