Soal WO : Sepakbola memang (Memelihara)kontroversi..

Jika sempat dan punya waktu senggang cobalah ketik kalimat “controversial penalty” pada kolom pencarian mbah google. Hasil pencarian akan muncul dengan topik sepakbola pada halaman pertama dan selanjutnya.

Hasil yang saya dapatkan dari bulan Juli sampai dengan September 2015 terjadi penalti dengan status kontroversi. Mulai dari laga semifinal Gold Cup, bundesliga, hingga ke pertandingan ipswich town vs birmingham city yang tuntas seminggu lalu.

Semua berakhir dengan sumpah serapah atas keputusan wasit yang memberikan penalti meskipun baik dari pemain,pelatih yang terkena hukuman penalti menolak bahkan penonton pun tidak setuju. Tayangan ulang mengonfirmasi bahwa wasit salah memutuskan.

Namun Law of The Games yang dirilis FIFA sebagai rujukan permainan sebelas lawan sebelas diseluruh dunia mengatakan bahwa keputusan wasit adalah absolut dan hasil akhir pertandingan tidak bisa diganggu gugat.

Boleh saja protes, boleh pula mengajukan tuntutan apalagi di era media sosial saat ini siapapun bebas mencaci maki sang wasit tetapi seketika wasit dilapangan meniup peluit tanda akhir pertandingan maka tak ada yang bisa berbuat apa – apa. Luapan Emosi diluar pertandingan tak punya arti. Paling hanya si wasit yang dievaluasi kinerjanya jika dianggap buruk ia akan diistirahatkan dan disekolahkan lagi.

Wasit begitu diproteksi oleh federasi sepakbola yang menugaskannya.  Seringkali protes keras terhadap wasit oleh para pelaku sepakbola berakhir denda untuk si pemilik protes.

Bertahun – tahun wasit diminta untuk dibantu teknologi kamera dalam setiap keputusan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan keraguan. Baru tahun 2014 teknologi goal line direstui oleh FIFA.

Tentunya kalimat wasit adalah manusia tempatnya salah dan benar tetap akan dipelihara oleh FIFA. Karena disinilah menariknya sepakbola ketika satu pertandingan yang telah usai bisa menjadi topik perbincangan hingga bertahun lamanya bahkan memunculkan gesekan antar suporter.

Jika permainan ini terlalu detil, teliti, setiap keputusan dapat berubah hanya karena melihat slow motion, maka efek emosi yang larut diberikan pemain, pelatih, semua elemen klub termasuk suporter bisa saja sedikit demi sedikit berkurang. Bahkan bisa saja pihak yang tidak terlibat dilapangan hijau mengajukan protes setelah melihat tayangan ulang.

Hasil akhir berubah rubah tentunya adalah suatu pemborosan waktu dalam sebuah kompetisi yang telah didesain sedemikian rupa dalam jangka waktu tertentu. Jika hari ini diakhir pekan kita bisa melihat siapa saja di 5 besar klasemen liga Inggris dengan keputusan akhir yang boleh diubah maka bisa saja harus menunggu pekan depan dan pertandingan selanjutnya sudah dilaksanakan.

Oleh karena itu untuk apa WO?!! Bonek FC mengakhiri  pertandingan dengan cara ini setelah tidak terima penalti atas mereka. Padahal jikapun penalti berbuah gol mereka masih unggul atas Sriwijaya FC dengan selisih 2-1.

Ah tapi saya lupa yang unggul pekan kemarin adalah Persebaya United bukan Bonek FC. Mungkin inilah dasar keputusan manajemen berhenti bertanding.

Evan Dimas, Ilham Udin, Hargianto dan pemain lainnya tentu adalah pekerja keras sayang jika mental bertanding mereka harus dirusak dengan sikap manajemen yang sebelum pertandingan sudah “rencana” walk out jika kabut asap mengancam.

BONEK tapi sikapnya ga nekad. Itu hak mereka asal jangan menggugat apa – apa setelah pertandingan. Toh sepakbola Indonesia sudah cukup berkorban bagi Persikubar eh Persebaya eh Persebaya United oh Bonek FC.

Posted from WordPress for Android

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s