2014 in review..Thank You So Much

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 130,000 times in 2014. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 6 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Rendlesham Forest Incident

Hangar 10. Film berformat dokumenter menceritakan para pemburu Unidentified Flying Object ( UFO ). Hangar 10 mengambil setting di Inggris tepatnya, hutan Rendlesham, terletak di wilayah Suffolk sebelah timur kota Ipswich. Pada kejadian sejarah nyata hutan ini pada tahun 1980 menggemparkan masyarakat Inggris karena dalam dua hari pada tanggal 26 dan 28 Desember 1980, serangkaian penampakan cahaya, kemungkinan pendaratan pesawat bahkan beberapa pesawat tidak dikenal terjadi di areal hutan seluas 15 kilometer persegi. Menariknya bukan hanya masyarakat yang menjadi saksi tetapi juga para serdadu Angkatan Udara Amerika Serikat ( USAF ) yang menggunakan pangkalan Woodbrige milik Angkatan Udara Inggris ( RAF ).

Menurut beberapa keterangan pada 26 Desember 1980 sekitar pukul 3 dinihari petugas jaga di pangkalan Woodbridge melaporkan menyaksikan cahaya aneh mendarat di hutan Rendlesham. Penasaran, petugas jaga mencoba mencari tahu pesawat apa yang mendarat. Seketika mendekati lokasi cahaya itu turun, petugas jaga menyaksikan objek metalik yang bercahaya dan diliputi semacam asap. Ketika objek itu didekati, objek tersebut terbang semakin jauh kedalam hutan.

Salah satu kesaksian kejadian tanggal 26 Desember tersebut datang dari Sersan Jim Penniston yang bukan hanya menyaksikan pesawat tak dikenal tersebut tetapi juga sempat mencatat secara detil bentuk pesawat tersebut termasuk simbol – simbol yang tercetak dibadan pesawat tersebut. Bahkan keterangan yang diperoleh dari Sersan Jim Penniston pada tahun 1994 melalui hpnosis ia mengatakan bahwa pesawat tersebut ditumpangi oleh manusia dari masa depan bukan alien.

headline

Pagi harinya dilakukan pengecekan ke tempat pendaratan cahaya tersebut dan ditemukan tiga jejak yang membentuk segitiga ditanah serta batang – batang pohon yang patah dan terbakar.

Pada tanggal 28 Desember kembali dilakukan pengecekan dengan mengukur tingkat radiasi. Hasil pengukuran tersebut ditemukan radiasi yang melebihi kadar normal. Selama pemeriksaan ulang ini, cahaya terlihat kembali melintas ke arah timur. Bahkan cahaya mirip bintang pun terlihat di selatan dan utara.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa kejadian ini tidak mengancam keamanan negara karenanya tidak perlu dilakukan penyelidikan. Pernyataan ini dirilis oleh Kementerian Pertahanan ke publik. Namun dibalik itu semua mereka tetap mengadakan penyelidikan. Hal ini ditegaskan kepala pangkalan Kolonel Charles Halt. Ia tidak hanya menyangkal pernyataan Pemerintah tetapi juga memang menyelidiki dan saksi mata pada kejadian di hutan Rendlesham ini. Sangkalan lain terhadap pernyataan pemerintah datang dari mantan kepala staf pertahanan Lord Peter Hill-Norton.

Kolonel Charles Halt juga dikenal dengan hasil rekaman kasetnya yang dia buat ketika memimpin penyelidikan pada tanggal 28 Desember. Rekaman yang kemudian jatuh ke tangan para peneliti ini berisi percakapan – percakapan yang terjadi saat penyelidikan. Sayangnya tidak banyak informasi yang bisa didapat karena rekaman ini direkam pada mesin lama sehingga ada sebagian suara yang hilang dan tidak jelas.

Catatan Kepolisian Suffolk tertanggal 26 Desember 1980 yang berisi laporan dari pangkalan udara Woodbridge mencatat penampakan cahaya aneh dilangit, pengiriman personel angkatan udara untuk menginvestigasi.Kemudian laporan ini juga berisikan pengawas udara West Drayton mengkonfirmasi bahwa tidak ada pesawat yang terbang saat itu.

