Para Penyabar : Kiper Cadangan

Alex Maninnger. Siang tadi nama penjaga gawang asal Austria yang pernah bermain untuk Arsenal, Fiorentina, Juventus, Siena dan FC Augsburg (klubnya saat ini) mengingatkan saya kepada permainan sepakbola ketika masih berada dibangku SMP dan SMA.

images

Kala itu sepakbola Inggris dan Italia masih menjadi tontonan utama. Setiap malam minggu dan hari Minggu bergantian mengisi layar kaca (sekira tahun 90an). Alex Maninnger bukanlah penjaga gawang biasa saja, ia mempunyai skill mumpuni. Tetapi seorang icon pada diri David Seaman menjadikan Maninnger lebih banyak duduk dibangku cadangan. Padahal dari kacamata seorang penonton ketika itu, rasanya David Seaman pun tidak terlalu istimewa. Memang kiper dengan rambut kuncir ini adalah juga langganan timnas Inggris meski ada nama – nama seperti Tim Flowers, David James (penerus ditimnas Inggris setelah Seaman pensiun), Nigel Martyn, Stuart Taylor dan yang lainnya. Seaman bagi saya, adalah alarm kurangnya kiper hebat di Inggris.

Maninnger hanya 30 kali tampil untuk Arsenal selama 5 tahun dari tahun 1997 – 2002. Ia adalah seorang kadet, hanya turun ketika Seaman tidak bisa tampil. Rasanya butuh kesabaran yang sangat untuk bisa menjalani peran cadangan ini. Karena pergantian pada penjaga gawang tidaklah dinamis seperti pada pemain di posisi lain.

Kesabaran itu pula yang mengingatkan saya pada wakil Peter Schmeichel di Manchester United (MU), Raimond Van Der Gouw. Pemain asal Belanda. Mempunyai refleks yang bagus dan bisa mengisi peran Schmeichel ketika diperlukan. Namun sangatlah sulit untuk menggeser The Great Dane. Bahkan ujian kesabaran Raymond Van Der Gouw (pernah dikritik oleh Alex Ferguson karena gaya rambutnya) sangatlah lama. Pasca Peter Schmeichel hengkang ke Sporting Lisbon, ia harus bersaing dengan Fabian Barthez, Mark Bosnich dan Roy Carrol. Beruntung ia masih bisa berbangga karena pada musim 1999-2000, ketika Red Devils (julukan MU) menjuarai Liga Inggris ia tampil sebanyak 22 kali. 6 tahun membela Manchester United ia tampil dalam 61 pertandingan diberbagai kompetisi.

index

Cukup menarik bagaimana kondisi di Old Trafford ketika ditinggal oleh Peter Schmeichel. Andy Goram, Massimo Taibi, Tim Howard, bergantian mengisi pos penjaga gawang. Hingga akhirnya Edwin Van Der Sar memberikan rasa aman kepada Sir Alex Ferguson (Fyi penjaga gawang jangkung asal Belanda ini hasil rekomendasi Schmeichel). Tak usah ditanya nasib para penjaga gawang ketiga dan keempat, seperti Nick Culkin atau Luke Steele. Mereka pergi dengan sendirinya. Nick Culkin kini bergabung dengan klub bentukan supporter MU, FC United of Manchester, sedangkan Luke Steele lebih beruntung karena berlaga di liga Yunani bersama Pananthinaikos.

Seorang kiper yang hebat memang kebutuhan setiap tim. Bukan hanya soal refleks tepat dan pandai membaca arah bola serta atribut skill lainnya, namun seorang penjaga gawang juga harus menjadi “komandan” di lini belakang. Ia juga harus punya ketangguhan mental, seberapa buruk pun kesalahan yang menyebabkan gol di gawangnya ia harus bisa bangkit kembali dengan cepat. Last but not least, ia harus bisa memberikan rasa aman dengan jalan menjalin kepercayaan dengan para pemain bertahan. Itulah mungkin beberapa nama penjaga gawang sulit untuk digantikan yang lain. Macam Gianluigi Buffon, Iker Casillas (pergi dari Real Madrid karena memang sudah tidak diinginkan), Victor Valdes bertahun – tahun menjaga gawang Barcelona sebelum akhirnya hengkang. Kondisi ini bukan hanya terjadi pada tingkatan klub tetapi juga di level timnas. Sehingga sangat sulit bagi kadet – kadet untuk bisa menggeser dominasi para penjaga gawang utama.

Para kadet harus rela pertandingan demi pertandingan hanya berlari – lari melakukan pemanasan. Karena ia tahu jika yang utama tidak cedera atau diusir wasit maka ia hanya akan duduk dibangku cadangan. Kondisi ini seperti pada Alex Maninnger dan Raimond Van Der Gouw berlangsung bertahun – tahun. Paling banter mereka hanya turun di kompetisi FA Cup atau League Cup itupun biasanya difase awal saat lawan yang dihadapi dinilai masih dibawah kekuatan tim.

Namun kondisi ini pula, adanya monopoli oleh seorang penjaga gawang, akan membawa kebingungan tersendiri ketika penjaga gawang utama memutuskan berhenti entah hengkang ke klub lain atau pensiun. Arsenal secara cepat bisa mengisi posisi David Seaman dengan Jens Lehmann meski ia cukup singkat memberikan performa yang baik. Selanjutnya Arsene Wenger memilih Richard Wright, Stuart Taylor, Manuel Almunia, Lukas Fabianski, Mart Poom (jarang tampil), Vito Mannone sampai saat ini Wojciech Szczesny dan David Ospina. Masih juga kelihatan Wenger belum terlalu puas.

Klub kesayangan saya di era 90an, Fiorentina, juga memiliki ikon pada diri Francesco Toldo. Pasca Toldo hengkang, rasanya belum ada lagi figur yang mantap menjaga gawang La Viola (julukan Fiorentina) meski sempat Sebastian Frey mengisi peran penjaga gawang bertahun – tahun tapi rasanya beda. Tak lupa ketika itu Lazio juga “dipegang” Luca Marchegiani.

Monopoli pula yang membuat tingkat kepercayaan manajer tidak terlalu tinggi pada para kadet. Sehingga ketika penjaga gawang utama hengkang, para kadet harus siap dengan kondisi bersaing dengan penjaga gawang baru yang biasanya lebih popular daripada mereka.

Situasi seperti ini memang adalah konsekuensi bagi para pemain sepakbola diposisi manapun ia bermain. Namun ada baiknya kita melihat Barcelona musim lalu yang menggunakan dua kiper secara bersamaan. Claudio Bravo bermain di Liga Spanyol sedangkan untuk kelas turnamen ia digantikan Marc Andre Ter Stegen. Real Madrid pernah juga menggunakan system ini. Diego Lopez regular bermain di Liga sedangkan turnamen menjadi milik Iker Casillas.

Kenapa ini adalah system yang patut ditiru? Pertama sangatlah sulit mencari seorang pengganti untuk seseorang yang telah melekat dan menahun menjaga gawang. Kedua (erat kaitannya dengan yang alasan pertama) Klub memang butuh penjaga gawang luar biasa namun bagaimanapun hebatnya ia akan memiliki waktu jeda atau berhenti, jika para kadet tidak sering dimainkan maka akan ada kesenjangan dan yang paling penting lagi minimnya rasa percaya diri sebuah kesebelasan ketika cadangan yang menjaga gawang.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s