20 tahun???

“20 tahun negara kita tidak dikunjungi tim – tim eropa, sekarang keadaannya sudah beda, tahun ini banyak tim eropa yang datang”

Bagi yang menonton Mata Najwa di metro tv semalam tentunya hapal kalimat ketua umum PSSI, Djohar Arifin ini. Kurang lebih dia mengatakan ini 3 kali. Pun satu kesempatan dibalas Najwa dengan ” tim saya juga, Arsenal akan datang ya”.

Dengan kalimat ini Djohar ingin menaikkan level PSSI yang dipimpinnya dan menciptakan image bahwa mereka sukses membuat iklim persepakbolaan Indonesia menjadi lebih baik dibanding jaman Nurdin Halid.

Lucunya barometer kesuksesan PSSI adalah kedatangan ( yang lebih kepada bisnis dan pelesiran ) klub – klub Eropa. Seakan mengatakan peduli amat kompetisi IPL dan timnas ancur – ancuran, asalkan klub eropa sering datang.

Pertanyaannya, benarkah selama 20 tahun klub – klub eropa tidak berkunjung dan bertanding dengan timnas atau gabungan pemain lokal – asing yang sering dsebut Indonesia all star??

Saya masih ingat pada bulan Mei 2008 gol Bambang Pamungkas ke gawang Bayern Muenchen saat tim asal Jerman ini bertandang ke Indonesia dan bertanding di Stadion SUGBK. Bahkan Bambang menulis pengalaman ini disitusnya bambangpamungkas20.com.

Lalu mundur ke tahun 1996 saat Sampdoria dan Lazio bertandang ke Indonesia. 2 tahun sebelumnya Persib bertanding dengan AC Milan di Jakarta.

Jika yang dijadikan acuan Djohar adalah kedatangan PSV pada 1988, maka pernyataan “20 tahun” adalah sesuatu yang wajar. Tapi entah bagaimana sang profesor melewatkan tahun 1990an dan era milenium.

Bahkan pada tahun 2010 pun Indonesia pernah beruji coba dengan timnas Uruguay. Manchester United pun pada tahun 2009 akan ke Indonesia seandainya bom tidak meledak di JW Marriot.

Juga kalau ini disebut keberhasilan PSSI, maka PSSI lupa bahwa biasanya yang mendatangkan klub – klub eropa adalah promotor. Lagipula klub – klub Eropa rasanya mempunyai pertimbangan bisnis sendiri jika mereka datang ke Indonesia. Masih segar ingatan saat Everton gagal datang ke Indonesia tahun kemarin yang salah satu alasannya adalah soal fee.

Belum lagi, pada era 1990an dan juga awal tahun 2000an, organisasi – organisasi suporter klub eropa belum banyak terbentuk di Indonesia. Saat ini banyak sekali organisasi fans klub eropa dan ini juga sangat mempengaruhi kedatangan klub eropa. Klub eropa akan datang jika marketnya jelas. Sekolah sepakbola pun sekarang banyak sekali yang merupakan cabang dari sekolah sepakbola klub – klub eropa.

Faktor keamanan negara, saat ini sedang kondusif. Tidak ada lagi kasus – kasus peledakan bom.

Kedatangan klub eropa ke satu negara atau sebutlah ke negara – negara Asia, lebih banyak untuk melebarkan bisnis mereka. Soal pengalaman dan pelajaran bagi timnas pun tidak akan banyak diraih. Karena kita tahu sendiri kebanyakan dari mereka main dengan santai alias sekedarnya. Bahkan dengan sekedarnya pun kita sudah keteteran.

Jadi saya sangat tidak setuju kalau ini diklaim oleh PSSI sebagai keberhasilan. Kedatangan klub eropa lebih kepada bisnis dan hiburan bukan peningkatan prestasi.

So, tak usah dibangga – banggakan.

Sharing Dikit ( Android )

Sharing pengalaman aja.

images

Bagi kalian yang minat untuk pake handphone dengan OS android sebelum beli mesti cari informasi yang detail terlebih dahulu. Pengalaman saya sekitar seminggu lalu, bukan cukup lagi tapi terkaget – kaget dengan handphone basis android ini.

Terutama soal pulsa. Handphone android ini adalah handphone yang butuh untuk tetap online. Dalam artian paket data harus selalu aktif karena banyak aplikasi yang membutuhkan koneksi internet. Aplikasi ini biasanya bawaan.

