Liga Alternatif

Bukan ISC, Liga Nasional, Liga Nusantara maupun turnamen – turnamen meski itu semua adalah alternatif ketika Menteri Pemuda dan Olahraga membekukan PSSI.

Alternatif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pilihan diantara dua atau beberapa kemungkinan. Hari ini di dunia sepakbola kita melihat ketika liga – liga sepakbola diluar liga sorotan utama, Eropa, mulai menjadi pilihan bintang – bintang eropa.

Jika beberapa tahun ke belakang, usia tua menjadi pilihan pemain eks liga eropa untuk mencoba liga sepakbola di belahan benua lain, namun kekuatan finansial menjadikan usia bukan lagi sebuah pertimbangan seorang pemain untuk berkarir di luar Eropa. Mungkin saja modal finansial yang kuat bisa membuat Eropa mempunyai saingan yang kuat dalam industri sepakbola. Saat ini Liga Super Cina sudah face to face dengan Premiere League Inggris.

Sebastian Giovinco ketika memutuskan pindah ke Toronto FC mengenyampingkan tawaran dari Arsenal, Chelsea, dan Liverpool diawal tahun 2015. Usianya ketika itu baru 28 tahun, ia sudah menjadi bintang bagi Juventus meski harus menunggu rotasi pemain karena Carlos Tevez, Fernando Llorente, atau Alvaro Morata lebih menjadi pilihan. Dalam kasus ini Giovinco lebih mencari kesempatan tampil, tapi kenapa Major League Soccer (MLS) menjadi pilihan? Kemungkinan jawaban yang terbaik adalah uang.Dengan 8,39 juta dolar per tahun selama 4 tahun, ia adalah salah satu pemain termahal di MLS.

Oleh karena itulah, Bundesliga, La Liga, Serie A tidak bisa lagi hanya khawatir terhadap kekuatan finansial Liga Inggris, tapi liga di luar eropa pun mulai menggeliat. Berikut beberapa liga sepakbola alternatif yang menjadi pilihan pemain Eropa :

Major League Soccer ( Amerika Serikat )

toronto-canada-14th-oct-2015-sebastian-giovinco-c-of-toronto-fc-breaks-f45f4e.jpgMajor League Soccer sejak didirikan pada tahun 1993 sempat mengalami kerugian finansial dalam 10 tahun pertama penyelenggaraannya. Pembangunan stadion – stadion baru, lolosnya timnas Amerika Serikat ke perempatfinal Piala Dunia 2002, dan proteksi terhadap pemain lokal berbakat membuat MLS bangkit dan stadion mulai terisi penonton.

Konsep lain yang dikembangkan adalah mendatangkan para pemain bintang eropa, kebanyakan sudah berusia diatas 30 tahun, dengan status designated player dan gaji tinggi. Pada tahun 2007 David Beckham memutuskan untuk meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan LA Galaxy menjadikan MLS sebagai destinasi para pemain bintang yang sudah tidak mendapatkan tempat di Eropa agar tetap bisa berkarir. Tercatat Thierry Henry, Alessandro Nesta, Marco Di Vaio, memutuskan menjalani MPP (masa persiapan pensiun) disana.

Kini MLS mendapatkan tantangan dari Cina, seperti juga persaingan dalam bidang lain antara Amerika Serikat dan Cina. Kedatangan Antonio Nocerino ke Orlando City mungkin bisa dianggap bahwa MLS masih mampu bersaing dengan Liga Super Cina.

Qatar Stars League (Qatar)

476699216

Kontrak besar dan permainan santai sebelum pensiun, membuat beberapa veteran eropa memilih Qatar Stars League sebagai tujuan mereka. Liga yang dibentuk sejak tahun 1963 ini memang sengaja mendatangkan para pemain veteran eropa sebagai salah satu bentuk pengembangan liga. Pada tahun 2003 setiap klub diberikan dana 10 juta US Dolar oleh QFA (federasi sepakbola Qatar) agar dapat mengontrak pemain top dunia. Gabriel Batistuta, Pep Guardiola, Frank Lebouef, Romario, Raul Gonzales dan kini eks Barcelona, Xavi bermain di Qatar Stars League yang diikuti 14 klub ini.

