Preview Leg 2 Semifinal AFF CUP 2016 : Seandainya Dimainkan, Cecarlah Que Ngoc Hai

Kemenangan Indonesia atas Vietnam pada pertandingan pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari Cibinong hari Sabtu pekan lalu menjadi modal penting untuk menjalani laga kedua di Vietnam esok hari ( 7/12 ).

Walaupun Vietnam memiliki simpanan 1 gol, tetapi Indonesia masih diatas angin. Kemenangan Indonesia pekan lalu membuat rekor pertemuan Indonesia – Vietnam di Piala AFF sejak tahun 1996 menjadi 3 kali kemenangan untuk Indonesia dan 4 kali imbang. Stadion My Dinh Hanoi yang memiliki kapasitas 40 ribu penonton juga bukan tempat asing bagi beberapa pemain seperti Rizky Pora, Kurnia Meiga, Boaz Solossa, Manahati Lestusen dan Fachrudin. Bahkan Zulham Zamrun mempunyai kenangan manis ketika mencetak gol ke gawang Vietnam yang juga dijaga Tranh Nguyen Manh pada Piala AFF 2014. Ketika itu Indonesia bermain imbang 2-2 dengan tuan rumah.

Melihat kembali video penampilan timnas Indonesia pada Piala AFF 2014 di stadion My Dinh lalu membandingkan dengan penampilan Vietnam pekan lalu di Cibinong, ada satu kesamaan yaitu pemain belakang mereka mudah lengah. Pemain nomor 15 Vietnam, Que Ngoc Hai, baik di Piala AFF 2014 atau semifinal Piala AFF 2016 membuat kesalahan. Pada pertandingan tahun 2014 dia lengah menjaga dan mengamankan bola hasil heading Dinh Tienh Thanh (tidak diturunkan di semifinal hari Sabtu kemarin), sedangkan pada semifinal 3 hari yang lalu dia gagal membaca arah jatuhnya bola dan menjatuhkan Stefano Lilipaly di kotak penalti yang berujung pada gol kedua Indonesia.

Gol pertama Indonesia yang dicetak Hansamu Yama pun diawali kesalahan pemain belakang Vietnam setelah gagal melakukan clearance bola umpan jauh pemain Indonesia sehingga dapat direbut Boaz Solossa dan menghasilkan corner kick yang dimanfaatkan Hansamu Yama.

221114d.jpg
Zulham Zamrun vs Que Hoc Hai Piala AFF 2014

Para penyerang Indonesia pada semifinal kedua nanti bisa memanfaatkan situasi gagal fokus para pemain bertahan Vietnam. Pada semifinal pertama dua kesalahan mampu dikonversi menjadi gol. Umpan – umpan jauh baik melalui tengah atau lebar lapangan sepertinya bisa dimanfaatkan untuk membongkar lini pertahanan Vietnam. Kelemahan Vietnam adalah mengantisipasi umpan – umpan panjang.

Bisa jadi inilah kenapa pelatih Vietnam, Nguyen Huu Thang, mempunyai barisan gelandang enerjik didepan para pemain bertahan untuk mengatasi kelemahan tersebut.  mereka intens melakukan tekanan bahkan di sepertiga pertahanan lawan agar lawan tidak mempunyai kesempatan mengirimkan umpan kepada para pemain depannya. Indonesia  memang sempat kesulitan mengatasi pressing berlapis Vietnam dan membangun serangan. Sehingga pola permainan Indonesia memanfaatkan umpan jauh yang dikirimkan langsung dari area pertahanan ke arah pertahanan Vietnam. Jika ingin memaksimalkan kembali pola seperti ini maka Indonesia harus memasang pemain bertahan yang memiliki ketenangan dan passing yang bagus.

Berbicara pemain bertahan, duet Fachrudin dan Yanto Basna dapat diturunkan pada semifinal besok. Namun penampilan apik Hansamu Yama dan Manahati Lestusen pada semifinal pertama tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Jika ingin melakukan pola umpan – umpan jauh maka Manahati bisa diturunkan karena ia juga memiliki pengalaman bermain sebagai seorang gelandang.

