Asian Games : Indonesia Siap?

Countdown untuk timnas U-23. Tim yang dibesut oleh Aji Santoso akan memainkan laga pertama pada pentas Asian Games 2014 Korea Selatan. Andrittany dan kawan pada pertandingan perdana akan menghadapi mantan saudara kandung, Timor Leste. Negara yang memutuskan untuk berpisah dari Indonesia setelah melalui referendum pada tahun 1999 menjalani turnamen empat tahunan negara – negara Asia untuk kali pertama.

Timnas U-23 beranggotakan para pemain muda yang diambil dari mayoritas peserta Indonesia Super League. Persebaya menjadi klub yang terbanyak mengirimkan pemain. Total lima orang pemain asal Persebaya dimulai dari Alfin Tuasalamony, Manahati Lestusen, Dedi Kusnandar, Novri Setiawan dan Fandi Utomo. Rataan umur para pemain adalah 7 orang pemain berusia 22 tahun, 6 orang pemain berusia dibawah 22 tahun. Mereka akan “dibimbing” oleh tiga pemain senior yaitu Ahmad Jufriyanto, Victor Igbonefo dan Ferdinan Sinaga.

Sejak bulan Maret 2014 total 10 kali ujicoba sudah dijalani timnas U-23 sebagai persiapan menuju Asian Games. Hasil ujicoba Indonesia meraih 3 kali kemenangan, 3 kali imbang, dan 4 kekalahan termasuk selama berujicoba dengan tiga klub Serie A AS Roma, Lazio, dan Cagliari.

0000178073

Menimbang peluang yang dimiliki Indonesia pada gelaran Asian Games 2014 jika melihat calon lawan di Grup E, hanya Thailand yang paling berpeluang merepotkan Indonesia. Timor Leste adalah debutan. Sedangkan Maladewa baru muncul dalam 3 penyelenggaraan terakhir Asian Games yakni pada tahun 2002, 2006 dan 2010. Dari 3 kali keikutsertaan Maladewa hanya menghasilkan poin 2 pada Asian Games 2010 dengan menahan imbang Pakistan dan Thailand. Dua turnamen sebelumnya, dilalui Maladewa dengan menjadi lumbung gol. Namun Indonesia mesti waspada karena Maladewa semakin naik grafik performanya. Meski hanya debutan, Timor Leste kerap bertemu Indonesia baik dilevel senior atau junior. Selama dua kali pertemuan tahun lalu, Timor Leste mampu menahan imbang Indonesia.

Aji Santoso adalah seorang pelatih yang tidak asing lagi dengan timnas level usia. Pada tahun 2012-2013, pelatih yang semasa aktif menjadi pemain beroperasi sebagai bek sayap ini pernah juga menangani timnas U-23. Memang sejauh ini belum ada prestasi yang dihasilkan, tetapi pria kelahiran Malang ini tetap dipercaya oleh PSSI untuk membesut timnas. Dari 10 kali ujicoba timnas kelihatan belum terlalu berkembang. Apalagi dalam tiga ujicoba terakhir di Italia, Indonesia kerepotan. Baik secara strategi maupun taktik ketika itu belum merefleksikan adanya harapan. Aji Santoso adalah kader muda dalam jabatan pelatih. Sejak tahun 2011 ia bolak balik menangani timnas. Hanya memang sejauh ini belum menggembirakan untuk Aji Santoso. Asian Games bisa ia jadikan sebagai monumen kerja kerasnya ditimnas asalkan ia mampu menggerakkan anak – anak muda ini untuk meraih yang terbaik.

Telah lama sekali sejak Indonesia berprestasi di Asian Games. Mengawali kiprah pada tahun 1954, Indonesia lolos dari babak grup setelah mengalahkan Jepang dan India. Namun menyerah dibabak semifinal ketika dikalahkan Cina dengan skor 4-2. Dalam tulisan “Cerita Sepakbola Indonesia di Ajang Asian Games” tulisan Aqwam F Hanifan inilah momen dimana Indonesia mendapatkan gelar “Macan Asia”. Indonesia hanya menempati peringkat empat setelah pada pertandingan perebutan medali perunggu dikalahkan Burma.

Empat tahun kemudian, pada Asian Games 1958 Jepang. Timnas Indonesia berhasil lolos ke babak perempatfinal setelah menundukkan Burma dan India. Babak perempatfinal, Indonesia masih melenggang dengan mengalahkan Filipina. Hanya saja, Cina kembali menjadi batu sandungan Indonesia dibabak semifinal. Prestasi Indonesia membaik di Tokyo setelah berhasil menyabet medali perunggu lewat 4 gol ke gawang India.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Butuh 28 tahun untuk Indonesia kembali bisa meraih prestasi. Setelah beberapa kali absen di ajang Asian Games, pada tahun 1986 dimotori Adolof Kabo, Yonas Sawor dan Ricky Yakobi. Indonesia meraih hasil imbang melawan qatar, menang atas Malaysia dan kalah dari Arab Saudi difase grup. Maju ke perempafinal sebagai runner up, Indonesia bertemu dengan Uni Emirat Arab. Hasil imbang 2-2 diwaktu normal disimpulkan Indonesia menjadi kemenangan pada babak adu penalti. Sayang 2 hari kemudian Indonesia harus kalah 0-4 dari tuan rumah Korea Selatan. Bahkan pada perebutan medali perunggu Indonesia kembali kalah kali ini oleh Kuwait.

Setelah kembali absen sekian lama, Indonesia kembali tampil di Asian Games 2006 yang diselenggarakan di Qatar. Namun Indonesia tidak melangkah jauh. Terhenti dibabak grup, setelah kalah oleh Suriah, Iraq hanya mampu meraih hasil imbang atas Singapura.

Asian Games Cina pada tahun 2010, Indonesia kembali absen. Pada tulisan Aqwam H Hanifan, ia mempertanyakan keikutsertaan Indonesia di Asian Games yang kerap absen dan seperti hanya menghindari sanksi AFC. Keseriusan PSSI memang dipertanyakan karena tidak ada kontinuitas dari kompetisi ini dengan seringnya Indonesia melewatkan kesempatan berlaga. Padahal Asian Games adalah ajang yang perlu dimanfaatkan sebagai pendadaran anak – anak muda yang dikompetisi dalam negeri pun seringkali tak diberi kesempatan tampil. Apakah PSSI saat ini hanya ber-euforia timnas U-19?. Karena timnas U-21 untuk kualifikasi Olimpiade pun dibentuk secara mendadak dan tidak direncanakan sejak jauh hari.

Walau begitu, sebagai pendukung, saya akan tetap menonton. Tapi biasanya kesan pertama yang akan menentukan segalanya. Semoga Aji Santoso bisa.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s