Seperti biasa, kasus penampakan UFO akan menjadi area abu – abu yang menjadi perdebatan. Itupun yang terjadi dengan kasus Rendlesham Forest yang tidak terpecahkan sampai saat ini. Untuk mengenang kejadian pada tahun 1980 ini ada papan informasi berbentuk segitiga yang ditempatkan di hutan ini memuat informasi peta dan keterangan seputar insiden ini.

41656729

Oh ya mengenai film Hangar 10, film dengan tema menarik namun cukup membosankan ini, diakhiri di Pangkalan Woodbridge yang telah kosong ditinggalkan para tentara. Disini ternyata disimpan sebuah pesawat berbentuk segitiga yang berhasil diamankan oleh para tentara pada tahun 1980. Juga kedatangan para alien ini ditandai dengan adanya virus mematikan. Akhirnya pesawat segitiga tersebut diambil kembali oleh para alien dan semua tokoh dalam film Hangar 10 ikut lenyap.

Salahnya Dimana?

Seperti Malaysia vs Indonesia itulah menurut komentator semifinal AFF Cup 2014, Vietnam vs Malaysia (11/12) di stadion My Dinh Vietnam. Pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Malaysia yang dikandang sendiri sepekan lalu harus kalah dengan skor 1-2. Skor pertandingan semalam pun hampir identik ketika Indonesia pada tahun 2004 mengalahkan Malaysia di Bukit Jalil Stadium Kuala Lumpur.

Miris ketika komentator tersebut harus menyebutkan laga 10 tahun yang lalu tersebut terlebih kita, masyarakat Indonesia, hanya sebagai penonton saat ini. Bahkan mengutuk para pemain yang memang bermain tanpa arah, tanpa visi dan seperti tanpa semangat.

Kita bertanya apa yang salah? Alfred Riedl sudah dikembalikan ke jabatannya sebagai pelatih timnas. Suasana kompetisi dalam negeri kondusif, tidak ada perpecahan liga seperti saat Andik Vermansyah dkk dihujat pada Piala AFF 2012. Bahkan ungkapan Andik Vermansyah selepas berhasil membuat gol tunggal kemenangan Indonesia atas Singapura 2 tahun lalu malah berbuah cibiran. Timnas saat ini menampilkan pemain – pemain terbaik dari Liga Super Indonesia pun jangan lupa tahun ini adalah tahun rekonsiliasi kompetisi setelah setahun sebelumnya Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia memecah belah timnas. Tapi apa yang ditampilkan sangatlah identik, satu kali hasil imbang, satu kali kemenangan, dan satu kali kekalahan pada babak grup dan gagal lolos ke semifinal. Inikah Karma?.

Jadwal kompetisi amburadul? Mr.Riedl, anda sudah di Indonesia bahkan sejak Piala AFF 2010, seharusnya hal ini tidaklah aneh. Kompetisi kita memang banyak libur terganggu agenda politik nasional sampai daerah. Belum lagi tahun ini babak 8 besar terhambat Asian Games meski yang ditampilkan timnas U-23. Disini juga terlihat sebaran pemain muda potensial tidak sepenuhnya tereksplor karena satu klub menyumbang hampir satu kesebelasan ke timnas U-23.

Jadwal mepet ke Piala AFF sehingga fisik pemain amburadul? bahkan tanpa kompetisi yang mepet pun anda sudah tahu, Mr. Riedl, para pemain Indonesia tidak semuanya mampu bermain konsisten 90 menit. Bukankah diluar para pemain yang tampil dibabak puncak Liga Super Indonesia, anda juga memanggil para pemain dari klub lain yang secara fisik lebih bugar?.

Belum padu? rasanya pemain – pemain yang dipanggil ke timnas masih muka – muka lama. Apakah keterpaduan permainan sulit dicapai? Memang strategi dan formasi yang dimainkan oleh mereka masing – masing di klub berbeda satu sama lain. Tetapi bukankah mereka sering bertemu di timnas? Setidaknya komunikasi sederhana seharusnya sudah terbangun.

