Preparatory Tournament (hilang arah)

Terdorong rasa penasaran kemarin mengenai Piala AFF U-19 dan juga kebetulan kami bahas di radio dalam acara merumput semalam, pagi ini kembali buka beberapa situs dari mulai aseanfootball.org, wikipedia, forum bigsoccer, dan yang lainnya mengenai turnamen ini. Semalam saya diingatkan bahwa Piala AFF U-19 tahun ini adalah preparatory tournament ( turnamen persiapan ) menjelang Piala Asia U-19 yang saat ini masih berlangsung. Memang agak hilang arah dan saya pun menyebutkan bahwa Indonesia gagal mempertahankan gelar Piala AFF U-19.

Hilang arah karena sempat tak peduli dengan kiprah timnas U-19 B yang dikirimkan ke Vietnam bulan September 2014 sebagai pengganti timnas U-19 utama karena harus menjalani TC di spanyol pertengahan September lalu. Ketidakpedulian membuat keterkejutan ketika membuka youtube mencari rekaman pertandingan timnas U-19 malah yang muncul ketika dipermak Thailand 2-6 di Piala AFF 2014. Hanya hilang arah juga dialami BTN dan PSSI, setelah membaca dari beberapa sumber, dalam Piala AFF U-19 tahun 2014.

Piala AFF U-19 mempunyai format yang unik. AFF sebagai organisasi sepakbola Asia Tenggara menggelar ajang ini setiap tahun (annual). Pada awalnya ini merupakan turnamen untuk pemain U-20 tetapi sejak turnamen tahun 2008 di Thailand diperuntukkan bagi para pemain U-19. Keunikan formatnya adalah pesertanya yang berubah – rubah. Rupanya AFF menyesuaikan turnamen ini dengan Piala Asia U-19 (AFC U-19 Youth Championship). Jadi jika pada tahun tertentu ada negara Asia Tenggara yang lolos ke Piala Asia U-19 maka AFF tidak akan mengundang seluruh negara Asia Tenggara tetapi hanya negara yang lolos ke Piala Asia plus negara – negara undangan yang biasanya negara dari kawasan asia lain. Seperti Cina, Korea Selatan, dan Australia pada tahun 2008. Tahun 2010 Korea Selatan dan Cina serta tahun 2012 Iran, Uzbekistan, dan Australia yang diundang. Tahun ini hanya Jepang yang diundang karena lima negara Asia Tenggara yaitu Thailand, Australia, Vietnam, Indonesia dan tuan rumah Myanmar bermain di Piala Asia. Inilah kemudian yang disebut preparatory tournament.

454245_gallery

Dalam preparatory tournament format kompetisi juga menyesuaikan. Bisa satu grup atau dua grup lengkap dengan semifinal dan final seperti pada tahun 2014. Hal ini juga menyesuaikan pada jumlah negara Asia Tenggara yang lolos ke Piala Asia U-19.

Mungkin tujuan AFF menyesuaikan kompetisi dengan Piala Asia bertujuan baik agar negara – negara Asia Tenggara yang lolos ke Piala Asia terasah kemampuannya. Karena negara undangan pun merupakan negara yang akan menjadi calon lawan di Piala Asia U-19. Tetapi jika juara adalah titik ukur keberhasilan maka AFF selama ini gagal. Karena dalam preparatory tournament tahun 2008, 2010, 2012 dan 2014, tidak ada negara Asia Tenggara yang berhasil menjadi juara. Paling banter hanya menjadi runner up seperti Thailand pada tahun 2010. Kebanyakan hanya jadi juara ke-4. Tahun ini pun Jepang yang menjuarainya.

Menjadi pertanyaan apakah ini masuk dalam hitungan Piala AFF U-19 seperti yang dimenangkan Evan Dimas dan kawan – kawan pada tahun 2013? Jika melihat pada komitmen AFF bahwa ajang kompetisi untuk negara Asia Tenggara level usia 19 tahun diadakan tahunan maka meskipun disebut preparatory, ya ini masuk hitungan dan bisa dibilang bahwa Indonesia gagal mempertahankan gelar. Dikarenakan tidak ada Piala AFF U-19 lagi yang diadakan tahun 2014.

Mungkin bagi kebanyakan penonton sepakbola, tidak terlalu ngeh karena ada kata preparatory tersebut. Namun itulah memang yang telah dirancang oleh AFF bahwa jika ada Piala Asia hanya negara kontestan saja yang bermain. Agak aneh memang jika dilihat dari segi pembinaan para pemain U-19. Jika begini maka sedikit menghambat perkembangan para pemain U-19 di Asia Tenggara dalam sudut pandang kompetisi.

Sedangkan kehilangan arah PSSI & BTN adalah dengan membentuk timnas U-19 B padahal sejak Mei lalu AFF telah mengumumkan adanya turnamen ini. Kenapa tidak mengirimkan timnas U-19 utama kesini malah memberangkatkan “cadangan” dengan target tidak jelas. Sekedar memenuhi undangan. Seingat saya tidak ada pemain timnas U-19 B yang bergabung dengan timnas U-19 asuhan Indra Sjafri. Memang sejak awal tahun 2014 PSSI sudah membuat program ujicoba timnas U-19 dengan menggandeng beberapa promotor. Promo tour??

sumber :

wikipedia.org
aseanfootball.org
goal.com
simomot.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s