Sepakbola Asean Butuh Role Model

Kekalahan Malaysia 10-0, Laos, Myanmar, Filipina yang sempat mengalahkan Yaman dan Bahrain sedikit demi sedikit mengalami penurunan penampilan, Singapura melempem. Seperti biasa hanya Thailand yang memiliki penampilan cukup baik. Kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019 menempatkan wakil – wakil Asia Tenggara (ASEAN) diposisi 3 – 5 masing – masing grup. Hanya Thailand sementara masih memimpin grup F.

Langkah AFC yang mengubah sistem kualifikasi dengan mempertemukan negara – negara ranking rendah terlebih dahulu adalah sesuatu yang bagus. Agar negara – negara ranking rendah terbiasa berhadapan dengan negara – negara ranking tinggi. Memang masih jauh dari harapan. Apalagi berkaca kepada para peserta Euro 2016 Prancis.

Sepakbola ASEAN belum kemana – mana. Hanya berputar saja disitu. Sangat jarang pemain – pemain Asean dilirik oleh klub – klub Asia Timur. Bahkan dengan alasan marketing sekalipun. J-League adalah yang sedang berusaha melebarkan market mereka dengan trik memberikan trial kepada para pemain Asean di klub – klub Jepang. Sejauh ini hanya Irfan Bachdim yang masih bertahan di Consadole Sapporo.

Asean perlu role model. Pemain yang dijadikan percontohan. Syaratnya ia harus sukses. Bukan gelar tapi sukses menjadi starting eleven saja itu sudah cukup. Hidetoshi Nakata selepas Piala Dunia 1998 langsung memperlihatkan kelayakannya tampi di Serie A Italia bersama Perugia. Hari ini kita lihat pemain – pemain Jepang bukanlah sosok asing di sepakbola Eropa apalagi di Bundesliga. Ryuji Utomo, Adam Alis di Bahrain berpotensi sebagai percontohan selama mereka bisa memberikan penampilan yang baik.

Mencetak pemain sukes tentu diawali dengan penataan sistem pembinaan pemain yang baik dan benar. Menyediakan tempat pemain muda berkompetisi berjenjang. Pembinaan sepakbola sesuai dengan tuntutan permainan sepakbola dimasa sekarang.

Jika sepakbola dikawasan Asia lain sudah terbuka, percaya terhadap kualitas para pemain Asean, mungkin para pemain Indonesia saat ini ga akan kebanyakan tarkam sekalipun tarkam kelas nasional. Memang diperlukan waktu panjang, karena menghasilkan bibit unggul pemain tidak akan ada dalam sekejap mata.

 

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s