Liga Super Indonesia adalah salah satu yang terbaik di kawasan Asia Tenggara. Istilah yang sangat familiar dengan para penggemar olahraga adalah kompetisi yang baik berbanding lurus dengan prestasi negara. Jika dibilang Liga Super Indonesia adalah salah satu liga yang diminati dikawasan ASEAN tetapi justru prestasi itu datang dari timnas U-19 yang masih asing dengan Liga Super Indonesia. Mungkin berlebihan jika dibilang terbaik tapi jika dibilang ter-ramai kita bisa menduduki posisi nomor satu. Ramai dalam artian banyak penonton.

Ada  dua kompetisi di kawasan Asia yang sama – sama memakai singkatan ISL. Indonesia dan India dengan India Super League. Liga yang baru dibentuk Oktober 2014 dan memang bertujuan meningkatkan gairah penonton dan masyarakat mendukung sepakbola. Membuat sepakbola tenar menyaingi kriket maka itulah kenapa banyak veteran Eropa yang bermain disana, karena yang dikejar bukan pembinaan tetapi popularitas. Apakah Indonesia Super League begitu juga?

Well lantas apa yang salah sehingga tahun ini dengan pemain – pemain terbaik, Indonesia sama sekali kepayahan berlaga di Piala AFF. Bonus ga lancar seperti gaji beberapa pemain di beberapa klub? Tapi mungkin kita terlalu melebih – lebihkan soal gaji yang terhutang kepada pemain soalnya tiap awal musim hampir semua klub Liga Super Indonesia mampu menyodorkan kontrak ratusan juta sampai miliaran rupiah kepada pemain.

Masalah kebanggan membela negara? rasanya tidak ada pemain yang tidak girang bukan kepalang dipanggil membela negara. Filipina yang dihuni oleh para pemain half blood saja begitu trengginas dalam bermain.

Lantas apa yang salah? Ah mungkin saya saja terlalu banyak komentar, karena sebagai penonton ya bagaimana disuguhkannya saja, menang yang bangga, kalah ya terima saja dengan sebuah alasan klasik “ kita sudah bermain bagus tapi lawan bermain lebih bagus”.

Finding Striker

Silent operation. Diam – diam saja pergerakan transfer Persib Bandung musim ini. Itulah yang ditegaskan oleh manajer H.Umuh Muhtar sebelum keberangkatan ke Mekkah menunaikan janji juara untuk Umroh bersama seluruh tim. Liga Super Indonesia 2015 telah dijadwalkan akan kick off bulan Februari 2015 sedangkan Persib baru memiliki seorang striker murni, Rudiana, yang musim lalu jarang diberikan menit bermain.

Melihat ciri khas permainan musim lalu, sepertinya pelatih Persib, Jajang Nurjaman, lebih menyukai tipe striker atau second striker daripada target man. Serangan Persib dominan diawali dari sisi sayap. Baik Tantan dan Ferdinan Sinaga adalah penyerang yang mampu bermain melebar, tidak diam disatu posisi dan lebih memilih mengajak berlari pemain bertahan lawan. Memang musim lalu ada Djibril Coulibaly sebagai target man, meskipun naik turun tetapi menjelang puncak kompetisi, Jajang Nurjaman lebih memilih pergerakan didepan yang lebih cair tidak terpaku pada satu titik.

Jajang Nurjaman rasanya lebih memilih tipe pemain yang mampu menahan bola tentunya mempunyai skill olah bola yang baik dan mampu melindungi bola dengan baik. Pacho Kenmogne, eks striker Persebaya, memiliki kriteria ini. Bukan hanya sebagai target man tetapi juga kuat bertarung diudara dan skillnya bagus. Hanya sayang setelah tarik ulur harga, Kenmogne memilih bergabung bersama Kelantan FA.

