Butuh Bank Data

Mungkin bisa dibilang Persib adalah “calon mertua” yang picky. Memeriksa dengan detail setiap pemain yang akan melamar dari mulai skill dasar bermain sampai bagaimana seorang pemain bekerjasama dalam tim. Hingga saat ini, belum juga ada yang mampu meluluhkan hati sang mertua.

Jika dikumpulkan pemain asing yang didatangkan ke Persib sudah cukup untuk satu kesebelasan. Dari mulai Aron Da Silva, Maycon Calijuri, Michele Di Piedi, Nicolas Vigneri, Koh Traore, Kim Shin Young, Robson Da Silva, Eduardo Hector Sosa, Carlos Scucatti, Niklas Tarvajarvi, dan kali ini yang masih H2C ( Harap – harap cemas) Apollon Lemondzhava striker asal Georgia.

Jika diurut berdasarkan statistik yang bersumber dari beberapa situs diantara 11 pemain ini Aron da Silva adalah yang paling meyakinkan. Karena ia masih aktif bermain sebagai pemain inti dan catatan golnya juga mumpuni. Namun ia gagal bergabung karena masih terikat kontrak dengan salah satu klub di Thailand. Diluar kesebelasan ini, masih sempat muncul isu eks Lyon, Abdul Kader Keita, Ivan Krstanovic eks Dinamo Zagreb walau tidak menjadi kenyataan.

Diluar masih belum adanya pemain asing yang mampu membeli hati Persib, ini juga menunjukkan jika pola rekrutmen pemain asing masih mengandalkan cara lama. Ketika para agen datang menjajakan pemain yang bernaung bersama agensi mereka. Cara seperti ini memang hemat untuk klub tetapi juga tidak menjamin jika yang datang kualitasnya bagus. Namanya juga agen tentunya dengan style marketing mereka akan berusaha meyakinkan  satu pemain layak dikontrak.

Rasanya Persib bisa memanfaatkan jejaring bobotoh yang berada di luar negeri yang tengah bekerja dan belajar. Mereka bisa diajak kerjasama untuk memantau para pemain yang sekiranya bisa direkomendasikan untuk memperkuat Persib. Walaupun caranya sederhana lewat rekaman video dan catatan statistik. Karena untuk bisa menilai seorang pemain tentu harus menguasai terlebih dahulu ilmu sepakbola.

Persib dapat membangun jejaring ini jika mau. Dibayar atau tidak itu urusan nanti, pastinya para bobotoh ingin berkontribusi untuk klub mereka. Kenapa hal ini harus dilakukan? karena satu klub tentu butuh bank data. Sehingga bisa mempersingkat durasi pencarian, penyeleksian pemain. Tidak perlu mendatangkan banyak pemain, cukup dengan daftar pendek saja. Daftar pendek ini dapat diperoleh dari pengkerucutan hasil rekaman video dan statistik yang dikumpulkan oleh para bobotoh diluar negeri. Tentunya setelah dievaluasi terlebih dahulu oleh tim kepelatihan Persib.

Efek dari waktu pemilihan pemain yang lama adalah proses pembangunan tim. Saat ini Persib mengandalkan Tantan, Atep dan Yandi Munawar sebagai juru gedor pertahanan lawan selain gebrakan dari lini kedua. Kedatangan seorang pemain saja bisa – bisa membuat kerjasama yang telah terbangun selama ini terhambat. Karena meskipun seleksi dilakukan dalam proses latihan dan ujicoba, tetapi level pertandingan resmi tentulah berbeda.

Dengan melihat perjalanan Persib sejak menjuarai ISL 2014 dapat disimpulkan persiapan musim ini tidaklah terlalu baik. Minim ujicoba dan level ujicoba yang sama saja seperti pra musim 2014. Padahal persaingan ke depan jauh lebih berat karena Persib harus menjalani AFC Cup berbarengan dengan Piala Indonesia.

Partai kontra Ayeyawady United rabu esok (11/03) merupakan partai tandang luar negeri kedua setelah Vietnam pada bulan Februari lalu. Partai tandang luar negeri dalam kompetisi resmi yang terakhir dijalani Persib pada tahun 1995. Seharusnya ujicoba ke luar negeri diperbanyak, karena jika bertanding di negeri orang faktor mental adalah faktor yang paling mempengaruhi dibanding faktor lainnya. Persiram Raja Ampat saja yang tidak berkompetisi di Asia ujicoba ke Singapura, kenapa Persib tidak?.

Timeline pra musim Persib banyak diganggu dengan perayaan kemenangan. Juga adanya wacana berangkat latihan bersama Inter Milan yang kemudian gagal, menjadi gangguan lainnya. Alhasil Persib hanya menyibukkan diri dengan lawan dari dalam negeri. Hanya sekali bertanding melawan Felda United Malaysia itupun dilakukan di Kabupaten Bandung. Kesimpulan dari pra musim yang tidak rapi adalah kekalahan di final basi Inter Island Cup dan playoff Liga Champion Asia.

Kembali ke soal bank data, jika musim depan Persib kembali berkompetisi di Asia ( Insyaallah Aamiin) maka fungsi Bank Data ini akan lebih luas lagi, karena bisa menyimpulkan klub – klub asing mana saja yang bisa dijadikan latih tanding. Sehingga bisa direncanakan jauh – jauh hari dan tentunya persiapan semakin rapi.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s