AFF Championship 2016 : Sejarah Belum Memihak

Tim Nasional Indonesia saat tengah menjalani pemusatan latihan di Tangerang dibawah arahan pelatih Alfred Riedl. 40 pemain sepakbola pilihan menjalani berbagai program latihan agar dapat menjadi bagian skuad Piala AFF 2016. Hanya 23 pemain yang akan diberangkatkan ke Filipina tergantung kepada hasil ujicoba melawan Myanmar (4/11) dan Vietnam (8/11). Meski Riedl mengatakan ada kemungkinan 24 pemain yang didaftarkan tetapi sejauh ini bayangan starting eleven sudah dapat diprediksi.

Irfan Bachdim, Boaz Solossa, Zulham Zamrun, Andik Vermansyah, Evan Dimas, Andrittany Ardhyasa, Manahati Lestusen sepertinya akan menjadi pilihan Riedl untuk mengisi formasi sebelas pemain.

Riedl berusaha memberikan kesegaran di timnas. Nama – nama senior seperti Firman Utina, Hamka Hamzah, M.Ridwan, Titus Bonai, Ian Kabes tidak lagi dipanggil. Justru timnas kali ini di dominasi para pemain usia 20 tahunan. Sejalan dengan keinginan Riedl yang ingin mengembangkan para pemain eks timnas U-19 didikan Indra Sjafri. Muchlis Hadi Ning Syaifulloh, I Putu Gede, Hansamu Yama, Muhammad Hargianto, Rudolof Yanto Basna, Bayu Pradana, dan Septian David Maulana merupakan tumpuan timnas Indonesia di Piala AFF 2016.

crop_d18154da3fbf36995fb022563dc5ec55

Jika kita melihat calon lawan Indonesia di Grup A Piala AFF yaitu Thailand, Filipina, dan Singapura. Mayoritas skuad mereka diisi oleh para pemain dengan rentang usia 21 – 28 tahun. Hanya beberapa pemain saja yang berusia 30 tahun. Indonesia hanya memiliki sekitar 3 pemain berusia 30 tahunan. Secara usia Indonesia mampu bersaing.

Tetapi masalah terbesarnya adalah pembekuan PSSI selama setahun mengakibatkan timnas tidak menjalani pertandingan internasional. Sebelum dibekukan laga terakhir timnas senior Indonesia terjadi pada bulan Maret 2015 dengan hasil kalah dari Kamerun dan menang atas Myanmar. Sedangkan timnas U-23 yang diperkuat Evan Dimas Dkk terakhir kali berlaga di Sea Games 2015 dengan prestasi tempat keempat.

Sedangkan penantang Indonesia di Grup A semuanya berstatus aktif dan rata – rata pemain menjalani laga kompetitif internasional baik di timnas U-23 atau senior. Ambil contoh Tanaboon Kesarat dan Chanatip Songkrasin dari Thailand, Shahfiq Ghani dan Sahil Suhaimi dari Singapura, Atau Daniel Gadia dan Paolo Bugas dari Filipina, mereka adalah pemain – pemain timnas U-23 yang kini diandalkan di timnas senior negara masing – masing jelang AFF Cup 2016.

Dari mulai Sea Games 2015 hingga kualifikasi Piala Dunia 2018, rata – rata pemain yang dipersiapkan oleh setiap negara menjalani untaian kompetisi tersebut. Memang Indonesia tertolong dengan masih adanya beberapa turnamen level klub dalam negeri pada masa pembekuan maupun sehabis pembekuan. Namun tentunya persaingan antar negara akan menyajikan hal yang berbeda.

Pengalaman dapat menjadi kunci

Bagaimana bermain dibawah tekanan suporter asing, bagaimana menghadapi sebelas pemain terbaik dari negara lain, bagaimana mempersiapkan mental membawa nama negara berusaha yang terbaik untuk mempersembahkan kemenangan untuk negara, dan masih banyak lagi yang bisa dijadikan alasan kenapa pengalaman dapat berperan penting.

Inilah yang kurang dari timnas Indonesia. Ditambah dengan perjalanan Indonesia di AFF Cup 2016 akan menentukan nasib Indonesia pada cabang sepakbola Sea Games 2017. Menpora memberikan syarat bahwa jika ingin sepakbola bertanding di Sea Games tahun depan, maka timnas Indonesia minimal harus menjadi peringkat dua ( runner up ) di AFF Cup 2016 yang akan dimulai pada 19 November 2016.

Dua partai ujicoba melawan Malaysia dan Vietnam pada awal bulan September dan Oktober dengan hasil menang dan imbang belum bisa dijadikan ukuran karena kedua pertandingan tersebut dijalani di dalam negeri. Plus timnas Malaysia saat ini berada dalam grafik menurun. Dukungan penonton tuan rumah sangat besar tapi ini akan berbalik ketika tampil di negara lain. Ini sesuatu yang harus bisa diatasi pula.

Masalah pengalaman yang berujung pada mental bertanding adalah masalah akut yang belum pernah dicarikan solusinya secara bagus oleh PSSI baik sebelum ataupun sesudah pembekuan. Seringkali performa timnas Indonesia bagus di dalam negeri namun ketika harus menjalani pertandingan dengan status tandang hasilnya memble.