Masih tersisa pilihan antara Zulham Zamrun ( Mitra Kukar ) dan Samsul Arif ( Arema ). Karena saat ini yang dikejar oleh Persib bukanlah menggantikan sosok Djibril Coulibaly tetapi pengganti Ferdinan Sinaga. Kedua striker timnas diatas mempunyai kriteria yang dibutuhkan skema permainan Persib. Walau Zulham lebih beroperasi ke sektor tengah tetapi dengan torehan 7 gol musim lalu ia layak dipertimbangkan. Samsul Arif mempunyai karakter ngotot, catatan 16 gol musim lalu pun menjadi bukti bahwa postur kecil tidak menghalangi ketajamannya. Tinggal bagaimana operasi senyap ini berlangsung, apakah satu dari antara kedua nama tersebut berlabuh di Persib ataupun tidak dua – duanya.

Somen Tchoyi, eks West Bromwich Albion, sempat mengemuka namun akhirnya ia memilih bergabung dengan Arema Malang. Jika Jajang Nurjaman mencari tipe target man sekaligus bisa membuka ruang dan membagi bola, bagi saya rasanya striker vietnam, Le Congh Vinh bisa diajukan. Pengalaman berlaga di Portugal dan Liga Jepang menambah curriculum vitae penyerang berusia 29 tahun ini. Selain itu ia juga mampu berperan sebagai second striker. Jordi Tarres, striker Spanyol yang bermain di Kitchee SC Hongkong pun bisa menjadi alternatif.

Negara – negara ASEAN saat ini jarang dilirik oleh klub – klub Indonesia sebagai pasar potensial mencari pemain. Memang ada trend baru beberapa tahun terakhir, Eropa Timur mulai dilirik setelah sebelumnya hanya benua afrika dan Amerika ( amerika selatan tepatnya ) yang selalu memasok pemain – pemain asing ke Indonesia. Padahal di kawasan ASEAN sendiri banyak striker potensial diluar mereka yang pernah berkarir di Indonesia, nama – nama seperti Adisak Kraisorn ( Thailand ), Phillip Younghusband ( Filipina ), Norshahrul Idlan Talaha ( Malaysia ), ataupun Adi Said ( Brunei Darussalam ) menjanjikan potensi dan sepertinya cost pun lebih murah secara jarak – jarakan antar negara lebih dekat.

Hari ini muncul nama pemain baru yang akan diseleksi yaitu Aron Muniz Teixeira Da Silva, striker Brazil yang bermain di Osotspa Saraburi Thailand. Musim lalu ia mencetak 15 gol. Musim 2013 ia mencetak 12 gol untuk Army United FC. Ia lebih sebagai target man setidaknya itu yang terlihat dalam rekaman video di youtube yang saya temukan. Sepintas punya skill bola yang baik dan juga beberapa kali bergerak dari area flank.

Menurut berita dari http://www.persib.co.id ini adalah rekomendasi dari Glen Sugita, direktur utama PT.Persib Bandung Bermartabat. Berkaca pada rekomendasi – rekomendasi beberapa tahun sebelumnya, mudah – mudahan tidak ada masalah dihari depan. Semuanya bisa ditepis jika Aron Da Silva memang memiliki kualitas yang dibutuhkan dalam skema permainan Persib musim depan.

Operasi senyap ini harus sukses. Karena Persib akan berlaga di tiga kompetisi. Liga Super Indonesia, Piala Indonesia, juga Liga Champion Asia. Sampai sejauh ini baru dua pemain yang bergabung yaitu eks pemain Persib Junior, Dias Angga dan Dedi Kusnandar. Sayang memang jika saja Ferdinan masih ada maka para alumni junior yang telah punya pengalaman akan memberikan suatu warna tersendiri. Terakhir, adik dari eks striker Persib, Zaenal Arif, Yandi Munawar Sofyan dikabarkan akan segera merapat ke Persib.

Bad Boy itu Berganti Warna

FSinaga

Seperti mengulang kembali kisah yang pernah dialami oleh Eka Ramdani dan Sergio Van Dijk. Kali ini eks Persib Junior dan berandil dalam menuntaskan dahaga 19 tahun tanpa gelar juara, Ferdinan Sinaga, telah memutuskan dan bergabung dengan Sriwijaya FC. Terkejut itulah reaksi alami dari para bobotoh. Bagaimana tidak, sepanjang musim 2014, mantan striker Persiwa, Persisam dan Semen Padang ini menunjukkan bahwa darahnya adalah darah biru. Juga beberapa hari sebelum ia berangkat ke Palembang, secara resmi ia mengatakan kepada khalayak agar tenang saja bahwa ia masih biru dan tidak akan berpindah warna.

