Hvala Vlado, Merci Konate

Peluit panjang berbunyi. Kalah dan hancur hanya pahit yang terasa. Sebuah pesta perpisahan yang tak sempurna. Akhir sedih dari kisah bahagia yang panjang.

Tak sempurna. Frasa ini memang terlalu dangkal. Hanya melihat pada kekinian tanpa menengok jauh ke masa silam. Bahkan belum terlalu lawas, kesempurnaan itu hadir.

Awal musim LSI (Liga Super Indonesia) 2014 atau musim kedua Jajang Nurjaman menakhodai “Sang Pangeran Biru” Persib Bandung, ia mendatangkan duo Mali, Makan Konate dan Djibril Coulibaly. Plus menghadirkan sosok bek dengan emosi meledak – ledak asal Montenegro, Vladimir “Vlado” Vujovic. Tiga pemain asing dianggap ideal melengkapi pemain yang telah ada sebelumnya dan beberapa pemain lokal baru seperti Achmad Jufriyanto, M.Taufiq dan Tantan.

Seiring perjalanan kompetisi dua dari tiga pemain asing menjadi elemen tak terpisahkan. Vlado adalah sosok tidak tergantikan dilini belakang. Temperamen yang sering disorot sebagai salah satu kelemahannya nyatanya merupakan bahan bakar bagi 10 pemain lainnya. Hanya Vlado yang  sering jelas menampakkan kegusarannya jika tim sedang dalam kondisi tertinggal sehingga tak jarang ia meninggalkan posisi untuk mencoba menggetarkan jala lawan. Unggul secara fisik, pemain lawan yang cepat dapat diredam jangan ditanya bola – bola udara itu adalah kekuatan Vlado.

Bermusim – musim mencari formasi dan skuad ideal, Musim 2014 menjadi jawaban atas pencarian itu. Sosok playmaker yang diidam – idamkan muncul dari pemuda asal Mali, Makan Konate. Kontrol bola yang bagus, daya jelajah tinggi, haus gol, mampu menginisiasi serangan dan merebut bola menjadi atribut Konate yang membuatnya hampir selalu ada di starting eleven Persib.

tampil-di-piala-presiden-persib-tanpa-skuat-asing-AsP

Semifinal LSI 2014 kedua pemain ini memainkan peranan penting ketika Arema berhasil unggul terlebih dahulu. Momen ketika Vlado menjebol gawang Achmad Kurniawan lantas berlari menuju Jajang Nurjaman dan berteriak lepas, kencang menjadi saat menggetarkan bagi siapapun yang menyaksikan.

Kibasan tangan Konate pada babak II perpanjangan waktu babak semifinal tersebut selepas membuat gol, tak akan lekang dari ingatan setiap bobotoh yang hadir di Stadion Jakabaring Palembang maupun yang beribu – ribu kilometer terpisah jarak hanya menonton dilayar kaca. “Habis, pertandingan telah usai” Komentator mencoba memaknai gestur tangan Konate karena golnya Persib unggul 3-1 atas Arema.

foto-persib-bandung-vs-malaysia-selection-gbla-2014-konate-SIM_8877

Selepas final yang mengakhiri dahaga Persib atas gelar Juara Liga Indonesia, dua pemain ini masih memberikan sumbangsih mereka merebut Piala Walikota Padang 2015. Dalam masa pembekuan PSSI, Piala Presiden 2015 juga ikut mereka rengkuh bersama para pemain Persib lainnya.

Kini keduanya telah menetapkan jalannya masing – masing. Bukan karena Persib sudah tidak membutuhkan tapi karena keadaan sepakbola Indonesia yang memaksa mereka harus pergi.

Hanya tampil di turnamen nasional level amatir tentulah bukan sesuatu yang mereka inginkan. Kepergian Konate paling banyak diratapi oleh para bobotoh karena ia masih sempat membela Persib di Piala Jenderal Sudirman sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke T- Team Malaysia. Sedangkan Vlado sejak final Piala Presiden telah kembali ke Montenegro dan enggan kembali tampil di turnamen karena resiko yang terlalu tinggi.

Mereka berdua telah menulis banyak sejarah untuk diingat bobotoh. Mereka berdua masuk dalam jajaran pemain asing yang akan tetap lekat diingat dibenak para bobotoh mungkin hingga diteruskan kepada para anak cucu kelak. Kosin / Sintawechai Hatarainatakool, Suchao Nuchnum, Cristian Bekamenga, dan lainnya termasuk Vlado dan Konate akan selalu membersitkan kenangan untuk bobotoh bahkan pertanyaan, will they ever come back to Persib?.

Kembali atau tidak, kita tidak akan pernah tahu. Hanya kenangan bahwa mereka pernah dengan bangga menyebut mereka Maung Bandung adalah sesuatu yang abadi.

Farewell Vlado, Goodbye Konate Wish you have a greater success and never forget us, bobotoh.

 

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s