Bagi yang ingin membeli, sekalian aja beres beli kemudian registrasi paket data sesuai operator masing – masing. Pengalaman gue kemarin, makanya kaget, isi pulsa jigow cuma dalam waktu 10 menit tinggal nyisa ceban, padahal cuma setting whatsapp yang biasanya di handphone symbian ga akan nyedot pulsa ampe 15 rebu.

Ternyata eh ternyata, banyak aplikasi yang istilahnya “bekerja dibelakang layar”, meski ga kita buka atau handphone kondisi terkunci tapi aplikasi – aplikasi ini tetap connect internet.

Langsung deh gue googling dan ketemu jawabannya dan cara berhemat pulsa. Bukan apa – apa bagi yang sering isi pulsa ceban, pake hape android bakal – bakal sangat bikin cape hati.

Biar hemat pulsa coba deh klik www.syahuri.com disana ada tips – tips hemat pulsa.

Katanya juga handphone model ini boros baterai. Ini ada kaitannya sama aplikasi yang “bekerja dibelakang layar” ( kayak sutradara aja ).

Salah satu cara menghemat baterai adalah mematikan auto rotate screen. Itu tuh yang layar ngikutin mau hape posisi vertikal atau horizontal. Selebihnya silahkan klik www.android-indonesia.com.

Nah, bagi kalian yang ingin ganti handphone berbasis android perlu tahu banyak info atau googling dulu deh, biar ga kaget – kaget. Memang jaman sekarang, jaman sosial media, pake handphone model gini akan sangat mendukung. Atau juga yang memang di pekerjaannya membutuhkan koneksi internet.

The Issues is Sergio Van Dijk

Rumor itu berjudul ” Sergio Van Dijk” . Striker asal Belanda yang punya garis keturunan Indonesia dari kakek dan neneknya masih menjadi salah satu bahasan utama bobotoh. Diawal musim ISL 2012 / 2013 ia sempat diisukan akan dikontrak tim Maung Bandung. Nyatanya sampai 2 pertandingan berjalan, Sergio Van Dijk, masih belum ada.

Image

Harga yang cukup mahal dan habisnya slot pemain asing Persib menjadi kendala. Alasan terakhir mungkin sebentar lagi akan terselesaikan, karena sejak jauh – jauh hari, Sergio Van Dijk sempat akan dinaturalisasi. Hanya saja karena Indonesia tidak menganut dua kewarganegaraan, kabarnya Sergio masih mempertimbangkan jadi WNI. Beberapa pesepakbola Belanda yang punya garis keturunan Indonesia urung menjadi WNI karena masalah kewarganegaraan Belanda yang harus mereka lepas.

Masalah harga jadi kendala utama. Karena jika pun Sergio tidak jadi dinaturalisasi, maka pertengahan musim bisa saja ada pemain asing yang dilepas agar tersedia satu slot pemain asing.

6 hari lalu, seperti yang dikutip dari JPPNN.com, manajemen Persib masih menggali sumber dana untuk membayar uang muka transfer Sergio Van Dijk yang sudah berstatus free agent setelah kontrak kerjanya dengan Adelaide United usai.

Direktur Marketing PT.PBB, M.Farhan, menyebutkan Sergio akan menjadi investasi terbesar Persib. Kontrak yang besar dan diharapkan pula kedatangan Sergio Van Dijk bisa lebih mendongkrak keuntungan Persib.

Seberapa spesial Sergio Van Dijk? sehingga 2 tahun kebelakang ia sempat diisukan akan segera dinaturalisasi karena dibutuhkan timnas dan sekarang Persib bernafsu mendatangkannya.

Catatan gol Sergio dari wikipedia.org, memang cukup membuktikan ketajamannya. Saat di Helmond Sport di Eerste Divisie dari tahun 2002 – 2005 dalam 87 penampilan ia mencetak 13 gol.  Tahun 2005 – 2008 ia habiskan bersama Emmen masih di Eerste Divisie. Dari 98 penampilan ia mencetak 32 gol.

Rasio gol Sergio membaik ketika ia pindah ke A-League bergabung dengan Brisbane Roar. Dari 50 pertandingan ia mencetak 25 gol atau dalam rata – rata 2 pertandingan ia mencetak 1 gol selama 2 musim.

Tahun 2010 – 2012 ia pindah ke Adelaide United. Musim 2010/2011 ia meraih Golden Boot A- League dengan raihan 16 gol. Musim berikutnya Sergio mencetak 8 gol dari 22 penampilan di Liga.