Indian Super League ( India )

delpiero_isl251014

Liga yang dimulai pada tahun 2013 (belum bermain. Kompetisi dimulai dari tahun 2014) merupakan usaha All India Football Federation untuk menyamai popularitas Kriket. Liga ini dimulai setelah usainya Indian League (I-league) setiap tahun dan hanya berdurasi 3 bulan dari Oktober sampai dengan Desember.

David James, Joan Capdevilla, Robert Pires, Luis Garcia, David Trezeguet  adalah diantara pemain top dunia yang didatangkan untuk bermain di ISL dengan status Marquee player (bergaji diatas rata – rata). Pemain berstatus marquee ini wajid dimiliki oleh setiap klub yang berkompetisi dan syaratnya merupakan pemain yang pernah bermain di level dunia. Pada tahun 2015 Adrian Mutu,  Elano, Helder Postiga dan Nicolas Anelka adalah beberapa diantara 8 pemain berstatus Marquee.

Menariknya para pemain yang tidak kebagian tempat di kompetisi eropa pun mulai menjadikan ISL sebagai tempat bermain. Iain Hume, Steve Simmonsen, dan Tuncay Sanli ambil bagian di ISL tahun 2015.

Chinese Super League (CSL/Cina)

a.espncdn.com

Bangkit mulai tahun 2011 dari keterpurukan akibat banyak skandal pengaturan skor, komitmen Presiden Cina yang gila bola, dan munculnya Cina sebagai kekuatan ekonomi dunia membuat CSL kini sebagai sebuah fenomena sepakbola dunia.

Kontrak dengan nilai jor – joran membuat CSL yang asalnya seperti MLS menarik pemain berusia 30 tahun lebih dari kompetisi eropa, saat ini diisi para pemain yang pernah berkompetisi di eropa dengan rentang usia 28 – 29 tahun. Ricardo Goulart yang bersinar di liga Brazil dan menjadi incaran klub – klub eropa lebih memilih terbang ke Cina karena nilai kontrak besar.

Alberto Gilardino, Alessandro Diamanti, Frederic Kanoute, Lucas Barrios, Fabio Rochemback pernah bermain di CLS. Bukan hanya pemain tetapi jajaran manajer top dunia pun mencicipi CSL dari mulai Jean Tigana, Marcelo Lippi, sampai Sven Goran Erikson.

Nilai transaksi transfer CLS sudah mengalahkan Bundesliga dan Serie A. Masuknya para pengusaha lokal di bidang infrastruktur dan e-commerce membuat klub – klub cina mampu menawarkan kontrak tinggi kepada para pemain top dunia.

Namun ada kekhawatiran bahwa ini tidak akan sustainable dan akan menimbulkan efek buruk setelah kekuatan uang tidak lagi sekuat sekarang. Apalagi jika ekonomi Cina memburuk seperti yang pernah terjadi Russian Premiere League (RPL) ketika harga minyak dan gas turun, maka RPL yang pernah muncul dengan mendatangkan pemain top dunia, kini kehilangan kekuatannya.

Liga Sepakbola Alternatif Lainnya

Diluar 4 liga tersebut masih ada beberapa liga diluar benua eropa yang mulai menunjukkan eksistensinya. Uang terkadang bukanlah pertimbangan utama tetapi kesempatan tampil yang sedikit, perubahan suasana, dan prestasi bisa saja membuat seorang pemain pindah meski ia ada di panggung utama sepakbola dunia. Liga MX Meksiko mendatangkan Andre Pierre Gignac, Aljazira Football League Uni Emirat Arab, A-league Australia sempat menawarkan tempat bermain menjelang pensiun bagi pemain top dunia.

Menariknya kebanyakan liga yang muncul sebagai alternatif berasal dari Benua Asia. Apakah ini merupakan awal kebangkitan sepakbola Asia? bisa jadi.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s