Just Maybe

Diam dirumah, dengan koneksi internet terbatas, acara tv yang terus menerus diulang, selama memulihkan kembali kesehatan ternyata membuat bosan. Walau ada juga beberapa hal yang kemudian menjadi perhatian setelah sebelumnya abai. Tapi saya tidak akan menulis sesuatu tentang timnas U-19 meskipun salah satu faktor kebosanan saya diam dirumah yang kemudian menjadi kekecewaan ditimbulkan oleh kegagalan Evan Dimas dkk pada turnamen yang seharusnya (menurut prediksi penonton) bisa dilewati dengan mudah.

Satu hal yang kembali menjadi fokus adalah misteri dunia mengenai UFO ( Unidentified Flying Object). Selama ini saya luput akan satu hal dan lantas sesuatu yang terlewatkan ini menjadi pertanyaan dibenak “mengapa banyak sekali penampakan UFO terjadi di Amerika Serikat?”. Bahkan berbagai kisah UFO populer dan legendaris banyak bermunculan dari negeri pamannya si Sam ini. Saya mencoba mencari jawab namun hanya sedikit yang muncul.

Jawaban nomor 5 yang saya temukan melalui perenungan (nomor 1 – 4 masih dicari) adalah mungkin UFO senang akan publisitas. Kita tahu bahwa media – media Amerika mempunyai jaringan yang luas. Bahkan sebelum teknologi media seperti sekarang, Amerika Serikat telah melabeli dirinya dengan “super power” yang membuat perhatian dunia tertuju pada mereka.

Publisitas bukan hanya pada berita semata, tetapi juga lewat film – film yang konstan diproduksi oleh Hollywood. Bahkan setiap tahun ada saja film bergenre fiksi ilmiah berkisah makhluk angkasa luar. Beberapa film bahkan menjadi legendaris seperti alien yang kayak lagi flu karya Steven Spielberg “ET” atau juga “Alien” dibintangi Sigourney Weaver.

Meski para alien ini tidak menikmati royalti tetapi tentunya kalau mereka menyadari pasti senang juga. Terkenal gitu loh, sama seperti di Indonesia. Cuma kalau disini lebih mengangkat konten lokal seperti tuyul, kuntilanak, genderuwo. Sayangnya mereka tidak menandatangani kontrak ataupun hak siar.

Tapi saya tidak mengatakan bahwa mereka semua hanya rekaan industri perfilman. Hanya begitu “mereka” sudah sangat mengakar dalam kehidupan kita walau kita masih belum tahu kebenaran yang pasti tentang identitas “mereka”. Sehingga apapun tentang “mereka” bisa sangat menjual bahkan Bigfoot pun menjadi bintang iklan. Sepertinya “mereka” tahu tentang bagaimana hebohnya manusia ingin mengetahui dan berkenalan tetapi cerdiknya mereka adalah tetap menjaga level “misteri” yang ada dalam kisah mereka. Bahkan bukan hanya film, bermunculan juga para ahli yang meneliti walaupun semuanya hanya sebatas prediksi saja. Hanya saja mudah-mudahan mereka tidak tergoda untuk menaikkan level kepopuleran mereka dan melakukan sinetron striping seperti tukang bubur yang entah kapan pulang naik hajinya.

Ini hanya buah pikiran nakal saya mungkin saking gregetnya pengen tahu siapa sih aslinya “mereka” itu.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s