Pemain yang punya label clothing dengan nama Sixlovesnine ini mempunyai gaya permainan sebagai target man. Pergerakan Sergio Van Dijk kebanyakan dikotak penalti. Pada waktu Adelaide United melawan Persipura di Liga Champions Asia musim lalu, Sergio lebih banyak menunggu umpan dikotak penalti, mencari celah diantara kepungan pemain bertahan.

Kaki andalannya adalah kaki kiri. Punya kecepatan yang cukup untuk ukuran striker dan juga umpan – umpan yang cukup terukur. 6 assist dimusim pertama bersama Brisbane Roar cukup membuktikan. Meskipun di 3 musim terakhir ia hanya mengumpul 8 assists.

Apakah Sergio Van Dijk akan setara dengan harga mahalnya ketika usianya sudah 30 tahun?

Jawabannya akan bisa kita lihat (mungkin saja dipertengahan musim, karena tenggat waktu pendaftaran pemain ISL sudah terlewati), jika Persib resmi memboyong pemain kelahiran Belanda yang namanya terinspirasi dari bintang Brazil di Piala Dunia 1982, Sergio Chulapa. Atau juga klub lain yang justru akan menggunakan jasanya? semua jawaban masih bisa terjadi.

 

sumber :

www.wikipedia.org

www.jpnn.com

www.abc.net.au

 

Kemanusiaan Bukan Komersil

6 comments awaiting moderation. Ini yang terbaca saat log in ke wordpress pagi ini. Komentar itu isinya sama, hanya dikirimkan sebanyak 6 kali. Ini kali kedua gue dapet komentar kaya gitu. Komentar yang isinya “jualan ginjal”.

Dengan alasan butuh uang, orang tersebut menawarkan ginjalnya. Seakan serius sambil memberikan nomor kontak yang bisa dihubungi.

Nasib komentar – komentar itu, SAYA HAPUS. Kenapa? karena saya takut itu akan menjurus kepada penipuan. Meskipun terkesan ga main – main karena ada nomor kontak disertai penjelasan singkat si “penjual”, tapi saya kurang percaya dengan keabsahannya. Makanya saya hapus demi kenyamanan.

Jika memang orang itu punya niatan membantu dengan cara donor ginjal, tentunya tidak perlu susah – susah memajang komentar yang jadi iklan di blog saya. Tinggal pergi saja ke rumah sakit sekitar tempat tinggalnya. Konsultasi dengan pihak rumah sakit bagaimana cara donor organ.

Donor organ sendiri di Indonesia belum lengkap payung hukumnya. Undang – undangnya memang ada yaitu UU kesehatan No.23 tahun 2009 tetapi Peraturan Pemerintah nya sampai saat ini belum ada. Sehingga bisa dibilang aturan mainnya belum jelas.

Alasan pemberian organ haruslah demi tujuan kemanusiaan dan pengobatan, tetapi niatan komersil pun tidak dipungkiri memang ada atau yang disebut jual beli organ. Inilah yang ada dalam komentar – komentar yang masuk di blog saya, mendonorkan organ dengan imbalan. Untuk itulah saya Hapus komentarnya.

Lebih lanjut soal aturan main donor organ, meskipun seseorang mewasiatkan salah satu organ tubuhnya demi kemanusiaan ketika ia meninggal, menurut pakar hukum tetap saja, harus sesuai dengan ketentuan perundang – undangan yang berlaku.

Selain itu pihak keluarga yang ditinggalkan pun, harus diberi tahu sebelumnya soal isi surat wasiat tersebut.

Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) telah mengeluarkan fatwa soal donor organ. MUI mensyaratkan dalam fatwanya bahwa donor hanya bisa dilakukan dengan syarat :

melalui hibah, wasiat dengan meminta, tanpa imbalan, atau melalui bank organ tubuh. Donor organ tubuh dari orang meninggal juga diperbolehkan dengan syarat kematiannya disaksikan dua dokter ahli.

Transplantasi organ tubuh, diperbolehkan karena memandang kemaslahatan yang lebih besar.

Tetapi transplantasi dengan tujuan komersil hukumnya HARAM.

Yap rasanya dua sudut pandang itu telah bisa menyimpulkan bagaimana soal donor organ. Dua – duanya mengharamkan ketika donor organ untuk tujuan meraih keuntungan atau ada timbal balik.