Dua lawan timnas Indonesia nanti yaitu Singapura dan Thailand memiliki sejarah unggul di AFF Cup. Sejak tahun 1996, AFF Champioship edisi pertama (ketika itu masih dikenal dengan nama Tiger Cup), pertemuan Indonesia dengan Thailand sudah terjadi 8 kali. Thailand menang 6 kali sedangkan Indonesia hanya bisa menang 2 kali.

Sementara dengan Singapura, Indonesia sudah bertemu sebanyak 7 kali. Singapura menang 4 kali, imbang 2 kali. Indonesia hanya mampu menang sekali atas Singapura pada AFF Championship 2010 lewat gol tunggal Andik Vermansyah. Sementara dengan Filipina, Indonesia bertemu sebanyak 6 kali dengan hasil 5 kemenangan untuk Indonesia dan 1 kemenangan untuk Filipina. Tapi dengan catatan dari dua edisi terakhir AFF Championship, Filipina adalah semifinalis, sementara Indonesia naik turun.

Catatan memasukkan dan kemasukan gol Indonesia melawan tiga negara tersebut :

  1. Indonesia vs Thailand : 10 – 16 (memasukkan disebut pertama);
  2. Indonesia vs Singapura : 5 – 11;
  3. Indonesia vs Filipina : 18 – 4.

*gol dalam adu penalti tidak dihitung*

Pelatih Pengalaman, Semangat Fresh

Alfred Riedl akan menjalani AFF Championship yang ke -8 pada tahun 2016 ini. Prestasi terbaik yang diraih pelatih asal Austria ini adalah runner up tahun 1998 bersama Vietnam dan runner up tahun 2010 bersama Indonesia. Kegagalan bersama Vietnam, Laos dan Indonesia pernah dia alami sebelumnya.

Berkaca pada AFF Championship 2010, ia mengorbitkan nama Irfan Bachdim, Arif Suyono, Ahmad Bustomi dan Cristian Gonzales dalam starting eleven timnas Indonesia. Saat itu penampilan Indonesia disebut – sebut sebagai yang terbaik meski pada partai puncak antiklimaks.

Pada AFF Championship 2014 situasinya hampir mirip dengan sekarang. Dualisme organisasi dan kompetisi membuat bakat – bakat terbaik sepakbola tersendat untuk dapat memperkuat timnas sehingga timnas ketika datang ke Vietnam ketika itu bermasalah dengan kekompakan dan stamina. Hasilnya, meski ia mengorbitkan nama baru seperti Evan Dimas dan Rizky Pora, hancur lebur.

Kini ia lebih memilih untuk mengutamakan pemain – pemain muda. Tidak ada lagi dualisme kompetisi atau organisasi, walau sekali lagi timnas hanya melakukan maksimal empat pertandingan ujicoba sebelum turun di turnamen dua tahunan ini.

Melihat susunan pemain yang diturunkan dalam ujicoba melawan Myanmar (4/11) dan Vietnam (8/11) lini belakang Indonesia diisi 5 pemain yang tidak  bermain di Piala AFF 2014. Begitu pula dengan lini tengah Indonesia, 5 pemain anyar. Sedangkan untuk urusan pencetak gol hanya Lerby Eliandry pemain fresh.

Hasil dua ujicoba tersebut memang jauh dari kata memuaskan. Jika sejak ujicoba pertama melawan Malaysia dibuat grafik, maka performa timnas sedang berada di titik rendah. Myanmar (hampir) menang atas Indonesia, sedangkan Vietnam jelas – jelas mengalahkan Indonesia.

Memang mengkhawatirkan tapi bukan berarti tidak bisa diperbaiki. Riedl dikenal sebagai pelatih yang mampu membangkitkan motivasi anak asuhnya. Apalagi AFF Championship bukanlah sesuatu yang asing untuknya, meski ia mengakui sendiri timnas Indonesia adalah tim tersulit yang pernah ditangani.

Ia masih kesulitan menemukan kekompakan antar pemain. Belum lagi formasi 4-4-2 tidak berjalan dengan baik di lapangan. Masih ada waktu 10 hari lagi menuju partai pertama melawan Thailand. Riedl tentunya harus teliti memilih siapa saja pemain yang akan didaftarkan ke AFF.

Semangat muda para pemain yang pernah merasakan juara Piala AFF U-19 adalah salah satu modal Riedl mengatasi minimnya pengalaman ujicoba internasional. Para pemain baru ini diharapkan mampu mengulang penampilan hebat mereka pada tahun 2013. Semangat yang tinggi sering bisa menutupi kekurangan di atas lapangan.

Modal lainnya adalah pengalaman Boaz Solossa. Ia diharapkan mampu menularkan pengalaman bertanding di Piala AFF. Boaz adalah pemain berpengalaman di timnas Indonesia. Sempat melewatkan 4 edisi Piala AFF tapi penampilannya di kompetisi dalam negeri masih membuktikan ia adalah salah satu penyerang terbaik yang dimiliki Indonesia.

Evaluasi hasil ujicoba melawan Myanmar dan Vietnam akan dilaksanakan pada 11 – 15 November 2016 di Tangerang. 5 hari tersebut juga akan menentukan siapa saja yang akan dipilih Riedl untuk membawa nama Indonesia di AFF Championship 2016.

 

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s