(simpan dulu) harapan

Carlton Cole, mantan striker West Ham United dan Chelsea, bergabung dengan Persib Bandung sebagai pemain asing ke-4 di tahun 2017. Menjelang liga baru yang bernama Gojek Traveloka Liga 1, Persib memang membutuhkan penyerang baru karena baru memiliki Sergio Van Dijk (SVD) dan Angga Febriyanto. Pada beberapa kesempatan terakhir, Persib lebih memilih bermain tanpa striker murni karena SVD cedera meski bermain seperti itu agak kacau.

Kehadiran Carlton Cole menambah gempita Persib di Liga I setelah sebelumnya Michael Essien bergabung dengan status marquee player. (Saya belum bisa menemukan hubungan kenapa eks Chelsea yang dipilih oleh Persib, apakah karena sama – sama jersey biru?). Carlton Cole bergabung walau sebenarnya di Inggris pun ia memiliki beberapa tawaran termasuk dari klub no liga, Billericay Town.

Jika kehadiran keduanya sudah memberikan kehebohan tersendiri karena pernah tampil di pentas sepakbola Eropa dan dikenal para fans sepakbola luar negeri di Indonesia, pertanyaan selanjutnya apakah mereka mampu menambah kekuatan Persib di atas lapangan hijau?

Michael Essien tahun lalu bermain untuk Panathinaikos di Liga Super Yunani. Total 15 kali penampilan dan 1 gol sejak ia bergabung dari bulan Juni 2015. Essien mengalami cedera otot sehingga harus menepi lebih dari 3 bulan di Yunani. Performa Essien memang menurun secara bertahap apalagi dengan catatan cedera panjang yang pernah ia alami membuatnya menghabiskan waktu hampir setahun menyembuhkan cederanya.  Waktu istirahat terpanjang Essien karena cedera adalah 184 hari ketika masih bermain untuk Chelsea pada tahun 2012.

Essien-ball-fly

Essien tidak masuk dalam pilihan Panathinaikos menjelang Liga Super Yunani 2016/2017. Statusnya dibekukan dan 3 bulan kemudian dilepas oleh Panathinaikos. Sejak bulan November 2016 ia tidak memainkan laga kompetitif karena berstatus tanpa klub walau menjaga kebugaran dengan ikut latihan di Chelsea.

Sedangkan Carlton Cole terakhir kali bermain di laga kompetitif bersama klub Amerika Serikat, Sacramento United, di United League atau sekelas divisi II. Bergabung sejak bulan Agustus 2016, bermain 4 kali, kemudian pada bulan Oktober 2016 ia dilepas dan libur bermain sejak itu.  Cole menyadari bahwa kedatangannya ke Sacramento hanya menjadi pemain cadangan saja.  Menjadi cadangan dirasakannya pula ketika bergabung bersama Glasgow Celtic di Skotlandia. Dikontrak pada bulan Oktober 2015 dan dilepas pada Juni 2016 dengan mengoleksi 5 kali bermain dan satu gol saja. Ia gagal menggeser Leigh Griffiths dan tidak meyakinkan untuk dipertahankan oleh manajer Brendan Rodgers.

Untuk menjaga kebugaran, Cole berlatih di gimnasium milik West Ham United menunggu tawaran berbagai klub sejak ia belum memutuskan pensiun dari lapangan hijau. Satu tawaran yang sempat ditanggapi serius datang dari klub non liga, Billericay Town.

Melihat catatan gol striker yang menyandang status “living legend” West Ham United, ia bukanlah seorang penyerang yang subur untuk ukuran Liga Inggris. 9 musim menjadi bagian The Hammers (julukan West Ham United) ia mencatatkan 293 penampilan dan 68 gol di semua kompetisi. Rekor gol terbaiknya di Liga Inggris ketika ia berusia 25 tahun atau pada musim 2008/2009 dengan 10 gol. Musim selanjutnya ia juga mencetak 10 gol. Sedangkan rekor golnya bersama West Ham adalah 14 gol di divisi Championship ketika musim 2011/2012 West Ham terdegradasi dari liga Inggris.

159911_1

Setelah itu, produktifitas Cole terus menurun. Bahkan fans West Ham mulai ragu kepadanya. Meski dengan postur menjulang 1.91 meter, ia bukanlah ancaman duel udara. Sedangkan kontrol bolanya juga mendapatkan kritikan.  Jangankan mencetak 14 gol, mengulangi 10 gol semusim saja sulit meski terus diberikan kesempatan. Prestasi yang mendekati 10 gol hanya terjadi sekali di musim 2013/2014 dengan 6 gol di semua kompetisi.

Dengan melihat sejarah tersebut dari kedua pemain ini, rasanya jangan dulu membebankan harapan setinggi langit kepada mereka. Meski bisa berargumen bahwa level permainan di Liga I Indonesia tidak seperti di Inggris atau Eropa secara umum, namun masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi optimal mereka. Salah satunya adalah soal kualitas lapangan.

Walaupun, kedatangan mereka menaikkan pamor kompetisi dan membuat bangga para bobotoh, namun pembuktian sebenarnya adalah 2 x 45 menit diatas lapangan. Karena mereka dikontrak bukan menjadi brand ambassador tapi untuk bermain. Mereka bukanlah eks liga Inggris pertama sebelumnya ada Marcus Bent di Mitra Kukar dan Lee Hendrie di klub Bandung FC di kompetisi LPI. Keduanya menunjukkan performa yang rata – rata saja.

Rasa penasaran memang tak bisa dihindarkan, bangga pun tak bisa dipangkas, namun janganlah terlalu berharap banyak dulu. Kedua pemain lama tidak bermain, masalah kebugaran semoga saja bisa diatasi cepat agar yang lainnya bisa beradaptasi dengan mudah.

Advertisements

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s