Jika memang mereka ( yang beriklan melalui komentar ) punya niatan kemanusiaan, lebih baik datang saja langsung ke pihak yang membutuhkan dan dengan hati tulus untuk membantu sesama.

sumber :

www.republika.co.id

www.sehatkufreemagazine.wordpress.com

Jangan Salahkan Bahasa Asing

Apakah berbahasa asing menodai sumpah pemuda 1928 yang menyatakan kita satu bahasa, bahasa Indonesia?? Rileks, ini bukan soal RSBI, meskipun alasan ini dijadikan salah satu dasar pencabutan program sekolah yang menuai kontroversi. Soal pencabutan saya oke, tapi soal belajar bahasa asing menyalahi sumpah pemuda 1928, ini yang saya tidak setuju.

Sempat ini bahasan diradio jumat kemarin dalam acara bahasa inggris. Rekan saya menyebutkan, bahkan Ir.Soekarno pun mampu berbahasa asing dengan mahir. Pertanyaan selanjutnya apakah belajar bahasa asing juga menyalahi undang – undang 1945?

Rasanya terlalu jauh jika disebutkan seperti itu. Contoh – contoh para bapak pendiri negara ini mampu berbahasa asing dengan baik tentunya menjadi contoh yang baik bagi generasi selanjutnya, kita yang hidup pada masa sekarang. Penguasaan bahasa asing pada masa perjuangan memang sangat diperlukan, karena lebih pada upaya diplomasi. Tapi bukan berarti kita harus melupakan bahasa asing setelah merdeka.

Mungkin pembelajaran bahasa asing bisa sejalan dengan undang – undang jika kita melihat pembukaan UUD 1945 yang tercantum kalimat “ikut melaksanakan ketertiban dunia”, bagaimana kita ikut menertibkan dunia jika kita tidak berbicara bahasa yang sama didunia internasional.

Ada juga alasan lain, bahwa belajar bahasa asing akan membuat kita kehilangan jati diri sebagai orang Indonesia. Saya bilang ini terlalu mengada – ada. Memang saat ini faktanya bahasa daerah mulai ditinggalkan oleh anak – anak muda. Trend budaya yang disedot dari negara lain memang bisa membuat anak – anak muda ini lupa akan kebudayaan sendiri.

Namun dalam hal penggunaan bahasa daerah, bahasa asing bukanlah satu – satunya penyebab bahasa daerah sudah mulai jarang digunakan. Banyak sekali faktor – faktor lainnya. Salah satunya adalah lingkungan dimana si anak tumbuh berkembang.

Sukses atau tidaknya pengajaran bahasa sangat tergantung pada lingkungan. Anak akan lebih fasih berbicara satu bahasa yang digunakan dilingkungannya. Meskipun disekolah bahasa daerah atau bahasa asing diajarkan dalam sekian jam pelajaran, tapi faktor lingkungan diluar sekolah yang akan mempunyai faktor lebih besar membentuk si anak.

Banyak sekali kini orangtua jaman sekarang yang memilih untuk tidak mengajarkan bahasa daerah kepada anak – anak mereka. Berbagai alasan mereka ajukan seperti takut si anak tidak bisa bergaul nantinya, tidak mampu mengajarkan bahasa daerah yang halus, bahkan mungkin saja menganggap bahasa daerah tidak up to date dengan jaman sekarang. Inilah pola pikir negatif yang dibentuk orangtua yang secara langsung akan membunuh eksistensi bahasa daerah. Saya lebih mengatakan bahwa alasan – alasan seperti ini merupakan ketakutan berlebihan yang tak pernah terbukti.

Bagaimana seorang anak akan bangga berbahasa daerah jika dirumahnya pun tak pernah diajarkan berbahasa daerah.

Pengalaman melihat keponakan yang dibesarkan dalam lingkungan berbahasa sunda, ternyata tidak membuat si anak terisolir. Bahkan kini ia pun di usianya yang hampir 4 tahun bisa berbahasa Indonesia secara otodidak yang didapat dari lingkungan diluar rumah dan tontonan. Kini ia bilingual dalam berbahasa. Sunda dan Indonesia. Bahkan saat ia masih belum terlalu menguasai bahasa Indonesia, ia tidak canggung bermain dengan teman – temannya yang berbahasa Indonesia.

Bahasa asing, saya rasa tidak harus disalahkan dalam hal bahasa daerah menghadapi kepunahan. Justru pola pikir orang – orang yang tak mau berbahasa daerah-lah yang membunuh bahasa daerah. Ironisnya orang – orang tersebut lahir dari suku – suku yang mempunyai kekhasan bahasa.

