Preview Final Piala AFF 2016 : Learning by Doing

Pertandingan leg 2 semifinal antara Thailand vs Myanmar di Stadion Rajamangala Bangkok tadi malam meloloskan tuan rumah setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan The War Elephants, julukan timnas sepakbola Thailand.

Empat gol yang dicetak Sarawut Masuk, Theerathon Bunmathan, Siroch Chattong dan Chanatip Songkrasin melengkapi kemenangan Thailand sebelumnya di leg pertama semifinal. Thailand lolos ke final dengan agregat 6-0.

Dengan hasil tersebut final Piala AFF 2016 mempertemukan Indonesia vs Thailand untuk yang ketiga kalinya. Dua pertemuan sebelumnya terjadi pada final Piala AFF tahun 2000 dan tahun 2002. Dalam dua pertemuan tersebut Thailand mengalahkan Indonesia. Sama dengan Indonesia, Thailand untuk kelima kalinya menjadi finalis. Bedanya dengan Indonesia, dalam 4 kali final selalu menjadi runner up, sedangkan Thailand sukses 4 kali juara.

Pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang, juga menjalani final yang kelimanya pada Piala AFF 2016. Sebagai pemain ia 3 kali membawa Thailand juara (Piala AFF 1996, 2000, 2002) sedangkan sebagai pelatih ia membawa Thailand juara pada Piala AFF 2014.  Pelatih Indonesia, Alfred Riedl, menjalani final ketiga. Pada dua kesempatan final  sebelumnya  bersama Vietnam pada tahun 1998 dan Indonesia pada tahun 2010  semuanya berakhir dengan prestasi juara 2.

Rekor pertemuan Indonesia – Thailand pada Piala AFF hingga saat ini adalah 9 kali pertemuan dengan 7 kemenangan untuk Thailand dan 2 kemenangan untuk Indonesia. Indonesia mengalahkan Thailand dalam perebutan juara 3 Piala AFF 1998 lewat adu penalti dan pada pertandingan babak grup  A Piala AFF 2010 Indonesia, dalam debut Alfred Riedl menangani timnas Indonesia, mengalahkan Thailand lewat dua gol penalti Bambang Pamungkas.

Melihat catatan pertemuan tersebut memang Thailand masih unggul atas Indonesia. Rekor pertemuan kedua pelatih Kiatisuk Senamuang vs Alfred Riedl sejauh ini imbang, keduanya berhasil saling mengalahkan di Piala AFF . Ketika masih menangani timnas Vietnam, Alfred Riedl tercatat 2 kali memimpin Vietnam bertemu Thailand yaitu pada Piala AFF 1998 dan Piala AFF 2007. Hasilnya 1 kemenangan, 1 imbang, dan 1 kalah. Menjadikan rekor Alfred Riedl  vs  Thailand sejauh ini adalah 2 menang, 1 imbang, 2 kalah.

Pengalaman mau tidak mau akan berperan dalam pertandingan final yang digelar dengan sistem home and away. Beberapa pemain Thailand yang menjuarai Piala AFF 2014 masih menjadi pilihan utama. Nama – nama seperti penjaga gawang Kawin Thamsatchanan, Sarach Yooyen, Charyl Chappuis, dan Adul Lahsoh tentunya berambisi untuk memenangkan gelar Piala AFF 2016 yang akan didedikasikan bagi Raja Bhumibol Adulyadej yang mangkat pada 13 Oktober lalu.

Susunan pemain inti yang tidak banyak berubah sejak Piala AFF 2014 menjadi kekuatan tersendiri untuk Thailand. Sejak berakhirnya Piala AFF 2014 sampai dengan awal Piala AFF  2016, Thailand menjalani 21 pertandingan internasional. Mulai dari babak 2 Kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019, babak 3 Kualifikasi Piala Dunia 2018, dan beberapa pertandingan ujicoba. Semua pertandingan tersebut dijalani dengan susunan pemain yang hanya sedikit mengalami perubahan.

Pertandingan final ini tentunya akan menjadi tantangan berat untuk skuad Indonesia apalagi di pertandingan Grup A, mereka dikalahkan Thailand 2-4. Jika kekompakan sudah dimiliki skuad Thailand sejak lama, Indonesia mengalami peningkatan per pertandingan dalam hal komunikasi dan kekompakan. Pertandingan semifinal melawan Vietnam hari Rabu kemarin, dalam hemat penulis adalah terberat yang pernah dijalani timnas Indonesia pada Piala AFF 2016. Kedisiplinan, kekompakan, komunikasi, dan stamina benar – benar diuji pada pertandingan di Stadion My Dinh tersebut. Dapat dikatakan, Indonesia  is learning by doing. Hal ini disebabkan persiapan yang tidak sempurna akibat pembekuan PSSI oleh Menpora dan sanksi FIFA.

Gaya menyerang dan gaya bertahan sudah diterapkan oleh Alfred Riedl dalam 5 pertandingan Piala AFF 2016. Diharapkan para pemain pun sudah lebih siap menghadapi pertandingan pertama final yang tinggal berjarak 5 hari.

Satu modal bagus yang dimiliki Indonesia adalah ketajaman mencetak gol. Belum pernah ada negara yang mampu membobol gawang Thailand di Piala AFF 2016 kecuali Indonesia. Itupun dilakukan dalam tempo waktu tiga menit saja. Inilah yang sempat mengejutkan Kiatisuk Senamuang.

Pertahanan Thailand memang bermasalah. Mudah ditembus. Pertandingan semalam menunjukkan para penyerang Myanmar dapat leluasa untuk mengancam gawang Thailand. Beruntung penampilan bagus kiper Kawin Thamsatchanan plus kurang tajamnya pemain depan Myanmar membuat gawang mereka tetap bersih dari kebobolan.

Dalam 5 hari persiapan ini, skuad Indonesia perlu menumbuhkan semangat tersendiri, menemukan motivasi mereka untuk tampil sebagai satu tim dan berjuang keras. Karena mereka harus menghadapi tim yang ngotot banget dalam bermain. Kegigihan dalam bermain sering timbul tenggelam pada para pemain Indonesia. Jika selama ini disebutkan bahwa karena faktor stamina, namun seringkali kelemahan tersebut dapat tertutupi jika memiliki semangat keras.

Indonesia akan terlebih dahulu menjamu Thailand pada 14 Desember 2016 di Stadion Pakansari Cibinong Bogor. 3 hari kemudian, tepatnya 17 Desember 2016,  giliran Indonesia bertanding di Stadion Rajamangala. Bagaimana peluang Indonesia? Rasanya besaaar.

#INDONESIA_BISA

 

 

 

Advertisements

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s