Movie Review : Reincarnation Version of I Origins

banner-i-origins-FoxIntl_DHD_KeyArt_Template_iorigins_7 (3)

Salomina berdiri didepan lift bersama DR.Ian Gray. Seketika pintu lift terbuka, Salomina sang gadis cilik yang hidup menggelandang dipasar kota Delhi India, menjerit menangis dan memeluk DR.Ian Gray. Sementara si doktor yang selama hidupnya mendasarkan pada data fakta apa yang ia lihat dan tak percaya dengan hal – hal yang belum bisa terjawab fakta, hanya terdiam dan mulai yakin akan adanya “kekuatan” lain diluar semua fakta. Pikirannya tenggelam dan tertuju pada satu titik, nostalgia Sofie Elizondo.

Film I origins besutan Mike Cahill pada awalnya tidak terlalu menarik perhatian saya. Poster film ini yang hanya menunjukkan mata membuat berpikir mungkin tentang rahasia bola mata yang jika dilihat dengan mikroskop menyerupai kawah gunung berapi karena juga sebelumnya sempat membaca sebuah artikel tentang itu. Namun ternyata bukan.

Yes ini berbicara tentang mata tetapi juga bercerita tentang life after death, lebih tepatnya reinkarnasi. Film ini menceritakan bahwa setiap komponen tubuh kita sangat mungkin pernah dimiliki oleh seseorang yang tidak kenal, berbeda jaman bahkan berbeda DNA dengan kita. Saya melihatnya ibarat penciptaan manusia dilakukan disebuah pabrik dimana komponen – komponen tubuh sudah tersedia, tinggal pasang sesuai dengan seri dan kategorinya. Meskipun pastinya tidak seperti itu.

Ian Gray jatuh cinta kepada Sofie Elizondo, gadis dengan banyak asal – usul, but full of life. Sofie memiliki retina mata yang spesifik. Kebetulan objek penelitian Ian Gray adalah tentang retina mata. Ia mencoba mencari pengobatan bagi orang buta sehingga mengumpulkan data retina mata dari berbagai orang termasuk binatang. Ian dan Sofie adalah dua dunia yang bertentangan. Satu berprinsip semua mempunyai jawaban, percayakan hidup pada data dan fakta yang bisa dihitung dan diteliti. Sementara Sofie mempercayai hal – hal spiritual.

Arah dari film ini adalah mengarahkan penonton bahwa semuanya tidak mungkin dijawab dengan data dan fakta. Somehow ada kekuatan lain yang menggerakkan kehidupan ini. Itulah yang terjadi plot demi plot film ini, membawa para ilmuwan menuju fakta yang tidak bisa mereka jawab bahwa reinkarnasi itu ada. Bahkan anak Ian Gray dan istrinya yang juga peneliti, Karen, memiliki retina mata yang ternyata sama dengan seseorang dari Idaho, Paul Dairy. Padahal kedua orang tuanya tidak memiliki hubungan apapun dengan petani dari Idaho. Namun bukan hanya kesamaan fisik dari retina ternyata 40 % memori pun dimiliki oleh sang anak yang baru saja lahir dan belum pernah dibawa ke Idaho.

Ini adalah film drama berbalut fiksi ilmiah. Kisah cinta disini memainkan perannya sebagai jembatan antara dunia sains dan dunia spiritual. Cinta bisa membuat ketidakpercayaan menjadi percaya. Tentunya ini juga bercerita mengenai bahwa hidup ini menitis. Seseorang yang telah meninggal akan menurunkan jiwanya kepada seseorang yang baru lahir ke dunia. Mungkin karena itulah setting terakhir film ini berada di India.

It’s not bad untuk mengisi waktu luang dengan menonton film ini.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s