Semifinal ISL 2014 Review

Kami Rindu Juara. Berkali – kali kaus yang dipakai oleh seorang bobotoh itu disorot kamera ketika Achmad Kurniawan harus memungut bola dari gawangnya. 19 tahun bukanlah waktu yang sebentar tapi lama, cukup mengantarkan seseorang ke fase remaja. Kerinduan 19 tahun itu hampir terjawab sesaat setelah Persib memastikan melangkah ke final menantang dominasi Persipura Jayapura.

Format Liga Super Indonesia musim 2014 dikembalikan menjadi dua wilayah setelah adanya tambahan peserta dari Liga Primer Indonesia musim lalu. Total 22 klub membuat PT.Liga Indonesia membagi rata jumlah peserta ke dalam dua grup yang kemudian akan secara bertahap dikurangi sehingga jumlah ideal akan kembali tercapai yaitu 18 klub. Namun pembagian grup ini bagi duo Bandung kembali menghadirkan kisah Liga Indonesia musim 1994/1995 yakni ketika Persib dan Bandung Raya ( kini Pelita Bandung Raya ) melangkah ke babak 8 besar. Memang ketika itu Bandung Raya terhenti dibabak 8 besar, sementara Persib meraih gelar juara pertama kompetisi yang menggabungkan perserikatan dan galatama.

Selasa, 4 November 2014, Stadion Jakabaring Palembang menjadi saksi sejarah 19 tahun lalu itu terulang. Duo Bandung sama – sama masuk ke semifinal meski menghadirkan kisah yang berbeda. Kolektivitas permainan Pelita Bandung Raya ( PBR ), rapatnya pertahanan mereka, darah – darah muda, serta kejeniusan Dejan Antonic tidak cukup membawa mereka ke babak final. Juara bertahan, Persipura, masih terlalu tangguh. Sementara Persib yang memulai pertandingan dengan lambat membuktikan diri pantas maju ke final.

Pergantian Pemain Menjadi Kunci

Duet Bandung memulai laga mereka dengan pola yang sama. Bermain defensif, membiarkan lawan menguasai bola, dan mencari celah lewat serangan balik cepat. PBR lewat David lally dan T.A.Musafri sementara Persib melalui Tantan, M.Ridwan, dan Ferdinan Sinaga. Secara kebetulan kedua lawan mereka baik Persipura maupun Arema mempunyai tipikal permainan cepat, mengalirkan bola dari kaki ke kaki dan produktivitas gol yang baik.

Babak I bagi kedua klub berjalan baik karena strategi counter attack masih menjaga skor 0-0. Kedua kreator serangan kedua kubu juga sama – sama “tersandera”. Kim Jeffrey Kurniawan dari PBR tidak bisa banyak bergerak karena harus berhadapan dengan Gerard Pangkali dan Robertino Pugliara sedangkan Konate Makan dari Persib harus mempunyai tugas ganda selain membantu serangan juga tidak bisa lepas menjaga Gustavo Lopez dari Arema.

PBR masih mampu merepotkan Persipura hingga menit-65. Dejan Antonic, pelatih PBR, tetiba mengurangi kekuatan pertahanan lini tengah dengan mengganti Rizky Pellu dengan winger Wawan Febrianto. Hal yang cukup dipertanyakan karena menit-53, Persipura memasukkan Yohanes Ferinando Pahabol, striker yang mampu menekan pertahanan lawan lewat kemampuannya mengendalikan bola. Pergantian posisi antara David Lally dan T.A.Musafri pun menjadikan celah lain bagi PBR yang sejak menit pertama tidak menurunkan Boban Nikolic, bek Serbia yang sepanjang musim menjadi andalan PBR dilini pertahanan.

Hanya berselang tiga menit setelah Rizky Pellu keluar, Boaz Solossa berhasil menjadikan skor 1-0 untuk Persipura, ketiadaan wingback kanan dan penghadang Boaz sedari dini membuat ia leluasa memberikan bola ke sisi kiri ke Robertino Pugliara yang mengembalikan bola ke Boaz setelah ia tak terkawal karena Nova Arianto fokus menghadang Robertino. Dennis Romanovs, kiper Latvia andalan PBR, tidak kuasa menahan bola yang diarahkan ke sisi kiri gawangnya.

Tiga menit berselang sebuah pelanggaran didepan kotak penalti PBR, kembali dikonversi menjadi gol lewat tendangan bebas Boaz Solossa. Kembali bola diarahkan ke sisi kiri gawang Dennis Romanovs. 2-0 untuk Persipura.