Akan lebih bijak rasanya pada upaya merubah pola pikir negatif orang – orang yang tak mau berbahasa daerah. Karena meskipun bahasa asing tidak lagi diajarkan, tapi pola pikir negatif itu masih hidup, bisa dipastikan bahasa daerah akan tetap punah. Efek lain bangsa ini bisa terisolir dari pergaulan dunia.

Belajar bahasa asing tidaklah akan menggerus jati diri anda, tapi keengganan berbahasa daerah-lah yang akan meniadakan jati diri anda.

Sepakbola 3 Pekan Terakhir

Sebenarnya mau nulis tentang sanksi dan pencabutan sanksi FIFA dengan membandingkan kasus – kasus sanksi yang pernah terjadi pada beberapa negara, dan bagaimana federasi sepakbola negara yang kena sanksi bisa cepat – cepat berbenah sehingga sanksi pun dicabut. Tapi setelah googling belum dapat juga berita terkait penyelesaian sanksi di beberapa negara. Saya lebih ingin tahu bagaimana proses perdamaian di masing – masing federasi sepakbola tapi ya itu tadi belum dapet. So kita bicara hal yang lain saja dulu.

Indonesian Super League sudah memasuki minggu ke – 3. Beberapa klub sudah memainkan 2 game. Tapi masih ada juga yang baru bermain sekali. Arema, Mitra Kukar dan Gresik United sukses mengepak 6 poin dari 2 kali bertanding.

Stok bomber maut di Arema akhirnya menunjukkan taji. 8 gol dari 2 pertandingan cukup menepis kemandulan pada pertandingan pra musim. Christian “el loco” Gonzales sejauh ini sudah mencetak 4 gol dengan catatan hattrick pertama di ISL 2012/2013 musim ini saat melawan Persidafon Dafonsoro.

Jajang Mulyana, Samsul Arif, Aldo Baretto, Lancine Kone dan Anis Nabar membuntuti striker naturalisasi Indonesia di klasemen top skor dengan masing – masing 2 gol.

Anis Nabar. Inilah salah satu nama yang diperkirakan menjadi starlet ISL musim ini. Mungil mirip pendahulunya Yohanes Pahabol yang kini jadi milik Persipura. Persidafon kembali memunculkan striker muda tajam pada diri Anis Nabar. Lincah, cepat, tajam, olah bola yang baik dimiliki Anis Nabar.

Satu lagi senjata yang dimiliki Persidafon ada pada diri “old crack” Eduard Ivakdalam. Permainannya pada saat melawan Gresik United meskipun pada akhirnya kalah, masih membuktikan kelas Eduard Ivakdalam. Umpan terukur, visi permainan jelas, bisa menutupi kecepatan yang berkurang. Ketajaman pun masih dimiliki eks Jendral lapangan tengah Persipura ini. Sepintas saat melawan Gresik United, Eduard mengingatkan saya pada sosok Fachri Husaini. Rasa – rasanya playmaker senior sekelas Fachri Husaini, Eduard Ivakdalam, dan Ansyari Lubis, sulit tergantikan saat mereka pensiun. Kelas yang mereka punya belum terlihat pada junior – junior mereka. Bahkan musim lalu, Uston Nawawi pun masih “ganas” saat mengawal lapangan tengah Gresik United. Sayang Uston musim ini bermain di divisi utama.

Jarang terjadi. Itulah kata yang pas saat Persija ditekuk Mitra Kukar di SUGBK, stadion keramat Persija. Rasanya dimusim lalu kita akan sulit melihat Persija tumbang dikandang sendiri, tapi musim ini situasinya berbeda. Persija kebanyakan diisi pemain – pemain muda karena pemain senior ada yang pergi, ada yang belum memutuskan tandatangan kontrak atau tidak, semua karena satu hal pemangkasan nilai kontrak dan gaji.

Ramdani Lestaluhu berkata “loyalitas tidak akan menghidupi keluarga” dapat kita terjemahkan pada situasi Persija saat ini. Sang legenda hidup Persija, Bambang Pamungkas, pun masih menggantung masa depannya. Isunya ia akan bergabung dengan Pelita Bandung Raya.

Persib mengalami grafik menurun saat menjalani pertandingan pembuka saat melawan Persipura. Jika dilihat dari celebes cup, sampai babak grup Inter Island Cup, skuad asuhan Jajang Nurjaman mulai menurun pas semifinal Inter Island.