Namun senin sore (1/12) foto juga berita, ia telah berada dipalembang menyebar luas di media sosial. Diikuti dengan kekesalan para bobotoh. Apalagi ketika Ferdinan menyatakan bahwa ia kecewa pada salah seorang yang duduk dimanajemen PT.PBB karena tak juga ia disodori kontrak baru. Tak tanggung, Ferdinan langsung menyebutkan inisial orang yang membuatnya kecewa. Maka ramailah, forum – forum diskusi bobotoh di dunia maya. Ada yang menanyakan manajemen, ada pula yang menghujat Ferdinan Sinaga.

Keesokan harinya (2/12) Ferdinan memberikan alasan lain lagi bahwa ini (kepindahannya ke sriwijaya) adalah nazar. Ketika pertama kali bergabung dengan Persib, ia berjanji bahwa jika berhasil membawa Persib juara, maka musim selanjutnya ia akan pindah mencari tantangan baru diklub lain. Nazar itu terpenuhi karena Persib mengangkat trofi diakhir musim dan Ferdinan adalah salah satu pemain yang sangat emosional mengekspresikan kegembiraan dan keharuan menjadi juara. Semakin meyakinkan bobotoh bahwa ia memang biru.

Lantas kenapa ia dilepas begitu saja oleh Persib? selain alasan yang telah dikemukakan diatas ada lagi alasan – alasan lain yang muncul meskipun masih samar. Seperti kebengalan Ferdinan Sinaga dan sikapnya yang sulit diatur. Hal ini telah menjadi evaluasi Jajang Nurjaman sejak ia dikenai kartu merah saat melawan Semen Padang pada 15 Agustus lalu. Pun juga tingkahnya membuang handuk Dennis Romanovs yang berujung pada sanksi seusai pertandingan. Paling anyar ketika Ferdinan memaki – maki Jajang Nurjaman dan M.Ridwan pada laga Final Liga Super Indonesia 7 November lalu. Beruntung Jajang dan juga M.Ridwan tidak terpancing emosi menanggapi Ferdinan yang terlihat melakukan gestur menantang hingga ia harus dipeluk Manajer Umuh Muhtar agar emosinya padam.

Ferdinan menyebutkan bahwa selepas 15 November manajemen Persib belum juga menawarkannya perpanjangan kontrak. Jika melihat pada pemain lain, maka hal ini wajar – wajar saja, karena kiper I Made Wirawan beserta pemain Persib lainnya baru menandatangani kontrak baru awal Desember ini. Tapi ada satu hal yang harus ditekankan karena ternyata Sriwijaya dan Ferdinan telah berkomunikasi sejak September dan saat semifinal dan final Liga Super Indonesia yang digelar di Palembang, komunikasi semakin intens. Maka bisa kita prediksikan bahwa perpindahan ini memang akan terjadi seandainya Ferdinan tak ada kekecewaan kepada manajemen.

Mungkin Ferdinan memainkan drama disini. Harga 1,2 Miliar Rupiah yang disodorkan oleh Sriwijaya sepertinya ( ini hanya prediksi belaka ) dijadikan sebagai patokan dan nilai tawar kepada manajemen Persib agar Persib menawarkan kontrak yang lebih tinggi. Namun ternyata harapan ini tidak sejalan karena ia dipersilakan pergi.

Ada satu hal yang menarik setelah kepergian Ferdinan menimbulkan gejolak diantara bobotoh, gelandang asal Mali, Makan Konate, berkicau silahkan pergi jangan merusak kondusifitas tim.

Farewell Bad Boy, Semoga Sukses.

sumber :

www.palingaktual.com

http://www.bola.net
www.laskarwongkito.com

Design a site like this with WordPress.com
Get started