AFF 2016 : Preview Indonesia vs Vietnam

Pertandingan pertama semifinal Piala AFF 2016 (AFF Championship) antara Indonesia lawan Vietnam akan dipertandingan di Stadion Pakansari Cibinong Bogor pada 3 Desember 2016 jam 19.00 WIB.

Vietnam lolos dengan raihan poin sempurna. Tiga kemenangan atas Myanmar, Malaysia dan Kamboja menjadikan mereka pemuncak Grup B. 5 gol mereka cetak di babak grup sedangkan 2 gol bersarang mereka. Striker senior, Le Cong Vinh sejauh ini menjadi pencetak gol terbanyak dengan 2 gol.

Sedangkan Indonesia maju ke semifinal setelah menjalani partai hidup mati melawan Singapura. Menang dan disaat bersama Filipina dikalahkan Thailand membuat Boaz Solossa dkk lolos dramatis. Total poin 4 (1 menang, 1 imbang, dan 1 kalah) menyamai capaian Alfred Riedl ketika menangani Indonesia pada Piala AFF 2014. Hanya saja ketika itu Indonesia kalah bersaing dari Filipina dan calon lawan di semifinal hari Sabtu nanti, Vietnam.

Sejak Piala AFF edisi pertama pada tahun 1996 hingga tahun 2016 yang merupakan edisi ke-11, Indonesia dan Vietnam sudah  6 kali bertemu di ajang dua tahunan ini. Indonesia, melihat catatan, berada diatas angin karena Vietnam belum pernah sekalipun mengalahkan Indonesia. Sedangkan Indonesia membukukan 2 kemenangan selebihnya kedua negara berbagi hasil seri.

Memang Vietnam cukup bisa menepuk dada mereka karena pernah menjadi juara Piala AFF 2008 sedangkan Indonesia masih rekor menjadi runner up terbanyak dengan 4 kali menjadi runner up.

Vietnam beberapa tahun terakhir muncul sebagai salah satu kekuatan Asia Tenggara baik di level senior maupun usia. Tim Vietnam U-20 menjadi salah satu wakil Asia pada Piala Dunia U-20 Korea Selatan 2017 karena menjadi salah satu finalis pada Piala Asia U-19 di Bahrain bulan Oktober lalu. Sedangkan timnas senior tahun depan akan berjibaku pada babak 3 kualifikasi Piala Asia 2019.

Kekuatan dan Kelemahan Vietnam

Melihat permainan Vietnam yang diasuh Nguyen Huu Thang, yang pada bulan Juni lalu membawa Vietnam meraih Trophy Aya Bank, menerapkan permainan impresif dengan pressing tinggi. Prinsip permainan mereka adalah secepat mungkin mengambil bola dari kaki lawan meskipun masih berada dalam daerah pertahanan lawan.

Vietnam bukanlah tim yang akan berusaha memegang bola lama – lama. Cukup satu dua sentuhan bola akan dilepaskan menuju ruang kosong di pertahanan lawan. Keunggulan mereka dalam kecepatan berlari membuat skema ini selalu merepotkan bek – bek lawan.

 

viet3

Seperti dalam gambar diatas ketika satu pemain menguasai bola digaris tengah lapang, pemain yang berada didepannya akan segera mencari ruang – ruang yang kosong untuk mendapatkan bola. Nampaknya ini adalah pola yang terus dijadikan menu latihan Vietnam karena para pemainnya sudah fasih menjalankan pola ini.

Dalam pertandingan melawan Myanmar dan Malaysia, sisi kiri Vietnam selalu menjadi sisi yang lebih aktif. Pada saat bersamaan justru sisi kanan Indonesia menjadi sisi terlemah dalam bertahan.

Formasi 4-3-3 yang dipakai oleh Vietnam membuat full back mereka pun agresif. Sisi kiri yang sudah disinggung diatas dihuni para pemain dengan komunikasi yang bagus sehingga tekanan ke pertahanan lawan lewat sisi kanan bisa maksimal. Belum lagi, pemain yang berada ditengah sering membantu bergerak ke sisi tersebut.

Melakukan pressing intens kepada lawan membutuhkan stamina yang bagus. Ini juga dimiliki oleh Vietnam ketika pemain mereka selalu terlihat “nafsu” mengejar bola. Bahkan tak jarang tackle keras dilakukan dalam upaya merebut bola dari penguasaan lawan.