Memang Persipura adalah lawan yang berat. Musim kemarin Persib tak mampu menang lawan Mutiara Hitam baik kandang atau tandang. Hanya saja skuad “mahal” ini memang mengalami penurunan performa dalam dua pertandingan terakhir. Hari ini Persib akan menjamu Persiwa, kita lihat apakah grafik permainan akan naik dan berbuah 3 poin pertama.

Sementara tambahan tenaga pada skuad dengan kedatangan striker eks Adelaide United, Sergio Van Dijk, masih abu – abu. Ada isu akhirnya Persib batal memboyong striker yang ingin menjadi WNI ini.

Wasit Aeng Suarlan membayar mahal performa buruknya saat memimpin Sriwijaya vs Persiba. Kasus Kartu Kuning membawa ia untuk istirahat dari tugas.

Itulah beberapa perjalanan sepakbola Indonesia 3 pekan terakhir. Soal PSSI VS KPSI, saya sudah muak membahasnya meski tak menjamin saya tak akan menulis lagi konflik itu. Hanya saja, mumpung saat ini ISL sudah berjalan, kita nikmati saja yang ada, lupakan konflik untuk sejenak.

Take all The Risks

Every man will become a leader someday.

Bad or good decision is made, a leader must take all the risks.

Setiap pria diharapkan jadi pemimpin. Saya tidak berbicara memimpin perusahaan atau jadi pejabat dan semacamnya. Tapi setiap pria akan menjadi pemimpin dalam keluarga. Inilah sesuatu yang akan dijalani hampir setiap pria. 

Sebagai pemimpin dalam keluarga, seorang pria diharapkan bisa mendengar aspirasi anggota keluarga lain dalam pengambilan keputusan. Seorang pria diharapkan bisa mengolah semua aspirasi menjadi sebuah keputusan yang tepat dan menyenangkan semua pihak.

Mudah? tidak selalu. Kadang mudah kadang sulit. Sebuah keputusan belum tentu menyenangkan semua pihak. Sebuah keputusan belum tentu sejalan dengan kehendak semua pihak.

Salah satu alasan adalah karena pria diharapkan mempunyai ketegasan. Hanya saja ketika seorang pria diharapkan tegas dalam memutuskan sesuatu, disisi lain ia dituntut untuk fleksibel dalam setiap keputusan yang diambil. Meskipun ketegasan sangat dibutuhkan dan diharapkan tapi disisi lain ia mesti bisa fleksibel dalam menjalankan keputusan, bahkan kalau perlu merevisi keputusan.

Hanya saja satu hal yang jangan hilang adalah konsistensi. Ketika anda sudah memutuskan “A” tetaplah pada “A” meskipun tidak akan membuat semua senang.  Ketika anda terbiasa fleksibel lambat laun keputusan anda akan tidak dianggap. Lambat laun apapun ketegasan soal keputusan tertentu akan hilang sejalan dengan tuntutan fleksibel. Jangan pernah kehilangan konsistensi.

Tidak semua keputusan yang diambil akan membuat semua bahagia. Satu saat sebuah keputusan bisa saja mengundang kekecewaan. Ketika itu terjadi, tegakkan kepala anda hadapi semua itu. Efek keputusan entah baik atau buruk, mesti kita terima.

Memang dalam pengambilan keputusan, mestilah dipertimbangkan keinginan – keinginan yang muncul, Keinginan – keinginan yang berkembang. Tapi juga, harus tetap punya pendirian sendiri. Kombinasikanlah itu semua. Keputusan yang nantinya terucap meskipun sedemikian lama kita merenung dalam mengambil keputusan, sekali lagi belum tentu akan membuat semua senang.

Pertahankan konsistensi dan terimalah apapun akibat yang muncul. Saya rasa siapapun yang pernah disebut sebagai pemimpin bukan berarti ia selalu mengeluarkan keputusan yang membuat semua senang tapi juga ketika ia membuat keputusan yang berujung pada akibat yang tidak menyenangkan, ia akan tetap tegak dan menghadapi semua. This is my decision, i’ll go through with it.

 

Sudah Internasional Kok

Rintisan Sekolah Berstandar Internasional ( RSBI ). Konsep ini membawa ingatan saya 4 tahun ke belakang saat meliput peresmian RSBI di salah satu SMP Negeri di kota saya. Saya masih ingat pejabat provinsi yang meresmikan RSBI menyampaikan sambutannya dalam 2 bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Karena memang seperti itulah cara menyampaikan pelajaran di Sekolah Berstandar Internasional ini dengan 2 bahasa.

