ISL 2014 Final Preview

Ribuan bobotoh telah bergerak menuju Palembang. Final Liga Super Indonesia tinggal berhitung jam. PSSI akhirnya memutuskan untuk tetap menggunakan stadion Jakabaring Palembang. Positif jika dipandang dari sudut hemat biaya dan recovery fisik para pemain. Hanya saja dari sudut pandang bahwa ini merupakan puncak dari kompetisi nasional terasa kurang greget karena bagaimanapun SUGBK masih merupakan stadion yang merepresentasikan bangsa.

Duel kedua tim di final Liga Super Indonesia 2014 merupakan final ideal karena perwakilan dari dua grup, barat dan timur. Persib Bandung dan Persipura Jayapura dibabak reguler / penyisihan, sama – sama menempati runner up. Rekor kebobolan kedua klub ini tidak terpaut jauh. Sampai dengan babak 8 besar Persib kebobolan 28 gol, Persipura kebobolan 21 gol. Jika diperbandingkan dengan rekor memasukkan ada sedikit gap, Persib mencetak 56 gol, sementara Persipura 45 gol.

Melihat kemampuan para pemain maka kita bisa lihat lumayan berimbang. Persipura mempunyai andalan dilini belakang Pierre Bio Paulin beserta barisan pemain muda seperti Dominggus Fakdawer, Ruben Sanadi, Yustinus Pae, Ronny Esar Beroperay dan beberapa nama lainnya. Ditopang dengan lini tengah yang kuat menghadang serangan lawan dengan andalan pemain asing Lim Jun Sik, Gerard Pangkali dan Immanuel Wanggai tanpa melupakan kreator Robertino Pugliara. Sedangkan barisan penggedor pertahanan lawan diisi nama – nama yang sudah tak asing seperti Boaz Solossa, Titus Bonai, Yohanes Pahabol, Ian Kabes yang semuanya mempunyai kapabilitas untuk meneror pertahanan lawan dan mampu menjadi goal getter.

Pangeran Biru, Persib Bandung, di lini belakang diisi kuartet yang sepanjang musim mampu diandalkan. Vladimir Vujovic, pemain bek yang dalam beberapa kesempatan juga bisa menjadi pendulang gol, Ahmad Jufriyanto, Supriadi dan Tony Sucipto. Barisan gelandang, biasanya diisi tiga gelandang, sejauh ini mampu memperlihatkan peran mereka. Dari mulai Hariono, M.Taufiq, Firman Utina, Atep, M.Ridwan, Makan Konate hingga pemain muda M.Agung Pribadi. Sementara didepan Persib mengandalkan striker Ferdinan Sinaga, Tantan, Djibril Coulibaly.

Kedua tim mempunyai pola serangan yang sama yaitu mengandalkan serangan dari sayap dengan kecepatan. Kedua tim juga mengandalkan kreasi permainan lewat gelandang asing, Persipura lewat Robertino Pugliara dan Persib melalui Makan Konate.

persipura-vs-persib-ifinal-isl_bandungbisnis2

Secara prestasi Persipura memang diatas angin. Mereka adalah juara bertahan dan selama beberapa musim, terutama ketika Jacksen F Tiago menjadi pelatih, berhasil mempertahankan dominasi atas klub – klub lain. Namun kini arsitek asal Brazil itu sudah tidak mendampingi lagi Persipura sejak pertandingan ke-5 babak 8 besar. Mettu Duaramuri dan Chris Yarangga, caretaker Persipura, juga tidak banyak melakukan perubahan bahkan cenderung mempertahankan skema permainan Jacksen F Tiago. Meskipun begitu, skema permainan ini sudah fasih dimainkan para pemain Persipura karena sejak era Jacksen sampai dengan ia dilepas klub berjuluk Mutiara Hitam ini, tidak banyak pergantian pemain yang dilakukan dari musim ke musim.

Persipura adalah tim yang kuat namun juga bukan berarti tanpa cela. Barisan pertahanan yang diisi pemain muda belum menunjukkan ketangguhan seperti musim lalu. Saat lini belakang masih diisi Ottavio Dutra dan Bio Pauline, catatan kebobolan hanya 18 gol itupun dengan jumlah pertandingan 34 pertandingan dibandingkan musim ini hanya 27 pertandingan hingga semifinal. Pun dari sisi ketajaman menurun Boaz tidak seganas musim lalu, sejauh ini ia baru mencetak 10 gol. Selain itu Robertino Pugliara meskipun salah satu skema utama permainan tetapi belum seperti Zah Rahan, pemain kunci asal Liberia selama beberapa musim. Segi emosi para pemain juga hampir selalu menjadi sorotan apalagi para pemain “berani” protes kepada wasit.

Persib mempunyai minus yaitu skema permainan yang sepertinya tidak mempunyai backup plan sepanjang musim. Pun juga dengan selalu menurunkan line up yang hampir sama disemua pertandingan, proses recovery menjadi satu hal yang mengkhawatirkan. Walaupun semuanya nampak tertutup oleh semangat membara mengklaim gelar juara yang telah hilang selama 19 tahun lebih.

Secara Head to Head dari tahun 2003, Persipura masih diatas angin. Persib hanya mampu meraih 2 kemenangan sedangkan Persipura mengklaim 7 kemenangan. Hasil imbang tercatat 4 kali (sumber: http://www.simamaung.com). Namun ada catatan positif bagi Persib dalam final dengan klub asal Papua. Karena pada tahun 1986 Persib harus menghadapi Perseman Manokwari final Perserikatan tahun 1986. Bahkan pencetak gol kemenangan Persib ke gawang Perseman adalah Jajang Nurjaman yang saat ini menjadi arsitek Persib. Jika difinal 1986, formasi 4-3-3 yang digunakan maka hal itu dilakukan pula oleh Jajang Nurjaman sepanjang musim.

Duel nanti malam yang menurut rencana akan digelar pukul 19.00 WIB diprediksi akan berjalan ketat, Persib akan mencoba mengobati kerinduan akan gelar juara sedangkan Persipura akan berusaha mati – matian mempertahankan tahta.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “ISL 2014 Final Preview”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s