AFC Cup : Persipura, Keep Fighting

Hanya butuh dua gol saja nanti di Jayapura pada tanggal 30 September 2014. Dua gol saja dan Persipura akan mengukir sejarah sebagai klub Indonesia pertama yang masuk final AFC Cup. Bahkan klub Indonesia pertama yang berlaga di final kompetisi resmi Federasi Sepakbola Asia ( AFC ).

Lawan Persipura, Qadsia SC, sudah menebar kegugupan mereka untuk berlaga di Jayapura. Target untuk mencetak banyak gol di kandang tercapai dengan lesakan 4 gol ke gawang Yoo Jae Hoon. Hanya saja paniknya bek mereka plus gol curva indah Titus Bonai, tidak menjamin satu tempat di final begitu wasit meniup peluit panjang pada 16 September kemarin di Al-Kuwait Sports Stadium.

Seakan semua orang berharap, 7 gol ke gawang Kuwait SC di Jayapura akan terulang. Karena waktu itupun ketika di Kuwait, Persipura kalah. Tetapi tidak ada yang bisa memastikan. Walau hilang fokus dan kehabisan tenaga saat babak kedua Leg pertama melawan Kuwait SC diperlihatkan kembali oleh Persipura ketika tak mampu membendung permainan cepat Qadsia dibabak kedua. Intinya skenario sama. Tetapi apakah leg kedua akan berjalan mulus? Masih tanda tanya.

Persipura boleh bergantung kepada kondisi fisik lawan yang terkuras menempuh penerbangan jauh dari Kuwait ke Jayapura. Bisa juga bergantung kepada cuaca panas khas Papua. Namun sepertinya lawan pun akan belajar dari pengalaman Kuwait SC, klub yang 3 kali menjadi juara AFC Cup, yang harus menanggung malu dengan selisih gol 9-4. Pelatih Kuwait SC sehabis pertandingan mengeluhkan pemainnya yang sudah terlebih dahulu kelelahan sebelum bertanding.

Bukan hanya faktor cuaca dan durasi penerbangan lama yang dijadikan pegangan Persipura, tetapi juga bagaimana mereka harus bisa membendung dan memutus serangan lawan ketika mulai menaikkan tempo permainan. Persipura keteteran di leg pertama ketika Qadsia SC memainkan sepakbola menyerang, mengalirkan bola dengan cepat ke depan tanpa memainkan ke tengah. Nyaris peran gelandang bertahan Persipura pada babak kedua Leg pertama tidak terlihat karena semua menunggu, berkumpul jauh diarea pertahanan hanya menghalau bola yang datang.

Sejak masa depan adalah misteri, maka Jakcsen F. Tiago pun perlu memikirkan opsi formasi dan strategi cadangan, ketika arus permainan berubah arah. Termasuk bagaimana menjaga dengan baik si “papan pantul” Danijel Subotic. Rasanya hanya mengandalkan formasi 4-3-3 agak riskan. Kecuali jika pada babak pertama 30 September nanti Persipura sudah unggul 3 atau 4 gol.

Kisah ini masih tanda tanya akhirnya tetapi pastinya happy endinglah yang diharapkan. Hanya butuh dua gol saja untuk Persipura untuk melenggang ke final tetapi tanpa kebobolan.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “AFC Cup : Persipura, Keep Fighting”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s