Hanya dulu pun ketika meliput, saya masih bingung dengan kata standar internasional. Apa yang harus diinternasional kan?. Dari sisi pelajaran, saya yakin apa yang kita pelajari disekolah sama dengan yang diajarkan di belahan dunia lain. Teori fisika, teori matematika, sejarah dunia, saya rasa tak berbeda. Karena tak mungkin kita membuat teori lain jika masih satu sumber misalkan tentang teori relativitas Einstein.

Jika soal penggunaan bahasa Inggris yang masih rendah pada siswa – siswi, rasanya tidak perlu meng-internasionalkan. Karena modalnya sudah ada tinggal bagaimana menggunakannya untuk memacu siswa – siswi lebih aktif menggunakan bahasa inggris.

Konsep – konsep pesantren yang rata – rata mengajarkan berbagai bahasa lebih cocok untuk diterapkan daripada membuat konsep yang memakan biaya. Pesantren – pesantren menerapkan satu hari wajib berbahasa inggris atau beberapa hari wajib berbahasa asing. Dengan kebiasaan ini, para santri ketika lulus sudah fasih berbicara bahasa asing dan sanggup berkomunikasi dengan orang – orang dari berbagai negara.

Tidak hanya itu, karena kata “wajib” maka jika ada santri yang melanggar ketentuan pada hari wajib berbahasa asing dengan berbahasa Indonesia atau daerah maka akan ada sanksi. Dengan begitu penerapan bahasa asing akan berjalan efektif.

Apa yang dilakukan oleh pesantren, adalah seperti yang selalu dikatakan teman saya, bahwa jika ingin aktif berbahasa asing maka bangunlah sebuah “lingkungan” yang menempatkan semua orang berbahasa asing. Jika masih ada dalam sebuah lingkungan dengan bahasa campuran, maka bisa dipastikan seseorang yang sedang berlatih bahasa asing akan melupakan latihannya dan kembali berbicara dengan bahasa ibu.

Soal pembubaran RSBI yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi memang lebih kepada munculnya sekat – sekat sosial disekolah dengan penerapan standar internasional ini. Belum lagi munculnya pungutan – pungutan biaya bagi siswa – siswi.

Ada satu alasan lagi yaitu soal penggunaan bahasa Inggris di RSBI yang disebut melanggar sumpah pemuda 1928. Saya kurang setuju dengan alasan ini, karena kita yang berbahasa Inggris bukan berarti tidak mencintai dan melupakan bahasa Indonesia. Tetapi tuntutan untuk mampu berbahasa asing memang sebuah tuntutan jaman sekarang. Tak perlu jauh – jauh, sebagian perusahaan – perusahaan di Indonesia pun sering mencantumkan syarat mampu berbahasa Inggris dalam lowongan pekerjaan mereka.

Soal pembubaran ini, saya lebih setuju dengan alasan terciptanya sekat – sekat sosial dan juga biaya pendidikan yang jadi lebih tinggi. Sekali lagi bahwa sebetulnya materi pendidikan kita sudah “internasional” tinggal bagaimana memanfaatkan itu semua.

Satu lagi, saya dengar dari teman saya bahwa RSBI yang menuntut para pengajar untuk bilingual, sebagian pengajarnya masih belum bisa bilingual.

 

sumber :

www.kompas.com

www.harianhaluan.com

Welcome ISL 2012/2013

ISL is back. Indonesian Super League musim 2012/2013 telah bergulir sejak 5 Januari kemarin. Sejauh ini dari 4 pertandingan, 3 diantaranya berakhir seri, hanya Mitra Kukar yang bisa membawa 3 poin usai mengalahkan PSPS Pekanbaru.

Musim ini ada 2 klub yang memiliki warna baru. Arema setelah masuknya Pelita Cronus sebagai holding company kebanyakan diisi oleh wajah – wajah lama pemain Pelita Jaya. Selain itu Arema juga diprediksi memiliki lini depan termaut diantara klub lainnya. Keith Kayamba Gumbs, Alberto “beto” Goncalves, Cristian Gonzales, Greg Nwokolo mengisi lini depan klub besutan Rahmad Darmawan. Meski sejauh ini dalam laga pra musim terlebih dalam Inter Island Cup, banjirnya penyerang – penyerang tajam ditubuh Arema belum signifikan dengan jumlah gol yang bersarang dijala lawan.