Keunggulan Vietnam lainnya adalah para pemain inti dan cadangan yang sudah “panas” karena Nguyen Huu Thang menerapkan rotasi dalam 3 pertandingan grup B. Sementara pergantian pemain Indonesia cenderung sama, jika saja Fachrudin dan Yanto Basna hukuman akumulasi kartu kuningnya tidak diputihkan maka dipastikan Indonesia akan menurunkan duet centre back yang belum pernah turun bertanding. Dalam ujicoba pun hanya Abdul Rahman dan Manahati Lestusen bergiliran main mengganti kuartet bek Indonesia saat ini. Itupun mereka berdua lebih sering ditempatkan sebagai full back.

Namun disisi lain pola permainan high pressure juga menjadi titik lemah mereka. Seringkali 2-3 pemain Vietnam mengurung 1 pemain lawan yang menguasai bola. Hal ini tidak saja terjadi diareal tengah lapangan tetapi juga ketika mereka mempertahankan areal kotak penalti mereka.

viet1.png

Banyak celah yang tercipta. Gambar diatas diambil dari pertandingan melawan Myanmar. Dua pemain Myanmar dibiarkan tidak terjaga sementara 1 pemain bertahan tersisa jaraknya berjauhan sehingga peluang mencetak gol dapat terjadi.

viet2.png

Situasi yang sama juga terjadi, ketika Myanmar memanfaatkan lebar lapangan. Satu pemain Myanmar dijaga dua pemain bertahan Vietnam sedangkan 3 pemain Myanmar dikotak penalti dibiarkan tidak terjaga. 3 Pemain bertahan Vietnam seperti ditunjukkan dalam gambar diatas lebih fokus melihat bola daripada mengawasi pemain Myanmar.

Vietnam rupanya menerapkan pertahanan terbaik adalah menyerang. Memang ini terlihat dengan hanya dua gol yang bersarang di jala gawang Tran Nguyen Manh. Berharap saja mereka lupa lanjutan dari kutipan pernyataan Sun Tzu tersebut bahwa “pertahanan terbaik adalah menyerang, bertahan adalah saat untuk merencanakan serangan”.

Selain itu masalah efektifitas mencetak gol pun tidak dimiliki Vietnam. Meski diperkuat striker senior Lee Cong Vinh, tetapi peluang mencetak gol sekalipun sudah dimulu gawang sering disia – siakan para pemain depan Vietnam. Hanya 5 gol dicetak Vietnam, sedangkan Indonesia yang tidak menjalani pertanding grup dengan mulus masih dapat mencetak 6 gol.

Masalah lainnya adalah kedisiplinan. Memang baru satu kartu kuning yang mereka terima, tetapi satu kartu merah sudah mereka dapat atas nama Truong Dinh Luat ketika menghadapi Kamboja. Selain itu pada saat melawan Malaysia para pemain tengah mereka pun seringkali melakukan tackling – tackling keras.

Inilah kelemahan – kelemahan yang dapat dimanfaatkan timnas Indonesia pada pertandingan nanti. Beruntung timnas Indonesia dihuni oleh para pemain dengan olah bola yang bagus seperti Rizky Ripora, Andik Vermansyah, Boaz Solossa. Mereka pun dapat menarik lawan dan membuat rekan mereka berada di ruang kosong yang memungkinkan untuk berlari dan menerima bola.

Kuncinya adalah tidak panik ketika diserang lawan. Rasanya pula Alfred Riedl harus melatih strategi counter attack dengan baik karena beberapa kali Vietnam kesulitan mengatasi lawan yang punya kecepatan menyusun serangan balik.

Kemenangan tanpa kebobolan apalagi dengan selisih gol yang tinggi sangat diharapkan karena hanya berjarak 4 hari setelah pertandingan di Stadion Pakansari, Indonesia yang akan dijamu di Stadion Mi Dinh Vietnam. Recovery dipotong waktu perjalanan ke Vietnam tentunya sangat singkat sedangkan  para pemain Vietnam seperti disebutkan diatas memiliki stamina lebih mumpuni daripada pemain Indonesia.

Advertisements

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s