Berbenah

Sisa – sisa tenaga pulang pergi Sukabumi Jakarta. Sebetulnya jarak yang ditempuh tidaklah jauh jika dibandingkan dengan pergi ke Bandung. Hanya saja berkendara ke Jakarta lebih menguras fisik dan emosi.

Deretan pabrik, arus lalu lintas padat, kendaraan yang semakin banyak jumlahnya membuat perbaikan jalan dan perluasan jalan tidak terlalu berarti. Butuh jalan tol. Sebuah wacana belasan tahun yang pada akhirnya mewujud dengan peletakan batu pertama diawal tahun ini.

Kerusakan jalan akses menuju daerah ini sempat membuat daerah ini membutuhkan waktu lama untuk dicapai. Hingga kemudian muncul petisi online, dan aksi medsos yang membuat pembangunan jalan bebas hambatan akhirnya terwujud.

Rasionalisasi pembiayaan klub, budget tag player, dan player performance index. Tiga keputusan ini muncul dalam Rups PT.Liga bersama 18 klub QNB League hari Selasa kemarin. Keputusan yang cukup mengejutkan karena ini bisa dibilang jawaban atas aksi verifikasi Kemenpora bersama BOPI diawal tahun ini sebelum QNB League 2015 digelar.

image

Dalam pemahaman saya adanya dua keputusan yang berkaitan dengan manajemen finansial klub adalah usaha untuk mengatasi penunggakan gaji terhadap pemain.

Sangat mudah kita melihat klub yang ramai diperbincangkan karena menunggak gaji pemain berbulan – bulan tetapi diawal musim jor – joran mengontrak pemain. Seakan memaksakan diri dan mungkin juga nyaman karena meskipun para pemain terbuka ke media soal gaji yang tidak dibayarkan tapi tidak ada tuntutan hukum terhadap klub. PSSI dan PT.Liga pun selama ini membiarkan tanpa sanksi.

Sampai akhirnya datang Imam Nahrawi dan BOPI yang mempertanyakan pajak klub dan yang lainnya. PSSI dan PT.Liga pun kebakaran jenggot hingga menunda kick off kompetisi. Meski pada akhirnya dijalankan dan kemudian berhenti selamanya karena enggan “memperjuangkan” keabsahan dua klub yang ditentang Menpora.

Saya tidak menganggap Menpora sebagai pahlawan. Toh langkah yang diambilnya seperti saya jelaskan dalam tulisan sebelumnya cenderung tidak fokus dan asal hantam. Tetapi ada hikmah dari goyangan Menpora ini setidaknya ada perbaikan nyata dalam penyelenggaraan kompetisi yang dijadwalkan digulirkan pada bulan September nanti.

Teringat sebuah tulisan dari Zen Rs disitus panditfootball.com dengan judul “sebab pssi dan pt.liga harus ditantang pihak luar”. Perbaikan – perbaikan penyelenggaraan kompetisi dimulai dari pihak luar seperti adanya pelarangan penggunaan APBD oleh klub sepakbola.

Munculnya IPL yang membuat PSM, Persebaya, Persema, pindah kompetisi meski dengan alasan apapun menunjukkan bahwa ikatan klub dengan PSSI dengan klub tidak sekuat yang dikira. Bahkan keputusan menghentikan kompetisi QNB League dengan alasan force majeure sempat dipertanyakan klub dan hampir semua menyayangkan keputusan tersebut walau tidak secara gamblang menentang keputusan komite eksekutif PSSI tersebut.

Hanya dengan pembenahan PSSI dan PT.Liga bisa mempertahankan kompetisi. Desakan dari pihak luar akan tetap bermunculan namun jika secara konstan memperbaiki diri tentunya semuanya dapat dijawab sebelum dipertanyakan.

Maka ada benarnya PSSI harus ditantang pihak luar.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s