Indonesian Ufo Raid

DWIKORA ( DWI KOMANDO RAKYAT). Slogan yang digaungkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pada tanggal 3 Mei 1964. Dwikora, reaksi atas demonstrasi anti – Indonesia di Kuala Lumpur pada 17 September 1963, berisikan dua pesan yaitu perkuat Pertahanan revolusi Indonesia dan Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia.

Peristiwa ini dimulai sejak tahun 1962 dan diakhiri dengan perjanjian perdamaian yang ditandatangani oleh Indonesia dan Malaysia pada 11 Agustus 1966 di Bangkok Thailand.

Oh ya, awal mula perseteruan dua rumpun melayu ini adalah keinginan Federasi Malaya untuk menarik Sabah, Sarawak dan Brunei ke dalam Federasi Malaysia. Federasi Malaya atau yang dikenal juga dengan Persekutuan Tanah Melayu merupakan gabungan dari dua wilayah kolonisasi Inggris yaitu Penang dan Melaka ditambah sembilan negeri melayu (yang diperintah Sultan).

Dalam konfrontasi yang dimulai dari tahun 1964, Indonesia membentuk KOLAGA (Komando Mandala Siaga) yang dipimpin Laksdya Omar Dani. kekuatan Kolaga terdiri dari tiga Komando, yaitu Komando Tempur Satu (Kopurtu) berkedudukan di Sumatera yang terdiri dari 12 Batalyon TNI-AD, termasuk tiga Batalyon Para dan satu batalyon KKO.

Reaksi Indonesia bukan hanya di medan laga, tetapi juga mengundurkan diri sebagai anggota PBB pada 20 Januari 1965 akibat diterimanya Malaysia sebagai anggota tidak tetap PBB. Indonesia juga membentuk Conference of New Emerging Forces dan mengadakan event olahraga GANEFO ( Games of the New Emerging Forces ) yang diikutiĀ  atlit dari 48 negara Asia, Afrika, Amerika Selatan dan Eropa.

Namun ternyata saat pertarungan politik dan peperangan Indonesia vs Malaysia, Inggris, Selandia Baru dan Australia terjadi muncul ancaman lain yang membuat Dr.J.Leimena sebagai Pejabat Presiden pada 8 Oktober 1964 mengeluarkan himbauan agar masyarakat tetap tenang dan tidak membuat tafsiran – tafsiran yang dapat memperkeruh suasana.

Pasal himbauan ini karena sejak tanggal 18 – 24 September 1864 di langit Surabaya ketika matahari terbenam hingga dini hari, masyarakat banyak menyaksikan benda – benda terbang aneh yang disangsikan sebagai pesawat.

Para saksi menyatakan benda tersebut mengeluarkan ekor api panjang, muncul dalam jumlah banyak, berbentuk seperti buah mangga (elipsoida) dan mengeluarkan bunyi seperti gasing.

Kesaksian lain dari seorang penerbang Angkatan Udara di kota Porong Sidoarjo benda ini bulat seperti rambu lalu lintas, menyala merah dan terbang tanpa bunyi ke arah Surabaya. Pernyataan lain dari seorang saksi bahwa benda ini mengeluarkan cahaya kehijau – hijauan. Stasiun Radar di Ngliyep Malang sekitar 120 Km dari Surabaya juga pernah mendeteksi sasaran – sasaran yang berputar – putar diatas pantai dan kemudian berhenti mendadak.

Surabaya sebagai salah satu basis pertahanan dalam konfrontasi Ganyang Malaysia sempat menembaki benda – benda terbang yang ketinggiannya 1200 meter. Tetapi tak ada satupun tembakan yang berhasil mengenai benda misterius tersebut.Malahan pecahan tembakan artileri tersebut sempat mencederai beberapa orang warga.

Banyak memperkirakan bahwa ini adalah pesawat – pesawat tempur Inggris juga karena kapal induk inggris, Victorius, sedang menuju Samudera Hindia. Tetapi ada hal yang tidak mencirikan bahwa benda – benda terbang ini adalah pesawat tempur yaitu gerakan mereka di udara yang bisa tiba – tiba berhenti kemudian melakukan manuver – manuver mendadak juga ekor api terkadang lebih panjang dari “afterburner” pesawat jet.

Jacob Salatun, salah seorang dari trio Perintis Dirgantara Indonesia, yang ketika itu sebagai Penasihat Ilmiah Menteri/Panglima Angkatan Udara ketika diminta keterangan oleh WAKAS KOTI Laksamana Muda Udara Sri Mulyono Herlambang menyatakan bahwa peristiwa semacam ini pernah terjadi di Washington DC pada bulan Juli 1952. Kejadian di Washington ketika itu membuat Presiden Harry Truman mengeluarkan perintah pengawasan 24 jam dan tembak jatuh setiap benda tidak dikenal di udara.

Peristiwa serupa juga pernah muncul 10 tahun sebelumnya di Los Angeles yang populer dan pernah difilmkan dengan julukan “Battle of Los Angeles”. Saat itu artileri ditembakkan dan mencederai warga juga merusak bangunan tanpa ada satupun sasaran yang didapat.

Hingga saat ini, belum jelas identifikasi dari benda – benda terbang tersebut. Pastinya ketika itu masyarakat dibuat panik dan bertanya – tanya mengenai asal – usul benda – benda terbang tersebut. Kesamaan lain peristiwa di Surabaya 1964 dengan Los Angeles 1942 adalah negara sedang dalam kondisi darurat perang.

Hari ini, 52 tahun kemudian, peristiwa ini tercatat sebagai salah satu bukti Unidentified Flying Object (UFO) pernah menyambangi Indonesia. Sampai saat ini, kasus ini tetap berada dalam kasus misterius yang belum terpecahkan. Kejadian ini pula menjadi telaahan staf Komando Pertahanan Udara Nasional dengan judul “Penerbangan – penerbangan tidak dikenal di sektor II (Surabaya) juga didokumentasikan oleh Jacob Salatun dalam bukunya “UFO Salah Satu Masalah Dunia Masa Kini”.

Jacob Salatun dikenal sebagai bapak UFOLOGI Indonesia. Merupakan perintis Lembaga Penelitian Antariksa Nasional ( LAPAN ) dan Menteri Perindustrian Penerbangan pada kabinet dwikora III. Bersama Nurtanio Pringgoadisurjo dan Wiweko Soepono adalah perintis Industri Pesawat Indonesia. Nurtanio merupakan perintis IPTN yang kini bernama PT.Dirgantara Indonesia dan Wiweko merupakan Direktur Utama Garuda Indonesia.

 

sumber :

http://www.betaufo.org

http://www.wikipedia.org

http://www.misterinesia-as.blogspot.co.id

http://www.cnnindonesia.com

 

 

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s