015813500_1415111785-Persipura-vs-PBR-041114-bean-5

Setelah tertinggal dua gol, Dejan Antonic memasukkan Boban Nikolic menggantikan David Lally. Wajar agar Persipura tidak menambah gol dan juga PBR telah menempatkan tiga pemain bertipe winger dilapangan. Hanya saja David Lally sudah tidak efektif bahkan sebelum gol pertama Persipura terjadi. Ia lebih banyak memainkan bola mencoba melewati hadangan lawan meskipun itu berarti PBR harus kehilangan momentum dalam sebuah serangan.

Persib mencoba mengulang kejadian saat mereka menahan imbang Arema di Malang pada 25 Mei 2014. Persib menyimpan Ferdinan sendiri didepan, melalui umpan – umpan panjang diharapkan ia mampu mengulang dwigolnya ke gawang Kurnia Meiga Mei lalu. Hingga menit -10 Persib masih mampu meladeni permainan laskar “kera ngalam” tapi setelah itu Arema memegang kendali lewat skill Gustavo Lopez.

Memang Persib sesekali bisa melepaskan umpan jauh ke depan yang diterima dengan baik oleh Tantan dan Ferdinan, mengajak bek – bek Arema untuk beradu cepat. Victor Igbonefo, bek Arema, sesekali terpaksa melanggar para penyerang Persib. Namun hingga babak pertama usai, Penjaga gawang Persib, I Made Wirawan, harus memperagakan beberapa kali aksi kontras dengan Achmad Kurniawan, penjaga gawang Arema yang santai.

Babak II Arema langsung menghentak dengan gol Alberto Goncalves hasil kreasi Gustavo Lopez di menit-46. Persib terhenyak dan mencoba bangkit. Hanya belum bisa lepas karena motor serangan, Makan Konate masih membagi konsentrasi antara menyerang dan menjaga Gustavo Lopez. Ketiadaan gelandang bertahan murni sejak M.Taufiq yang diturunkan menambah kesulitan Maung Bandung.

Faktor Vujovic

Pemain bertahan Montenegro ini pasca Persib tertinggal, bisa dibilang mengambil alih peran motivator dengan terus – terusan ikut naik membantu serangan. Bahkan gol penyeimbang pun lahir dari kaki pemain berusia 32 tahun ini. Rupanya selepas kesalahan yang mengakibatkan kesalahannya sehingga gawang Persib kebobolan, peran “motivator” tersebut mampu membangkitkan semangat anak – anak Maung Bandung.

Kondisi ini juga dipengaruhi dengan masuknya Hariono dimenit-58 yang mampu mengambil alih peran sebagai pengunci gerakan Gustavo Lopez sehingga Makan Konate bisa sedikit melupakan Lopez dan fokus menyerang. Serangan Maung Bandung mulai intens dan seringkali berbuah corner kick.

konate_arema_jatnika_5aa9651

Intensitas serangan semakin nyaman dilakukan ketika secara bertahap, Arema mengganti Gustavo Lopez dengan seorang gelandang bertahan, dan juga menempatkan Benny Wahyudi menggantikan Thierry Gathuessi. Lebih ke rasa aman jika melihat pergantian yang dilakukan Arema karena hingga 10 menit menjelang pertandingan berakhir Persib belum bisa membalas.

Hanya saja, Persib mulai diatas angin pada menit-83 ketika Vujovic menyambar bola umpan Makan Konate tepat didepan gawang Arema. Skor imbang. Arema yang telah siap berpesta harus kembali memfokuskan diri mengejar kemenangan.

Pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Konsentrasi Arema yang masih belum pulih plus celah disisi kiri pertahanan dimanfaatkan oleh Makan Konate dengan mengirim umpan datar yang disambut sepakan Atep di menit pertama perpanjangan waktu. 2-1 untuk Persib.

Arema semakin tertekan. Karena Persib semakin menguasai pertandingan lewat penguasaan bola. Situasinya berbalik. Meski sempat dimenit akhir babak pertama perpanjangan waktu Alberto Goncalves hampir menyamakan kedudukan. Persib semakin percaya diri dan mengganti gelandang serang, Firman Utina dengan gelandang bertahan, M.Agung Pribadi.

Menit – 112 babak kedua perpanjangan waktu bisa dibilang pertandingan telah usai ketika Makan Konate memanfaatkan backpass tidak sempurna bek Arema dan menjebol gawang Arema. Hingga pertandingan berakhir skor tak berubah, Persib melaju ke final.

Final LSI 2014 akan dilaksanakan di Stadion Jakabaring Palembang melenceng dari niatan PT.Liga semula ketika mengatakan final akan digelar di SUGBK Jakarta. Memang bila dilihat dari segi recovery sudah ideal. Hanya saja semalam pun kita menyaksikan bahwa udara Palembang masih belum bersih dari kabut asap yang selain mengganggu kenikmatan menonton di televisi, pastinya bisa berakibat buruk pada kesehatan pemain.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s