Pelita Jaya yang ditinggal oleh Pelita Cronus kini pindah homebase ke Bandung setelah saham mereka diakuisisi oleh pemilik saham Bandung Raya. Bahkan nama Bandung Raya kini melekat pada nama Pelita. Sementara Bandung Raya sendiri yang bermain di divisi II per Oktober 2012 telah dibubarkan karena akuisisi saham ini.

Pemain-Pelita-Bandung-Raya

Munculnya kembali Bandung Raya membangkitkan kembali memori masa lalu ketika Bandung menguasai sepakbola Indonesia pada masa – masa awal Liga Indonesia. Laga pertama telah mereka jalani dengan hasil 1 – 1 melawan klub lawas yang kini bangkit kembali, Barito Putra.

PT.Liga Indonesia sendiri, saya catat, membuat 2 inovasi dalam penyelenggaraan pertandingan. Pertama pada penyelenggaraan Inter Island Cup membekali wasit dengan perangkat referee paging system. Kedua sesuai pasal 30 ayat 1 dan pasal 34 ayat 8 manual liga melarang para petinggi klub untuk duduk dibench pemain saat pertandingan berlangsung.

Meski demikian kedua inovasi ini belum terlihat sama sekali dilaga – laga pembuka.

“Toleransi kita Sangat Besar” Justru Kalimat sindiran yang terucap dari Bung Towel saat menjadi komentator pertandingan Sriwijaya vs Persiba Sabtu kemarin yang terngiang – ngiang ditelinga saya. Penyakit masa lalu ternyata belum sepenuhnya terobati di ISL 2012/2013 ini.

Pertandingan yang akhirnya kembali dinodai dengan keputusan – keputusan kontroversial wasit terutama ketika Ferry Rotinsulu yang menyentuh bola diluar kotak penalti hanya diganjar kartu kuning oleh wasit Aeng Suarlan. Seharusnya Aeng Suarlan, dengan kejadian ini, diberikan sanksi oleh PT.Liga Indonesia.

ISL 2012/2013 juga membawa PR musim lalu yakni gaji pemain yang belum bisa dituntaskan oleh beberapa klub. Meski Sekretaris PT.Liga Indonesia, Tigor Shalom Boboy, mengatakan bahwa PT.LI akan mencairkan dana talangan kepada beberapa klub yang masih menunggak gaji pemain musim lalu. Tigor pun menambahkan proses dana talangan ini sudah dimulai sejak Oktober 2012.

PSAP Sigli, PSMS Medan, PSM Makassar, Persidafon Dafonsoro, Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo, dan PSPS Pekanbaru adalah klub – klub yang bersedia masalah tunggakan gajinya diambil alih oleh PT.Liga Indonesia.

Musim ini pula diisi dengan wajah – wajah fresh. Bayu Gatra dari Persisam, Zulfin Zamrun dari Persiba Balikpapan, menjadi dua diantara pemain – pemain muda yang mentas di ISL 2012/2013. Pemain asing pun banyak yang berstatus debutan. Mbida Messi ( Kamerun ) dan Naser El Sebai ( Syria ) yang berlabuh di Persib. Rohit Chand ( Nepal ) yang bermain di PSPS. Mahmoud el Ali ( Lebanon ) yang sudah mencetak 1 gol untuk Persiba dan Dane Milovanovic ( Australia ) yang menjadi pemain dengan serba pertama bersama Pelita Bandung Raya.

Dane menerima kartu kuning pertama di ISL 2012/2013 sekaligus mencetak gol pertama di ISL 2012/2013.

ISL 2012/2013 masih diwarnai perpecahan antara PSSI – KPSI, bahkan kini memulai babak baru dengan kehadiran task force bentukan pemerintah. PT.Liga Indonesia sendiri dikabarkan hanya memperoleh izin sementara untuk menggelar ISL. Menkokesra yang menjabat Plt. Menpora, Agung Laksono, menyebutkan izin akan kembali dikaji setelah 7 hari.

Semoga saja ISL tetap akan lancar digelar sampai usai, karena kebanyakan suporter sepakbola adalah para pendukung klub – klub ISL. Setidaknya ini adalah hiburan para suporter.

Satu harapan bahwa ISL musim ini bisa lebih baik dari musim kemarin. Tidak ada lagi kekerasan pemain terhadap wasit, tidak ada lagi tunggakan gaji, dan kinerja wasit semakin tegas dan berani dalam mengambil keputusan sesuai peraturan.

Enjoy Football Enjoy ISL.

sumber :

www.republika.co.id

www.persibmania.com

http://www.yahoo.co.id

Design a site like this with WordPress.com
Get started