Whistle blower or just whistling?

Bukan sekali dua isu pengaturan skor dalam pertandingan yang dijalani timnas Indonesia. Piala AFF 2010 dengan ending tragis untuk Indonesia juga ditengarai ada permainan skor didalamnya. Kali ini menimpa pada timnas U-23 yang baru saja dibabat habis di Sea Games 2015.

Diduga 2 kekalahan Indonesia pada babak semifinal dan final perebutan medali perunggu ada campur tangan mafia judi. Benarkah demikian?.

Pihak yang mencetuskan isu ini mengatakan dengan yakin bahkan ada rekaman audio yang mereka miliki.

Hanya saja fakta dilapangan memang justru mengesahkan kekalahan Indonesia tanpa harus ada campur tangan mafia. Pertandingan pertama kalah oleh Myanmar dibabak grup meski kemudian bisa meraih kemenangan atas Kamboja, Filipina dan Singapura.

Ketiga negara yang disebut terakhir memang tidak bisa dijadikan patokan keunggulan persepakbolaan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Kamboja belum ada kemajuan. Filipina hanya kuat ditimnas senior karena banyak pemain half-blood. Singapura mempunyai masalah yang sama seperti Indonesia dalam hal pembinaan sepakbola.

Peta persepakbolaan Asean dalam beberapa tahun terakhir cenderung dikuasai oleh Thailand yang tetap konsisten. Vietnam kuat ditingkat sepakbola level umur dan rising nation Myanmar yang sedang menikmati manisnya pembinaan dan pembenahan selama bertahun – tahun.

Benar atau tidaknya ada mafia yang mengatur hasil pertandingan Indonesia di Sea Games perlu pembuktian secara hukum. Jangan sampai hanya seperti isu pada final Piala AFF 2010 yang pada akhirnya sepi ditelan angin.

Negara kita punya kebijakan soal whistle blower. Tentunya pelapor suatu tindakan pidana akan dilindungi oleh negara. Tidak perlu gentar dan hanya ramai dimedia. Karena jika hanya melempar isu saja maka akan terbawa arus trend. Jika sedang ramai masalah sepakbola terangkat jika tidak ya sepi kembali.

Indonesia sedang dititik 0 dalam sepakbola. Jika memang para whistle blower itu punya bukti maka lanjutkan ke proses hukum. Mumpung sepakbola sedang deadlock. Tapi kalau hanya ingin meramaikan kisruh sanksi ini maka lebih baik diam saja.

Posted from WordPress for Android

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s