Ada resiko tersendiri jika menurunkan Yanto Basna. Ia merupakan seorang pemain bertahan yang kerap kali keluar dari posisinya untuk menghadang lawan. Melihat permainan Vietnam kemarin jelas terbaca bahwa pemain depan mereka seperti Le Cong Vinh dan Nguyen Van Quyet selalu bergerak turun ke lini tengah mendekati pemain yang menguasai bola. Pola seperti ini selain memang Vietnam beberapa kali terlihat memainkan pola umpan pendek juga untuk menarik pemain bertahan lawan sehingga meninggalkan pos nya. Yanto Basna sering kewalahan menghadapi lawan yang memiliki pergerakan seperti itu. Pertandingan Indonesian Soccer Championship antara Persib dan Sriwijaya Fc pada bulan September lalu membuktikan hal itu ketika Yanto Basna terus – terusan mengejar Beto Goncalves dan menciptakan ruang kosong di pertahanan sendiri.

Selain para pemain bertahannya yang sering gagal fokus, hal lain yang bisa dimanfaatkan Indonesia pada pertandingan besok adalah memainkan sisi emosional para pemain Vietnam. Pressing tinggi yang diterapkan Nguyen Huu Thang kerap kali membuat pemainnya melakukan tackle – tackle keras. Walaupun jumlah kartu kuning yang diterima para pemain Vietnam dari pertandingan babak grup sampai semifinal kemarin lebih sedikit dari pemain Indonesia, tetapi jika ingin mencoba, buatlah kesal Nguyen Trong Hoang, pemain nomor 8 Vietnam, karena ia sering kebablasan melakukan tackling.

Pressing intens Vietnam tidak sejalan dengan kesempatan mencetak gol yang mereka ciptakan. Dalam empat pertandingan yang sudah dilalui,  Vietnam hanya mampu membuat 23 kali percobaan mencetak gol ke gawang lawan. Indonesia, 46 kali dalam 4 pertandingan.

Kedua penyerang tunggal yang juga merupakan kapten masing – masing negara, Le Cong Vinh dan Boaz Solossa akan memainkan peran besar pada pertandingan nanti. Boaz memiliki keunggulan selain sebagai target man ia juga mampu mengoyak pertahanan lawan juga dibekali passing yang akurat. Le Cong Vinch, Vietnamese David Beckham, lebih sebagai target man sejauh ini ia sudah mencetak 2 gol sedangkan Boaz 3 gol dan 1 assist.

Indonesia memiliki kekuatan disisi kiri pada diri Rizky Pora kemampuannya sebagai full back sangat membantu Abduh Lestaluhu dan juga sejauh ini sudah mencetak 3 assist dan 1 umpan kunci. Riedl’s Favorite ini mengalami peningkatan pesat di timnas dibandingkan penampilannya ketika di Piala AFF 2014. Ia masih sering luput dari skema pertahanan lawan karena mereka biasanya lebih siap mengantisipasi Andik Vermansyah, ini merupakan keuntungan Rizky Pora.

Hasil imbang dan menang akan meloloskan Indonesia ke final. Kalaupun kalah, Indonesia harus kalah dengan selisih 1 gol dan wajib mencetak gol (misal 3-2 atau 4-3) agar tetap mampu lolos dalam sistem agresifitas gol. Kalah meski hanya 1-0 menutup kans Indonesia.

Kedua negara akan memikul beban dan menanggung tekanan yang hebat karena target keduanya adalah lolos ke final. Vietnam bisa jadi akan merasakan tekanan yang lebih hebat karena dituntut menang didepan publik sendiri.

Oh ya, soal tertekan dihadapan pendukung sendiri Vietnam pernah mengalami nasib naas. Pada semifinal leg pertama Piala AFF 2014, Vietnam menang 2-1 atas Malaysia di Stadion Shah Alam Malaysia. Selang 4 hari kemudian, mereka ditekuk Malaysia dengan skor 4-2 di Stadion My Dinh. Semua gol diawali kesalahan pemain bertahan Vietnam yang tidak siap mengantisipasi umpan jauh Malaysia. Tahukah Anda? Que Ngoc Hai terlibat  dalam 3 kesalahan.

#INDONESIABISA

 

 

Advertisements

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Preview Leg 2 Semifinal AFF CUP 2016 : Seandainya Dimainkan, Cecarlah Que Ngoc Hai”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s